Liputan6.com, Jakarta - Fitnah Dajjal, sosok yang menyesatkan di akhir zaman, menjadi ancaman besar bagi umat manusia. Memahami dan mengamalkan doa serta amalan untuk terhindar dari fitnahnya merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa dan amalan sebagai benteng pertahanan spiritual dalam menghadapi cobaan besar ini.
Advertisement
Baca Juga
Pentingnya memahami doa dan amalan untuk menghindari fitnah Dajjal tidak bisa dianggap remeh. Setiap muslim, tanpa terkecuali, perlu mengetahui dan mengamalkan doa-doa serta amalan yang diajarkan Rasulullah SAW. Ini sebagai bentuk persiapan diri menghadapi fitnah besar di akhir zaman yang sangat dahsyat.
Keimanan dan ketakwaan yang kuat menjadi kunci utama dalam menghadapi segala macam fitnah, termasuk fitnah Dajjal. Dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan amal saleh, kita akan lebih mampu menghadapi godaan dan tipu daya Dajjal. Berikut Liputan6.com ulas lengkap doa agar terhindar dari fitnah Dajjal, Jumat (28/3/2025).
Doa Agar Terhindar Dari Fitnah Dajjal Arab, Latin, dan Artinya
Melansir dari berbagai sumber, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk berlindung dari fitnah Dajjal. Salah satu doa yang paling sering disebutkan adalah:
Doanya adalah membaca surat Al-Kahfi ayat 1-10 sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Mākiṡīna fīhi abadā
Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Lafa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.
وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā
Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
Am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā
Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā
(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
Keutamaannya, doa ini memohon perlindungan Allah dari berbagai macam cobaan, termasuk fitnah Dajjal yang sangat besar. Dengan membacanya, kita memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai macam fitnah dan cobaan, termasuk fitnah Dajjal. Doa ini memberikan rasa tenang dan keyakinan bahwa Allah SWT akan selalu melindungi hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan bertawakal kepada-Nya.
Advertisement
Apa yang Dimaksud dari Fitnah Dajjal dalam Islam?
Melansir dari berbagai hadis dan kitab tafsir, fitnah Dajjal dalam Islam merujuk pada cobaan besar yang akan terjadi di akhir zaman. Dajjal digambarkan sebagai sosok yang sangat menyesatkan, mengaku sebagai Tuhan, dan membawa fitnah yang luar biasa dahsyat. Kehadirannya merupakan salah satu tanda-tanda kiamat yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits. Ia akan muncul dengan berbagai macam tipu daya dan sihir untuk menyesatkan manusia.
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." Ayat-ayat ini mengandung hikmah dan pelajaran berharga tentang keimanan dan kesabaran yang sangat relevan dalam menghadapi cobaan besar. Hadits ini menekankan pentingnya mempelajari dan mengamalkan Al-Quran sebagai benteng pertahanan dari fitnah Dajjal.
Berdasarkan buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra, Drs. Arsikum Almasyhudi, (2006:56), Dajjal digambarkan memiliki kemampuan luar biasa. Setelah mengaku sebagai Tuhan, badannya akan membesar dan tinggi sekali, sehingga lautan yang dalam hanya sebatas lututnya. Ia juga akan mampu menghidupkan orang mati dan mengeluarkan berbagai macam harta benda dari bumi. Kemampuan-kemampuan ini menunjukkan betapa dahsyatnya fitnah yang akan dibawa oleh Dajjal.
Dajjal akan membawa surga dan neraka palsu. Surganya akan dipenuhi berbagai kenikmatan duniawi untuk membujuk manusia, sementara nerakanya akan terlihat menakutkan untuk menakut-nakuti mereka. Ini merupakan bagian dari tipu dayanya untuk menyesatkan manusia. Kemampuannya untuk menipu dan menyesatkan manusia inilah yang menjadi inti dari fitnah Dajjal.
Oleh karena itu, memahami fitnah Dajjal bukan hanya sekadar pengetahuan, melainkan kewajiban bagi setiap muslim untuk mempersiapkan diri menghadapi cobaan besar ini. Dengan memahami seluk-beluk fitnah Dajjal, kita dapat lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh tipu dayanya. Keimanan dan ketakwaan yang kuat menjadi benteng utama dalam menghadapi fitnah ini.
Amalan Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Melansir dari berbagai sumber, selain doa, beberapa amalan lain yang direkomendasikan untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal antara lain:
-
Menghafal 10 ayat pertama surat Al-Kahfi: Hadits riwayat Muslim menyebutkan bahwa siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi akan terlindungi dari fitnah Dajjal. Ayat-ayat ini mengandung hikmah dan pelajaran berharga tentang keimanan dan kesabaran yang sangat relevan dalam menghadapi cobaan besar.
-
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan: Keimanan dan ketakwaan yang kuat merupakan benteng utama dalam menghadapi fitnah Dajjal. Dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan amal saleh, seseorang akan lebih mampu menghadapi godaan dan tipu daya Dajjal. Keimanan yang kuat akan membuat kita tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu dan tipu daya Dajjal.
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti rajin beribadah, membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan menjauhi larangan Allah SWT. Dengan konsisten menjalankan ibadah dan amal saleh, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan mendapatkan perlindungan-Nya dari segala macam fitnah dan cobaan, termasuk fitnah Dajjal.
-
Menjauhi tempat kemunculan Dajjal: Meskipun lokasi pasti kemunculan Dajjal tidak diketahui secara pasti, beberapa hadits menyebutkan wilayah antara Syam dan Irak sebagai kemungkinan tempat kemunculannya.
Menjauhi daerah yang menjadi pusat fitnah dan kesesatan adalah tindakan pencegahan yang bijak. Hal ini tidak berarti kita harus meninggalkan tempat tinggal kita, tetapi kita harus waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penyimpangan dan kesesatan.
Menjauhi tempat kemunculan Dajjal juga berarti menjauhi lingkungan yang buruk dan pergaulan yang tidak baik. Lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi akhlak dan perilaku kita, sehingga kita menjadi rentan terhadap fitnah dan godaan. Oleh karena itu, kita harus selektif dalam memilih pergaulan dan lingkungan.
-
Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah: Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW adalah pedoman hidup yang akan membimbing umat manusia di tengah fitnah dan kesesatan. Mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar akan memperkuat keimanan dan memberikan panduan dalam menghadapi berbagai cobaan.
Al-Quran dan Sunnah merupakan sumber utama ajaran Islam yang dapat membimbing kita dalam kehidupan.
Dengan mempelajari dan mengamalkan Al-Quran dan Sunnah, kita akan mendapatkan petunjuk dan bimbingan dalam menghadapi berbagai masalah dan cobaan hidup. Ini akan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita, sehingga kita tidak mudah terpengaruh oleh fitnah dan godaan, termasuk fitnah Dajjal.
-
Berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT: Perlindungan dari fitnah Dajjal sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Doa merupakan senjata utama kita untuk memohon perlindungan dan pertolongan-Nya. Dengan berdoa, kita memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dijaga dan dilindungi dari segala macam fitnah dan cobaan, termasuk fitnah Dajjal. Doa yang tulus dan khusyuk akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Selain doa-doa yang telah disebutkan di atas, kita juga dapat membaca doa-doa lainnya yang memohon perlindungan dari Allah SWT. Kita juga dapat memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT, agar dosa-dosa kita diampuni dan kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Dengan memperbanyak doa dan ibadah, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan mendapatkan perlindungan-Nya.
Mempersiapkan diri menghadapi fitnah Dajjal memerlukan komitmen yang kuat dalam beriman dan beramal saleh. Doa dan amalan yang telah dijelaskan di atas merupakan upaya kita untuk memohon perlindungan dan mempersiapkan diri menghadapi cobaan besar di akhir zaman.
Advertisement
