Ramadan, Kemenag Hanya Bolehkan Salat hingga Itikaf di Masjid Zona Hijau Covid-19

Kementerian Agama meminta umat Islam di Indonesia yang berada di zona merah dan oranye Covid-19 tidak melaksanakan salat fardu, witir, tadarus Alquran hingga itikaf di masjid selama Ramadan.

oleh Liputan6.com diperbarui 12 Apr 2021, 12:56 WIB
Diterbitkan 12 Apr 2021, 12:56 WIB
Masjid At-Taqwa Bekasi
Sejumlah umat Islam menginap saat melakukan iktikaf di Masjid Pondok Pesantren At-Taqwa, Bekasi, Selasa (28/5/2019). Umat Islam mulai melakukan itikaf atau berdiam diri di masjid sambil melakukan berbagai ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan puasa Ramadan. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama meminta umat Islam di Indonesia yang berada di zona merah dan oranye Covid-19 tidak melaksanakan salat fardu, witir, tadarus Alquran hingga itikaf di masjid selama Ramadan.

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 2021 Perubahan SE Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

"Kementerian Agama membuat ketentuan bahwa ibadah Ramadan yaitu salat fardu lima waktu, witir, tadarus Alquran, itikaf hanya boleh dilaksanakan di masjid atau musala yang berada di zona aman, yaitu zona kuning dan hijau," kata Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (12/4/2021).

Bagi wilayah zona kuning dan hijau Covid-19, pelaksanaan salat fardu, tarawih, witir, tadarus Alquran dan itikaf di masjid harus memperhatikan protokol kesehatan. Umat Islam yang beribadah di masjid harus mengikuti ketentuan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid.

Selain itu, umat Islam harus menjaga jarak minimal satu meter antar jemaah. Kemudian, umat Islam wajib membawa perlengkapan ibadah masing-masing, seperti sajadah dan mukena.

"Pengajian, ceramah, tausiah, kultum Ramadan dan kuliah subuh dibatasi paling lama dengan duras 15 menit," sambungnya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Buka Puasa di Rumah

Fuad melanjutkan, Kementerian Agama juga mengimbau umat Islam melaksanakan sahur dan buka puasa di rumah masing-masing bersama keluarga inti selama Ramadan. Jika ingin melaksanakan buka puasa bersama, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama di zona aman harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," tegasnya.

Berdasarkan jadwal sementara, puasa Ramadan pertama tahun 2021 akan dilaksanakan pada 13 April 2021. Namun, jadwal pasti puasa Ramadan pertama akan ditentukan Kementerian Agama berdasarkan hasil sidang Isbat pada Senin (12/4/2021) malam.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya