Polisi Buka Bahu Jalan Tol Dalam Kota Saat Jam Pulang Kerja

Latif menjelaskan kebijakan ini diambil setelah mencermati data-data yang dirilis dari Jasa Marga. Tecatat sekira 9.000 kendaraan melintas di tol dalam Kota.

oleh Ady Anugrahadi Diperbarui 28 Feb 2025, 14:05 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 14:05 WIB
Pengusaha minta penundaan kebijakan zero odol
Sejumlah truk melintasi ruas jalan tol Tangerang-Jakarta, Kota Tangerang, Banten, Rabu (2/3/2022). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan pemberlakuan penuh kebijakan bebas truk kelebihan muatan (over dimension overload/ODOL) diundur menjadi tahun 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Tol Dalam Kota dari Semanggi ke Cawang terpantau padat merayap saat jam pulang kerja. Polisi pun mengambil langkah-langkah rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan, salah satunya dengan membuka bahu jalan dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

"Kita melakukan kegiatan evaluasi pemantauan di lapangan tentang situasi khususnya di dalam tol ini memang pada sore hari pada pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB puncak adalah di pukul 18.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Nah, ini khususnya tol dalam kota yang dari arah Semanggi sampai Cawang yaitu mulai kilometer 7,5 sampai dengan kilometer 1 kita adakan rekayasa yaitu penggunaan bahu jalan untuk bisa dilewati," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman kepada wartawan, Jumat (28/2/2025).

Latif menjelaskan kebijakan ini diambil setelah mencermati data-data yang dirilis dari Jasa Marga. Tecatat sekira 9.000 kendaraan melintas di tol dalam Kota.

"Kenapa kami lakukan itu? Sesuai dengan data dari jasa marga pada pukul tersebut dari pukul 16.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB puncaknya di pukul 18.00 WIB itu ada sekitar 9 ribu kendaraan yang melintas di tol dalam kota. Sehingga bahu jalan yang tentunya memang ketentuan nya dipergunakan hanya untuk kekhususan. Nah, ini pada saat jam 18.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB kami membahas untuk bisa mengurai kemacetan yaitu dari kilometer 7,5 sampai dengan kilometer 1 Cawang," ucap dia.

Namun, Latif mengingatkan bahu jalan tetap diprioritaskan untuk kendaraan darurat seperti ambulans. Karena itu, jika ada keadaan darurat maka kendaraan pribadi wajib memahami hal itu.

"Nah memang di titik-titik khususnya masuk di kilometer 750 sudah kita pasang rambu-rambu istilah pemberitahuan kepada masyarakat silahkan untuk menggunakan bahu jalan tersebut. Tetapi kami sampaikan kepada masyarakat bahwa memang bahu jalan peruntukannya dulu kekhususan darurat," ujar dia.

"Sehingga apabila ada kendaraan-kendaraan yang memang harus diprioritaskan ini kita pada masyarakat untuk sadar dan untuk bisa bekerja sama," dia menambahkan.

Promosi 1

Siagakan Petugas

Lebih lanjut, Latif mengatakan, pihaknya telah menyiagakan petugas di titik-titik seperti Semanggi, Tebet, dan Kuningan agar kebijakan berjalan dengan baik. Selain itu, rambu-rambu juga telah dipasang agar pengendara memahami aturan yang sudah dibuat.

"Dan untuk menjaga itu kami di titik-titik tertentu di pintu tol Semanggi 1, Semanggi 2, Tebet 1, kuningan, sampai ini tetap ada petugas yang akan menjaga lajur tersebut. Apabila ada kedaruratan segera kita bersihkan untuk memang kendaraan yang berhak melintas di bahu jalan untuk diprioritaskan," ucap dia.

Latif mengatakan mengimbau agar pengendara bisa lebih bijak dalam memahami kebijakan yang baru ini.

"Nah ini untuk diketahui oleh masyarakat dan perlu kerja sama di jam tersebut yang tentunya itu ada diskresi dari kepolisian yang untuk memanfaatkan bahu jalan. Tetapi tentunya harus kerja sama dengan masyarakat secara umum," ujar dia.

Infografis Nama-Nama Kereta Api Legendaris Indonesia
Infografis Nama-Nama Kereta Api Legendaris Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya