Markas Diserbu Polisi, BMW Kena Kasus Dieselgate seperti Volkswagen?

Markas besar BMW dikunjungi kepolisian, karena pabrikan asal Jerman ini diduga menggunakan perangkat lunak yang mampu mengendalikan emisi gas buang secara ilegal.

oleh Arief Aszhari diperbarui 23 Mar 2018, 15:22 WIB
Diterbitkan 23 Mar 2018, 15:22 WIB
Logo BMW dan Sejarah Kontroversial di Baliknya
Mengapa BMW menggunakan dasar logo berbentuk bulat? Mengapa pula warna yang dipilih adalah biru dan putih?

Liputan6.com, Jakarta - Markas besar BMW dikunjungi pihak kepolisian dan jaksa dari Jerman. Kedatangan pihak otoritas ini karena BMW diduga menggunakan perangkat lunak yang mampu mengendalikan emisi gas buang secara ilegal.

Melansir Reuters, Jumat (23/3/2018), sekitar 100 polisi dan aparat penegak hukum menggeledah kantor produsen mobil yang berada di Munich, Jerman. Selain markas besar, pihak kepolisian juga memeriksa pabrik mesin BMW di Austria.

Menurut sumber hukum, fasilitas yang digeledah di Austria, merupakan pabrik mesin di Steyr. Fasilitas tersebut, mempekerjakan 4.500 staf dan merakit mesin setiap hari.

"Ada kecurigaan awal, bahwa BMW telah menggunakan perangkat terkait tes bench," ujar jaksa dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, saingan BMW, yaitu Volkswagen mengakui pada 2015 telah menggunakan perangkat di Amerika Serikat untuk menipu uji emisi mesin Diesel. Akibat hal tersebut, pabrikan yang juga berasal dari Jerman ini masuk ke fase krisis bisnis terbesar dalam 100 tahun.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:


Pernyataan BMW

PHOTO: Dukung Program Pemerintah, Ini Mobil Listrik BMW Ramah Lingkungan
Logo mobil listrik BMW i8 dengan menggunakan BMW i Wallbox Plus di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (26/10). BMW Group Indonesia turut mendukung program nasional dengan menghadirkan mobil listrik yang ramah lingkungan. (Liputan6.com/Pool/BMW)

BMW dalam sebuah pernyataan terpisah mengatakan, jaksa sedang mencari perangkat lunak pada sekitar 11.400 kendaraan BMW 750d dan model mewah BMW M550d.

Pasalnya, BMW bulan lalu telah melakukan recall mobil-mobilnya untuk perbaikan software.

Untuk diketahui, BMW bulan lalu telah melakukan recall terhadap 11.700 unit mobilnya untuk memperbaiki perangkat lunak setelah menemukan pemograman yang salah terpasang.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya