Perpus Harapan Bangsa Berau Didapuk Jadi Perpustakaan Terbaik Nasional 2020

Perpustakaan Nasional baru saja mengumumkan pemenang lomba Perpustakaan Terbaik Nasional 2020.

oleh Liputan6.com diperbarui 20 Okt 2020, 18:00 WIB
Diterbitkan 20 Okt 2020, 18:00 WIB
Lomba Perpustakaan Terbaik Nasional 2020
Perpustakaan Harapan Bangsa dari Berau, Kalimantan Timur didapuk menjadi perpustakaan terbaik nasional 2020. (Liputan6.com/ Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Perpustakaan Nasional RI menggelar lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik dan Perpustakaan SLTA/Madrasah Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020. Sebanyak tiga perpustakaan desa/kelurahan terpilih menjadi juara pertama dari klaster A, B, dan C dan satu perpustakaan SLTA/madrasah terpilih menjadi yang terbaik.

Juara pertama Klaster A diraih perpustakaan Harapan Bangsa dari Berau, Kalimantan Timur, dan Klaster B perpustakaan Gembira yang ada di Bombana, Sulawesi Tenggara, sedangkan Klaster C diraih perpustakaan Ulul Albab di Desa Mentibar, Sambas, Kalimantan Barat.

Sementara juara pertama lomba perpustakaan SLTA/madrasah tingkat nasional diraih perpustakaan Amarta (SMAN 1 Bantul) dari DI Yogyakarta.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, lomba ini bertujuan menggerakkan perpustakaan di Indonesia untuk menunjukkan eksistensi dan perannya.

"Yang paling penting, apresiasi dari pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terhadap sekolah-sekolah dan desa-desa yang ikut dalam lomba ini," katanya, Selasa (20/10/2020).

Syarif Bando menjelaskan, masih banyak kepala desa yang ragu menggunakan alokasi dana desa untuk membangun perpustakaan. Dia menegaskan, hal ini seharusnya tidak menjadi kendala karena Memorandum of Understanding (MoU) dan Kerja sama antara Perpusnas dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan, kegiatan-kegiatan yang dapat dibiayai dengan alokasi dana desa untuk pembangunan kualitas sumber daya manusia. Lomba sendiri diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain yang belum menjadi pemenang.

"Kami yakin dan percaya di tahun mendatang, kehadiran perpustakaan dan perhatian masyarakat terhadap perpustakaan, semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Menurutnya, lomba ini merupakan bagian dari komitmen yang didorong Komisi X DPR RI untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan literasi nasional. Anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan, keberadaan perpustakaan di desa/kelurahan di Indonesia adalah ujung tombak gerakan literasi di Indonesia.

Karenanya Komisi X DPR RI mengapresiasi desa yang sudah mengalokasikan anggarannya untuk membangun, mengembangkan, dan mengurus dengan baik perpustakaan. Huda menambahkan, ke depan, penguatan literasi melalui perpustakaan sekolah semakin dibutuhkan eksistensinya.

"Setahun atau dua tahun yang akan datang, perubahan sistem pendidikan nasional kita juga mengarahkan gerakan literasi dan numerasi menjadi prioritas program sistem pendidikan kita. Karena itu penguatan gerakan literasi melalui perpustakaan di sekolah-sekolah menjadi kebutuhan yang semakin relevan di masa akan datang," tuturnya.

Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik dan Perpustakaan SLTA/Madrasah Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020 diikuti perpustakaan terpilih dari seleksi yang dilakukan di semua provinsi di Indonesia. Dalam laporannya, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi menyatakan, pelaksanaan Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) pada tahun 2020 dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Klaster A, Klaster B, dan Klaster C, yang pengelompokannya atas dasar klasifikasi status daerah provinsi berdasarkan ketentuan dari Kementerian Desa PDTT.

Masing-masing klaster diambil Juara I, II, III, serta Juara Harapan I, II, dan III. Hal sama berlaku untuk penentuan pemenang lomba perpustakaan SLTA/madrasah terbaik tingkat nasional. Juara I mendapatkan uang pembinaan Rp25 juta, juara II mendapatkan Rp20 juta, dan juara III mendapatkan Rp18 juta.

Sementara juara harapan I hingga III berturut-turut mendapatkan Rp18 juta, Rp15 juta, dan Rp12 juta. Komponen penilaian lomba meliputi enam pilar pembangunan perpustakan, yaitu SDM, koleksi, layanan/pendayagunaan dan kerjasama, sarana prasarana, penyelenggaraan, pengelolaan perpustakaan termasuk di dalamnya inovasi, dan kreativitas perpustakaan, serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lomba Perpustakaan Terbaik Nasional 2020 dilaksanakan sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sehingga pelaksanaan visitasi lapangan dan penilaian akhir serta pengumuman hasil lomba, dilaksanakan secara daring.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Simak juga video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya