Liputan6.com, Jakarta - Berita duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Bejo Sugiantoro, mantan pemain Persebaya Surabaya dan legenda Timnas Indonesia, meninggal dunia pada Selasa, 25 Februari 2025, di usia 47 tahun. Kepergian Bejo terjadi secara mendadak saat beliau tengah bermain futsal di lapangan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Jawa Timur.
Sekitar pukul 16.50 WIB, Bejo tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri pada menit ke-10 babak kedua pertandingan. Meskipun segera mendapat pertolongan pertama dan dilarikan ke Rumah Sakit Royal Surabaya, usaha penyelamatan nyawanya tak membuahkan hasil. Bejo dinyatakan meninggal dunia pukul 17.20 WIB.
Advertisement
Baca Juga
Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelum kolaps Bejo tampak sehat dan bercanda dengan rekan-rekannya. Dugaan sementara penyebab kematian adalah serangan jantung, seperti yang disampaikan CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin. Kabar duka ini langsung menyebar luas di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, mengingat kontribusi besar Bejo selama berkarier di dunia sepak bola.
Advertisement
Putra Bejo, Rachmat Irianto, yang juga seorang pesepakbola profesional di Persib Bandung, turut merasakan duka mendalam atas kepergian sang ayah. Bejo meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Indonesia, khususnya bagi Persebaya Surabaya yang pernah merasakan kejayaannya di bawah kepemimpinan beliau. Banyak yang mengenang Bejo sebagai pemain yang disiplin dan lengkap, terutama perannya dalam membawa Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia tahun 2004.
Pemain Legendaris dan Sosok yang Dihormati
Bejo Sugiantoro bukan hanya sekadar pemain sepak bola biasa. Ia adalah legenda, ikon bagi Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkannya selama berkarir menjadi panutan bagi banyak pemain muda. Banyak cerita dan kenangan indah yang terukir selama perjalanan karirnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama pemain, dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
Sebagai libero, Bejo dikenal akan kemampuannya yang luar biasa dalam bertahan dan mengatur tempo permainan. Ia juga dikenal akan kepemimpinannya di lapangan, mampu memberikan arahan dan motivasi bagi rekan-rekan setimnya. Kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan tekel yang tepat membuatnya menjadi pemain yang sangat dihormati baik oleh lawan maupun rekan setim.
Kontribusi Bejo dalam membawa Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia tahun 2004 menjadi salah satu momen yang paling dikenang. Dedikasi dan kerja kerasnya bersama tim telah mengukir sejarah emas bagi klub kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata akan kualitas dan dedikasi Bejo Sugiantoro sebagai seorang pemain sepak bola profesional.
Advertisement
Duka Cita Mendalam dari Dunia Sepak Bola
Kabar meninggalnya Bejo Sugiantoro disambut dengan ucapan duka cita dari berbagai pihak, baik dari kalangan pemain, pelatih, hingga ofisial sepak bola Indonesia. Banyak yang menyampaikan rasa kehilangan dan mengenang sosok Bejo sebagai pemain yang berdedikasi tinggi dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Media sosial pun dibanjiri ucapan belasungkawa dan penghormatan atas jasa-jasa Bejo bagi dunia sepak bola Indonesia.
Salah satu ungkapan duka cita datang dari CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin, yang turut membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Bejo Sugiantoro. Ungkapan duka cita juga datang dari berbagai klub sepak bola di Indonesia, menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan jasa Bejo bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Kepergian Bejo Sugiantoro menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Indonesia.
Banyak yang mengingat Bejo sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Meskipun telah menjadi legenda, Bejo tetap menjaga sikap rendah hati dan selalu berinteraksi dengan baik dengan siapapun. Hal ini semakin menunjukkan bahwa Bejo bukan hanya seorang pemain sepak bola yang hebat, tetapi juga seorang manusia yang baik dan berbudi luhur. Selamat jalan, legenda!
Meskipun kepergian Bejo meninggalkan kesedihan mendalam, warisan dan inspirasinya akan selalu dikenang dan dihargai oleh generasi penerus pesepakbola Indonesia. Beliau akan selalu dikenang sebagai legenda yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Â
Disclaimer: Artikel ini dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI)
