Liputan6.com, Semarang - Gelora Bung Karno (GBK) mendadak riuh ketika DPP Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) membagikan bingkisan santunan kepada 20 ribu anak yatim. Jumlah yatim yang disantuni kali ini berbeda dari biasanya dengan jumlah 10 ribu anak dilakukan saat Ramadan. Acara ini sebagai salah satu penanda pelantikan pengurus DPP Bapera yang dikomandani Fahd El Fouz A Rafiq. Kepengurusan baru ini mengemban tugas untuk periode 2025-2030.
Selain Fahd El Fouz A Rafiq tampak pula pakar hukum Prof Dr Henry Indraguna, SH MH. Henry diangkat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Bapera. Menurut Henry, pemberian santunan 20 ini bertujuan mengembalikan senyum dan tawa serta optimisme anak-anak yatim untuk menatap masa depan. "Ini hanya di awal saja dalam rangka memakmurkan Ramadan. Ada misi dan visi yang ingin kami titipkan," katanya.
Baca Juga
Ia menambahkan bahwa Bapera ingin mengajak para pemuda punya hati dan empati untuk rakyat dan berani memperjuangkan pikiran dan gagasan tentang ekonomi. Mantan Tim Ahli Wantimpres ini menjelaskan bahwa Bapera adalah organisasi nasionalis dan patriotis. Secara politik, mereka menegaskan dukungannya kepada pemerintahan Prabowo Subianto. "Bapera tetap menjadi mitra yang kritis. Mendukung yang baik, tapi tak diam jika melihat ada yang salah. Ibaratnya kami akan memuji tanpa memuja, dan mencaci tanpa membenci," katanya.
Advertisement
Sementara itu, Ketua Umum DPP Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq mengatakan, tepat di 18 Ramadan 1446 Hijriah atau 18 Maret, DPP Bapera telah memputihkan Jakarta kembali dengan sinar kebaikan dan dilanjutkan dengan pelantikan yang dihadiri seluruh kader Bapera seluruh Indonesia. "Ini adalah bagian dari misi besar organisasi untuk tidak hanya merangkul generasi muda. Namun juga memberikan perhatian lebih kepada mereka yang kurang beruntung," katanya.
Bapera mencoba mengisi ruang kosong yang dihadapi masyarakat dengan menghadirkan kesetaraan kesempatan berusaha. "Kami ingin para pemuda beraksi bukan soal urusan perut semata. Namun juga mengisi pikiran agar kreativitas tumbuh," katanya.