Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) telah menyetujui penggabungan atau merger dua perusahaan telekomunikasi.
Hal ini disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa (25/3/2025). Dengan penggabungan ini, keduanya melebur jadi XLSMART. Adapun tanggal efektif penggabungan atau Legal Day One akan terjadi pada 16 April 2025.
Baca Juga
Kemudian dalam RUPSLB ketiga, Perusahaan menyetujui susunan direksi dan dewan komisaris XL SMART. Direksi dan dewan komisaris akan resmi menjabat pada saat tanggal efektif penggabungan. Berikut susunan direksi dan komisaris XLSMART:
Advertisement
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Arsjad Rasjid
Komisaris : Vivek Sood
Komisaris : L. Krisnan Cahya
Komisaris : Nik Rizal Kamil
Komisaris : Sean Quek
Komisaris : David R. Dean
Komisaris : Independen Retno Lestari Priansari Marsudi
Komisaris Independen: Robert Pakpahan
Komisaris Independen: Willem Lucas Timmerman
Direksi
Presiden Direktur & CEO: Rajeev Sethi
Direktur & Chief Financial Officer: Antony Susilo
Direktur & Chief Technology Officer: Shurish Subbramaniam
Direktur & Chief Commercial Officer: David Arcelus Oses
Direktur & Chief Regulatory Officer: Merza Fachys
Direktur & Chief Information Officer: Yessie D. Yosetya
Direktur & Chief Enterprise and Strategic Relationships: Andrijanto Muljono
Direktur & Chief Strategy and Home: Feiruz Ikhwan
Direktur & Chief Human and Resources Officer: Jeremiah Ratadhi.
Dalam Konferensi pers usai RUPSLB, Chairman Sinar Mas Telecommunication dan Technology, Franky Widjaja mengatakan, jajaran komisaris yang dipilih terdiri dari sosok-sosok hebat.
"Kami percaya bahwa keputusan ini merupakan langkah penting dalam membangun industri telekomunikasi yang lebih maju di Indonesia,” jelasnya.
Adapun pada kesempatan yang sama, Group CEO Axiata Group, Vivek Sood menjelaskan Axia berkomitmen untuk berinvestasi pada infrastruktur telekomunikasi kelas dunia.
"Kami memandang XLSMART sebagai platform yang kuat untuk mempercepat konektivitas digital di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Spill The Tea, Arsjad Rasjid Bakal jadi Komisaris Utama XLSmart
Sebelumnya, nama Pebisnis Arsjad Rasjid mencuat sebagai calon Komisaris Utama XLSmart, entitas hasil merger EXCL dan FREN. Dalam undangan temu media yang diterima Liputan6.com, Arsjad Rasjid dijadwalkan menghadiri acara konferensi pers perkembangan merger antara EXCL dan FREN sebagai calon Komisaris Utama XLSmart.
Bersamaan dnegan Arsjad, acara tersebut akan dihadiri oleh Calon Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi. Kemudian Group CEO of Axiata Group, Vivek Sood. Serta Chairman of Sinar Mas Telecommunications & Technology, Franky Oesman Widjaja.
Sebelumnya, Axiata Group Berhad dan Sinar Mas menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang berfokus pada pengembangan ekosistem telekomunikasi dan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara. Salah satu MoU tersebut menegaskan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan rencana merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telcom menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
Entitas gabungan ini diharapkan memiliki nilai perusahaan pra-sinergi lebih dari Rp 104 triliun dengan estimasi pendapatan proforma Rp 45,4 triliun. Aksi korporasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat konektivitas digital, serta mendorong inovasi di sektor telekomunikasi dan teknologi finansial.
Advertisement
Peluang Sinergi
Selain merger, kedua perusahaan juga menjajaki peluang sinergi di bidang layanan 5G, infrastruktur digital, dan teknologi finansial untuk mempercepat transformasi digital di Malaysia, Indonesia, dan kawasan sekitarnya. Namun, realisasi merger ini masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, dengan target penyelesaian pada paruh pertama 2025.
Group Chief Executive Officer of Axiata Group, Vivek Sood menyatakan, nota kesepahaman dengan Sinar Mas merupakan langkah penting dalam memajukan kerja sama regional untuk membentuk gelombang transformasi digital berikutnya di Asia Tenggara dan memajukan layanan di wilayah-wilayah yang tengah bertumbuh.
"Dengan memperdalam dan menegaskan kembali kemitraan kami yang telah terjalin dengan Sinar Mas, kami berupaya untuk mendayagunakan potensi transformatif dari jaringan 5G, solusi bisnis, dan infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjembatani ketimpangan digital di Malaysia, Indonesia, dan sekitarnya," kata dia.
Analisis Pasar
Dalam Nota kesepahaman pertama, Axiata dan Sinarmas akan melaksanakan analisis pasar secara mendalam, mengevaluasi lanskap kompetisi, dan mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi pada pasar prioritas.
Kedua entitas akan mengevaluasi kompetensi inti dalam ekosistem masing-masing untuk memprioritaskan peluang dan menentukan model operasi yang optimal untuk menangkap potensi pasar secara efektif. Kedua belah pihak juga memfasilitasi kemitraan strategis dalam ekosistem yang dimiliki untuk menginkubasi bisnis-bisnis baru dan mendorong inovasi demi menjamin keselarasan antara agenda ekonomi digital nasional hingga regional.
Chairman of Sinar Mas Telecommunications and Technology, Franky Oesman Widjaja menyatakan, dua nota kesepahaman yang ditandatangani bersama Axiata itu mewakili sebuah babak baru yang menggembirakan dalam visi bersama mengakselerasi transformasi digital Malaysia dan Indonesia.
Perusahaan percaya kemampuan kedua entitas yang bersinergi akan memberikan nilai lebih jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, dan memberikan kontribusi bermakna terhadap ekonomi digital kawasan dengan memperkuat konektivitas, mendorong inovasi, dan membantu memberdayakan bisnis serta komunitas di kawasan.
“Sinar Mas ingin bekerja sama dengan Axiata untu mengeksplorasi berbagai peluang inovatif baru sambil mendukung visi ekonomi digital yang berkembang di Malaysia dan Indonesia. Bersama kita dapat menciptakan tolak ukur kolaborasi regional, menciptakan masa depan yang semakin terhubung dan sejahtera," kata dia.
Advertisement
Komitmen Axiata dan Sinarmas
Nota Kesepahaman yang kedua bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen Axiata dan Sinarmas yang tertuang dalam Perjanjian Definitif yang diumumkan bersama pada tanggal 11 Desember 2024 untuk memajukan rencana merger PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telcom membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) di Indonesia.
Nota Kesepahaman yang ditandatangani menegaskan kembali niat bersama kedua pihak dalam transaksi penting ini, yang akan memberikan XLSmart nilai gabungan perusahaan pra-sinergi sebesar lebih dari Rp 104 triliun atau sekitar USD 6,5 juta dan estimasi pendapatan proforma sebesar Rp 45.4 triliun, sebagai perlambang komitmen kolektif mendorong inovasi, memperbaiki kualitas pelayanan pelanggan, dan meningkatkan konektivitas digital di Indonesia sekaligus berkontribusi kepada pasar telekomunikasi yang lebih sehat dan kompetitif.
Nota kesepahaman ini menegaskan keinginan kedua belah pihak untuk bekerja sama dengan niat baik untuk memenuhi berbagai ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Definitif, memastikan transaksi yang dilaksanakan berjalan dengan lancar. Kesepakatan ini juga menggaris bawahi tujuan bersama untuk meningkatkan dan melihat sinergi potensial dari penggabungan usaha masing-masing pihak.
