Liputan6.com, Jakarta - Jaminan atas keamanan infrastruktur telekomunikasi menjadi hal yang sangat mendesak mengingat semakin meningkatnya kebutuhan publik atas layanan telekomunikasi seluler.
Untuk memastikan masalah keamanan ini, Asosiasi Penyelanggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia(ATSI) dan Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) menjalin kerjasama dengan Polri.
Ketua Umum ATSI, Alexander Rusli, mengatakan kerjasama dengan Polri ini terutama untuk mendapatkan jaminan keamanan dari berbagai kemungkinan terjadinya tindak kejahatan dan sabotase.
"Infrastruktur telekomunikasi itu sebenarnya masuk kategori obyek vital. Jika terjadi gangguan atas infrastruktur yang terdiri dari berbagai perangkat tersebut, maka akan akan mengganggu layanan kepada masyarakat," ungkapnya, Jumat (29/5/2015).
Di sisi lain, ketergantuangan masyarakat atas layanan seluler semakin tinggi untuk berbagai keperluan, termasuk juga dipergunakan oleh kalangan pemerintahan dan aparatur negara. Makanya kesepakatan ini menjadi hal yang sangat penting.
Alex menambahkan, laporan dari penyelenggara telekomunikasi dan penyedia menara, menyebutkan bahwa pada tahun 2013 tidak kurang dari 8.000 kasus ancaman, hambatan dan gangguan terhadap sarana dan prasarana telekomunikasi di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi.
Tingginya jumlah gangguan terhadap sarana dan prasarana telekomunikasi tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung telah berdampak negatif terhadap kinerja penyelenggaraan telekomunikasi antara lain berupa "blank spot", putusnya hubungan, dan menurunnya kualitas layanan.
Selanjutnya, MOU antara penyedia layanan telekomunikai dan Polri tersebut akan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait.
MOU ini diharapkan akan menjadi payung hukum dalam rangka perlindungan infrastruktur sarana dan prasarana telekomunikasi yang dimiliki dan dikelola oleh para operator. ‎
(yas/dhi)
Cegah Sabotase, Operator Seluler Gandeng Polri
ATSI, ASPIMTEL dan Polri menandatangani MOU perlindungan infrastruktur sarana dan prasarana telekomunikasi.
Diperbarui 29 Mei 2015, 16:35 WIBDiterbitkan 29 Mei 2015, 16:35 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Sempat Kuasai Lomba, Pembalap Astra Honda Petik Poin Berharga di IATC Buriram 2025
Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat: Panduan Lengkap untuk Ibadah Malam yang Penuh Berkah
Polisi: Fiersa Besari dan Rombongan Sudah Dievakuasi dari Puncak Cartensz
Petugas Amankan Musang, Kelelawar hingga Tikus Beku dari Penumpang di Pelabuhan Gorontalo
Festival Musim Panas di Jepang Bakal Tampilkan Gunung Fuji Penuh Kembang Api
Industri Keramik Bisa Bernapas Lega Usai Harga Gas Murah Lanjut
Link Live Streaming LaLiga Barcelona vs Real Sociedad, Sebentar Lagi Tayang di Vidio
Kronologi Meninggalnya 2 Pendaki Wanita di Carstensz Pyramid Papua karena Hipotermia
Ganda Campuran dan Ganda Putra Indonesia Juara Sri Lanka International Challenge 2025
Cara Menuju Jewel Changi dari Terminal 4, Begini Langkah-Langkahnya
Dari Musik ke Dapur Restoran Michelin Star: Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Belanda
7 Respons Mulai Karyawan Serikat Buruh, Wamenaker, hingga DPR Usai PHK Massal Sritex