Liputan6.com, Bali Wakili Presiden Joko Widodo dalam Acara Puncak Indonesia Development Forum (IDF) 2022, Selasa (22/11/2022), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atau Menko Airlangga menerangkan salah satu strategi yang ditempuh Pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi.
Salah satu strategi tersebut yaitu reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja guna meningkatkan produktivitas melalui pemberian kemudahan berusaha.
Baca Juga
“Pemerintah bertekad untuk menjalankan hilirisasi sebagai salah satu agenda yang bersinergi dalam mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Upaya ini memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan devisa dari investasi dan ekspor serta penambahan jumlah serapan tenaga kerja,” ujar Airlangga.
Advertisement
Airlangga menambahkan, hilirisasi akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia sehingga mendorong peningkatan daya saing di pasar global.
Menko Airlangga juga menjelaskan Pemerintah turut melakukan pengurangan ketergantungan impor pada beberapa komoditas melalui program subtitusi impor 35 persen.
Program subtitusi impor tersebut dilaksanakan melalui program Making Indonesia 4.0 yang berfokus pada lima sektor utama yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, serta dua sektor industri yang ditambahkan sejak terjadinya pandemi yakni alat kesehatan dan farmasi.
“Saat ini telah muncul juga gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, internet of things, blockchain, artificial intelligence, dan cloud computing yang baik untuk kita kuasai dan manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” jelas Airlangga.
Arahan Jokowi
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga turut menekankan arahan Presiden terkait pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta pelaku industri.
Kolaborasi ini untuk dapat mendorong tindak lanjut rencana dan rekomendasi dalam menciptakan ekosistem industri yang lebih baik melalui kontribusi ide maupun eksekusi bersama.
“Hal ini dapat tercapai melalui pembangunan yang merata dan inklusif, penciptaan SDM unggul, penciptaan ekonomi maju dan berkelanjutan serta negara yang yang demokratis kuat dan bersih,” pungkas Menko Airlangga.
Advertisement
Jokowi Ungkap 2 Sektor Prioritas untuk Dorong Pemulihan Ekonomi Global
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengemukakan dua sektor prioritas yang bisa mendorong upaya pemulihan ekonomi global. Pertama, kata dia, membangun rantai pasok yang lebih resilien.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berbicara pada Dialog Informal Pemimpin APEC dengan sejumlah undangan di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok Thailand, Jumat (18/11/2022).
"Rantai pasok pangan dan energi perlu dijaga. Sumber alternatif, rute dan hub logistik baru perlu didukung investasi baru," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Jumat (18/11/2022).
Menurut dia, hilirisasi menjadi kunci agar negara berkembang dapat menjadi bagian rantai pasok melalui produksi barang yang memiliki nilai tambah, bukan hanya sebagai sumber bahan baku.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan hal lain yang penting untuk mendukung pembangunan rantai pasok adalah pembangunan infrastruktur. Asian Development Bank (ADB) menyampaikan bahwa kebutuhan pembiayaan infrastruktur negara berkembang di Asia mencapai USD 1,7 trilyun per tahun.
"APEC perlu memobilisasi pembiayaan infrastruktur," ujarnya.
Adapun sektor prioritas kedua yaitu, kerja sama industri kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Data UNESCO, sektor kreatif dan budaya menyumbang 3,1 persen PDB global dan 6,2 persen lapangan kerja.
"Ekonomi kreatif adalah sektor masa depan dan pilar pertumbuhan inklusif karena mendobrak batas geografis, gender, etnis, strata ekonomi dan mendorong pencapaian SDGs," jelas Jokowi.
Oleh karena itu, dia mendorong APEC mendukung industri kreatif termasuk pariwisata agar lebih resilien. Termasuk, lewat transformasi digital dan pembangunan sumber daya manusia.
Semangat Kolaborasi
Selain itu, Jokowi kembali menegaskan semangat kolaborasi untuk merubah krisis sebagai momentum untuk pulih dan menjadi lebih kuat.
"Pada akhirnya pemulihan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan adalah tujuan akhir kita. Perdagangan dan investasi adalah jembatan kita," pungkas Jokowi.
Selain pemimpin ekonomi APEC, hadir pula dalam pertemuan tersebut sejumlah pemimpin ekonomi di luar APEC yang diundang antara lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Advertisement