Lantik 3 Pejabat Baru SKK Migas, Bahlil Tak Ingin Target Lifting Minyak Meleset

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berpesan kepada tiga pejabat baru SKK Migas, agar target lifting minyak sebesar 650 ribu bph pada 2025

oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana Diperbarui 26 Feb 2025, 19:09 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 19:09 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pelantikan ini jadi bagian dari upaya konsolidasi guna menggenjot percepatan lifting migas yang belum capai target.

Acara pelantikan dilaksanakan di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (26/2/2025). Adapun ketiga pejabat SKK Migas yang dilantik, antara lain Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta; Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus; dan Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana.

Bahlil berpesan kepada tiga pejabat baru SKK Migas, agar target lifting minyak sebesar 650 ribu bph pada 2025 bisa tercapai. Ia meminta proses produksi minyak dilakukan tanpa bertele-tele, dengan turut memanfaatkan teknologi terkini. 

"Saya meminta agar apa yang sudah dibuat roadmap-nya itu dieksekusi. Jangan lagi muter-muter. Sekarang bukan waktunya untuk berdiskusi, waktu sekarang itu untuk mengeksekusi," tegas Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga menyampaikan pesan kepada Eka Bhayu Serta selalu Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, agar senantiasa menaati aturan yang ada. Sembari menjalankan pembinaan terhadap pengusaha-pengusaha di daerah.

"Tolong perhatikan aturan baik-baik. Tuan Bapak itu cuma aturan aja yang bisa menyelamatkan bapak, dan saya minta agar melakukan pembinaan kepada pengusaha-pengusaha daerah itu harus dilakukan," pinta Bahlil.

Di sisi lain, ia pun berharap pada Deputi Eksploitasi SKK Migas yang baru dilantik, Taufan Marhaendrajana, untuk melakukan berbagai inovasi demi mendongkrak lifting minyak dan gas secara nasional.

"Saya minta tolong untuk agar bagaimana caranya produksi lifting kita yang sekarang hanya 580.000-590.000, itu ke depannya bisa naik. Saya targetkan di 2025 itu harus minimalnya 630.000-650.000 barel per hari, sambil menunggu intervensi teknologi," bebernya.

 

Belum Capai Target pada 2024

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)... Selengkapnya

Adapun realisasi lifting minyak sepanjang 2024 berada di angka 579,7 ribu barel per hari (bph). Catatan ini masih lebih rendah dibanding target APBN 2024, yakni 635 ribu bph. 

Kendati begitu, Bahlil melaporkan, produksi lifting minyak nasional telah mencapai 600 ribu barel per hari (bph) selama dua bulan terakhir, yakni November dan Desember 2025. 

Bahlil menceritakan, di masa-masa awal ia menjabat sebagai Menteri ESDM pada Agustus-September 2024, produksi minyak nasional hanya berada di kisaran 575-580 ribu barel per hari. 

"Lifting kita dua bulan terakhir sudah naik di angka 600 ribu barel per hari. Di November-Desember (2024) sudah mencapai 600-602 ribu bph," jelas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada awal Januari 2025.

Kerap Tak Capai Target

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik tiga pejabat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)... Selengkapnya

Sebelumnya, ia membeberkan, target produksi minyak nasional tidak pernah tercapai lantaran angka lifting selalu mengalami tren penurunan. Namun berkat reformasi yang dibawanya, lifting migas perlahan mulai naik. 

Reformasi yang dilakukan mencakup pembaruan kebijakan, untuk menciptakan keseimbangan antara pemerintah dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau kontraktor migas. 

"Kita melakukan pendekatan saling menguntungkan dengan KKKS. Termasuk melalui pola pembagian hasil gross split maupun cost recovery. Dengan cara ini, kami mendorong peningkatan produksi secara signifikan," ungkapnya. 

Alhasil, ia pun optimistis realisasi lifting minyak nasional pada 2025 bisa melampaui target APBN, yang berada di kisaran 605 ribu barel per hari. 

"Mudah-mudahan ada angin segar memasuki target 2025. Karena target APBN 2025 itu 605 ribu bph. Kami yakin ini akan tercapai," tegas Bahlil.

 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya