Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkirakan konsumsi listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya bakal turun 20 persen selama Lebaran 2025.
"Saat Lebaran nanti bebannya turun dibandingkan hari-hari normal, mungkin sekitar 10-20 persen," ujar Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, dikutip Selasa (25/3/2025).
Baca Juga
Haris melaporkan, daya mampu pasok di Jakarta tercatat sebesar 7.500 megawatt (MW), dengan beban puncak mencapai 5.600 MW. Sehingga, terdapat cadangan daya sebesar 1.900 MW untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya di Lebaran 2025.
Advertisement
"Artinya, PLN UID Jaya siap melayani pasokan listrik dalam rangka bulan Ramadan sampai nanti Idul Fitri 1446 Hijriah," kata Haris.
Ia turut mengingatkan kepada para warga Jakarta yang bakal pergi mudik, agar tetap meninggalkan kediamannya dengan aman. Khususnya terkait sambungan listrik.
"Memang kemungkinan adanya potensi-potensi bahaya itu pasti selalu ada. Jadi kami imbau kepada para pelanggan kami sebelum mudik, tolong dicek dulu listriknya," pinta dia.
Ia mengambil contoh, perangkat-perangkat tersambung listrik yang tidak dipakai agar bisa dicabut dulu dari stop kontak, semisal penanak nasi atau rice cooker hingga lampu colokan.
"Sehingga yang nyala di rumah memang perlengkapan yang perlu nyala. Contoh, lampu atau kulkas buat menjaga keawetan makanan," imbuh Haris.
Jangan Lupa Isi Token Listrik
Selain itu, Haris juga mendorong para pelanggan listrik yang menggunakan token agar mengisi saldo terlebih dahulu. Sehingga rumahnya tidak kehabisan token saat ditinggal mudik.
"Listriknya mati karena kehabisan token, jadi tolong diisi dulu. Sehingga nanti tokennya itu bisa bertahan dan listriknya bisa tetap nyala sampai balik mudik kembali. Begitu juga untuk yang pasca bayar, silakan bayar rekening listriknya dulu," ungkapnya.
Terkait potensi adanya cuaca ekstrem, Haris mengajak warga turut waspada dalam meninggalkan rumahnya. Dengan cara menaruh colokan listrik ke tempat yang lebih tinggi, agar bisa aman dari potensi bencana semisal banjir.
Simpan Colokan Lebih Tinggi
"Untuk lokasi-lokasi yang berbahaya yang mungkin kita tahu beberapa minggu ada potensi banjir, kami mengimbau juga kepada seluruh pelanggan kami, perlengkapan listrik terutama colokan, kabel roll dan lain sebagainya yang biasanya ada di posisi lantai, tolong itu bisa diletakan di tempat yang lebih tinggi. Karena kita kan enggak tahu ini, besok, dua/tiga hari lagi tahu-tahu ada hujan deras sehingga banjir," bebernya.
"Kalaupun terjadi hal itu, maka perlengkapan listrik yang tadinya di bawah bisa aman karena ada di atas. Begitu juga untuk perlengkapan yang ada di luar rumah, yang mungkin tutup lampunya pecah dan belum diperbaiki, tutup aja dulu. Takutnya itu konsleting gara-gara hujan," pungkas dia.
Advertisement
PLN Prediksi Beban Puncak Listrik Lebaran 2025 Turun 30%
Sebelumnya, PT PLN (Persero) memprediksi beban puncak kelistrikan saat periode Lebaran 2025 akan turun sekitar 30 persen. Lantaran aktivitas perkantoran dan perindustrian yang memakan tenaga listrik besar bakal berhentik sementara.
"Kita menyadari bahwa pada saat Hari Raya memang beban listrik secara keseluruhan menurun, karena memang banyak kantor-kantor, pabrik-pabrik, industri, memang pada tutup. Sehingga diperkirakan beban akan turun sekitar 30 persen dari beban di hari biasa," ujar Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Adi Priyanto dalam sesi bincang media di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Kendati begitu, Adi melanjutkan, PLN tetap bersiap untuk menyiagakan listrik di atas jumlah kebutuhan yang ada.
"Kami perkirakan bahwa beban pembangkit nantinya akan sekitar 45 GW, proyeksi pada saat Idul Fitri. Tetapi pembangkitannya akan kita buat cukup, yaitu sebesar 67 GW di seluruh Indonesia," terang dia.
"Kita masih punya cadangan yang sangat-sangat cukup, yaitu 22 GW atau sekitar 49 persen, ini rata-rata seluruh Indonesia," Adi menambahkan.
Tak hanya itu, ia menambahkan, PLN juga harus menyiapkan energi yang bersumber dari alam untuk menghasilkan listrik. Semisal untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan menyiapkan stok batu bara sebanyak 2 hari operasi.
"Selain itu juga kami punya pembangkit gas yang tersebar. Kami jaga 30 hari operasi, sehingga sangat cukup menjaga keandalan pasokan," jelas dia.
Di sisi lain, PLN juga mempersiapkan stok BBM yang bakal digunakan untuk pembangkit listrik di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
"Kemudian juga ada BBM-BBM yang kita siapkan untuk daerah-daerah yang terpencil, remote, yang masih gunakan BBM. Menyiapkannya sebanyak 20 hari operasi," imbuh Adi
Pengguna Mobil Listrik Naik 5 Kali Lipat
Di sisi lain, PLN memperkirakan adanya lonjakan jumlah pengguna kendaraan listrik (EV) di musim mudik Lebaran 2025 hingga mencapai 5 kali lipat. Kunjungan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang Cirebon-Batang diprediksi bakal jadi yang terpadat.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kenaikan jumlah pengguna mobil listrik sudah mulai terlihat di musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, dengan lonjakan hingga 4 kali lipat.
"Jadi untuk lebaran Ramadhan dan Lebaran 1446 Hijriah ini kita perkirakan naik 5 kali lipat," ujar Darmawan beberapa waktu lalu.
Untuk itu, PLN atas arahan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memantau titik SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi di masa Nataru 2025/2025 lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan di periode mudik dan balik Lebaran nanti.
Secara hitungan, Darmawan menyebut, jumlah pemudik dengan mobil listrik yang melakukan pengisian baterai EV terbanyak bakal terjadi di sepanjang Cirebon, Jawa Barat, hingga Batang, Jawa Tengah.
"Bahwa mobil listrik jarak tempuhnya sekitar 350 km, dan saudara-saudara kita pada waktu mudik rata-rata charging-nya pada waktu jarak tempuhnya sekitar 200 sampai 250 km," terang dia.
"Dan itu kalau dari Jakarta sekitar di Cirebon sampai ke Tegal dan sampai ke Batang, itu jaraknya sekitar 200 sampai 250 km. Jadi itu adalah daerah-daerah yang okupansi SPKLU-nya tinggi," sambungnya.
Selain itu, para pemudik diprediksi juga bakal banyak melakukan charging mobil listrik di beberapa titik hingga ke Surabaya, Jawa Timur. "Kemudian kalau mereka nge-charge di Cirebon, akan nge-charge lagi di Semarang. Kemudian akan nge-charge lagi di Madiun, kemudian nge-charge lagi di Surabaya dan sekitar itu," imbuhnya
Advertisement
Perbanyak SPKLU Fast Charging
Mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN juga telah menyiapkan SPKLU fast charging di sejumlah rest area tol dengan jarak setiap 22 km. Terutama di jalur dengan tingkat okupansi terpadat dari Cirebon-Batang.
"Khusus untuk yang SPKLU dengan okupansi tinggi itu jumlahnya sekitar 108, itu kami tingkatkan menjadi lebih dari 8 kali lipat. Untuk itu lah maka di okupansi yang tinggi ini SPKLU-nya kami tambah secara drastis," ungkapnya.
Tak hanya di jalur padat pemudik, PLN juga tetap menambah jumlah tempat pengisian baterai di jalur-jalur yang tak banyak dilalui kendaraan listrik.
"Untuk wilayah dengan okupansi yang rendah pun masih kami tambah mendekati 2 kali lipat. Itu di daerah-daerah yang memang kita melihat selama mudik kemarin, peningkatan jumlah charging-nya selama mudik juga tidak bertambah secara banyak," ucapnya.
