3 Alasan Mengapa AC Milan Gagal Menang Meyakinkan Lawan Genoa

Kemenangan AC Milan ini sangat dibutuhkan Giampaolo untuk meringankan tekanan. Sudah saatnya Giampaolo tak selalu mengandalkan wajah-wajah lama yang sama yang terus frustrasi.

oleh Achmad Yani Yustiawan diperbarui 06 Okt 2019, 13:00 WIB
Diterbitkan 06 Okt 2019, 13:00 WIB
Gelandang AC Milan, Franck Kessie ketika mengeksekusi penalti ke gawang Genoa
Gelandang AC Milan, Franck Kessie ketika mengeksekusi penalti ke gawang Genoa di Stadion Luigi Ferraris, dalam laga pekan ketujuh Serie A (Foto: AC Milan)

Liputan6.com, Milan - AC Milan menaklukkan tuan rumah Genoa dengan skor 2-1 di Stadion Luigi Ferraris, dalam pertandingan pekan ketujuh Liga Italia Serie A, Minggu (6/10/2019) dini hari WIB. Kemenangan ini sangat dibutuhkan terutama untuk sang pelatih Marco Giampaolo untuk meringankan sebagian tekanan.

Pada laga itu, AC Milan tertinggal karena kesalahan kiper Pepe Reina. Tapi, gol dari Theo Hernandez dan Franck Kessie membalikkan keadaan bagi Rossoneri untuk memastikan tiga poin.

Meski ada hal-hal positif yang ditampilkan AC Milan pada awal babak kedua, itu tetap merupakan kinerja yang tidak sedikit meyakinkan sepenuhnya tim sudah berada di jalur yang benar. Tapi, dengan ada waktu istirahat karena jeda internasional Giampaolo bisa memperbaiki kekurangan timnya.

AC Milan bermain lambat, bahkan loyo di babak pertama. Situasi itu sudah diduga karena tim meninggalkan pemain seperti Rafael Leao dan Ismael Bennacer yang seharusnya mendampingi Theo Hernandez. Trio ini sebenarnya mampu memberikan permainan penting di MIlan .

Kini, Giampaolo harus sudah merasa puas dengan tim utama yang seimbang. Laga tadi malam melawan Genoa pasti memberinya jawaban yang diperlukan tentang siapa pemain yang ditempatkan paling baik untuk memastikan performa AC Milan terus meningkat.

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Peran Calhanoglu dan Suso

AC Milan, Hakan Calhanoglu
Gelandang AC Milan, Hakan Calhanoglu memuji peran Gennaro Gattuso dalam kariernya. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Penampilan Hakan Calhanoglu di babak pertama sungguh tidak meyakinkan. Itu adalah penampilan individu yang buruk baik di dalam maupun di luar bola.

Konsistensi dia musim ini bahkan di bawah rata-rata. Dia tidak bisa tetap berada di starting line up apalagi jika sudah ada Lucas Paqueta.

Begitu juga performa Suso meski Giampaolo selalu ingin bersamanya. Pemain asal Spanyol tampil tak cukup baik, tidak ada tembakan langsung atau pengiriman umpan ke dalam kotak penalti.


Dorongan Besar Bonaventura

Badai Cedera Hantui Pemain AC Milan Jelang Laga Kontra Juventus
Bonaventura merupakan pemain penting di lini tengah Milan bersama Calhanoglu. Namun dua minggu silam pamain 29 tahun tersebut menderta cedera lutut yang cukup parah yang memaksakannya abses beberapa pekan kedepan. (AFP/Miguel Medina)

Yang membedakan Jack, nama sapaan akrab Bonaventura, adalah kesadaran taktis dan kecerdasannya di lapangan. Dia jarang membuat keputusan yang salah dan selalu menunjukkan kualitas lebih dalam apa yang dia lakukan.

Selain itu, ketidakpastiannya dan pergerakannya dari bola, merupakan dorongan besar untuk membuatnya fit kembali dan memulai lagi, dan diharapkan ia dapat berkembang dari kekuatan ke kekuatan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Idealnya, trio Theo Hernandez, Paqueta dan Bonaventura yang bekerja bersama-sama di sisi kiri dapat menambah kualitas nyata untuk AC Milan , seperti yang terlihat di babak kedua melawan Genoa.


Kepercayaan pada Rafael Leao

Milan Vs Inter
Striker AC Milan, Rafael Leao, berebut bola dengan gelandang Inter Milan, Nicolo Barella, pada laga Serie A di Stadion San Siro, Milan, Sabtu (21/9). Milan kalah 0-2 dari Inter. (AFP/Miguel Medina)

Pada akhirnya, kepercayaan Milan tetap pada Krzysztof Piatek di lini depan. Tapi ketimbang terus memintanya untuk memainkan peran yang tidak efektif, ia tidak akan lagi produktif mencetak gol.

Leao menunjukkan di babak kedua bahwa ia harus mulai ketika langkah, gerakan, keterusterangan, dan ancaman serangannya secara umum menambah sesuatu yang sama sekali berbeda dengan lini depan kami.

Sangat mengejutkan bahwa ia tidak mulai memberikan penampilannya dalam dua pertandingan terakhir. Leao dan Ante Rebic, adalah dua pemain yang 'lapar' dan dapat menambahkan dinamika berbeda pada kualitas teknis yang dapat diberikan oleh pemain seperti Giacomo Bonaventura, Paqueta, Bennacer, dan lainnya. Sudah waktunya Giampaolo tidak selalu mengandalkan wajah-wajah lama yang sama yang terus frustrasi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya