Mengenal Apa Itu Jalan Kaki 6-6-6 dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Metode 6-6-6 mengacu pada rutinitas berjalan kaki selama 60 menit, dua kali sehari, yaitu pada pukul 6 pagi dan 6 sore.

oleh Edelweis Lararenjana Diperbarui 24 Mar 2025, 22:47 WIB
Diterbitkan 24 Mar 2025, 22:39 WIB
Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)
Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Jalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memerlukan peralatan khusus. Jika dilakukan secara rutin dengan pola yang terstruktur, seperti metode 6-6-6, aktivitas ini dapat membantu membakar lemak perut serta memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Metode 6-6-6 mengacu pada rutinitas berjalan kaki selama 60 menit, dua kali sehari, yaitu pada pukul 6 pagi dan 6 sore. Selain itu, agar lebih efektif dan aman, disarankan untuk melakukan pemanasan selama 6 menit sebelum berjalan serta pendinginan selama 6 menit setelahnya. Pola ini tidak hanya membantu meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga mendukung metabolisme yang lebih optimal.

Menurut ahli kebugaran Varun Rattan, metode 6-6-6 dapat memaksimalkan manfaat jalan kaki sehari-hari, tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik tetapi juga membantu menurunkan berat badan dan mempercepat metabolisme tubuh. Dengan menerapkan pola ini secara konsisten, Anda tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memperoleh berbagai manfaat tambahan.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah tujuh manfaat utama dari rutinitas jalan kaki 6-6-6 yang dapat membantu mengurangi lemak perut serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Promosi 1

1. Membantu Membakar Kalori

Untuk mencapai hasil optimal dalam menurunkan kolesterol, gabungkan latihan aerobik seperti berjalan kaki dengan latihan kekuatan. (Ilustrasi oleh AI)
Untuk mencapai hasil optimal dalam menurunkan kolesterol, gabungkan latihan aerobik seperti berjalan kaki dengan latihan kekuatan. (Ilustrasi oleh AI)... Selengkapnya

Salah satu manfaat utama dari metode 6-6-6 adalah efektivitasnya dalam membakar kalori. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Sports Medicine and Health Science pada tahun 2021, berjalan kaki sejauh 1,6 kilometer dapat membakar sekitar 107 kalori.

Namun, jumlah kalori yang terbakar dapat berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor, seperti berat badan, jenis kelamin, dan usia. Semakin rutin Anda berjalan dengan intensitas yang konsisten, semakin banyak kalori yang terbakar, sehingga membantu dalam proses penurunan berat badan secara bertahap.

2. Mempercepat Proses Metabolisme

Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)
Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)... Selengkapnya

Metode 6-6-6 memiliki peran penting dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan rutin berjalan kaki, tubuh menjadi lebih efisien dalam mengolah energi, yang secara langsung berdampak pada peningkatan laju metabolisme.

Menurut Varun Rattan, "Metabolisme yang lebih tinggi berarti tubuh mampu membakar lebih banyak kalori bahkan saat beristirahat. Seiring waktu, hal ini membantu tubuh lebih efektif dalam membakar lemak." Dengan menerapkan pola ini secara konsisten, Anda tidak hanya mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik, tetapi juga mengalami perubahan positif dalam cara tubuh mengelola energi, menjadikannya strategi yang efektif untuk mencapai kebugaran optimal.

3. Menurunkan Tingkat Stres

Potret Berjalan Kaki Santai di Alam Terbuka
Ilustrasi berjalan kaki santai di alam terbuka sebagai upaya untuk mengurangi stress. source: freepik.com... Selengkapnya

Stres sering kali menjadi pemicu utama peningkatan berat badan dan menghambat usaha untuk menurunkannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol, yang dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat serta mengganggu kualitas tidur.

Berjalan kaki secara rutin, terutama dengan pola 6-6-6, telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar kortisol dan mengurangi tingkat stres. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang pelepasan endorfin, hormon yang membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres emosional yang sering kali memicu kebiasaan makan berlebihan. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine juga menunjukkan bahwa jalan kaki secara teratur dapat menjadi strategi alami untuk mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)
Kombinasikan latihan aerobik seperti jalan kaki dengan latihan kekuatan untuk hasil maksimal menurunkan kolesterol. (Ilustrasi by AI)... Selengkapnya

Kelebihan berat badan, terutama di area perut, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes. Menurut jurnal AHA/ASA, "Jalan kaki merupakan latihan kardiovaskular yang sangat baik untuk memperkuat jantung dan memperbaiki sirkulasi darah." Dengan menerapkan metode 6-6-6, Anda dapat membangun kebiasaan berjalan kaki secara rutin yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.

Selain membantu menjaga berat badan, jalan kaki juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental dan emosional. Aktivitas ini dapat mengurangi stres, meningkatkan energi, serta memperbaiki suasana hati. Oleh karena itu, menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian bukan hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

5. Meningkatkan Respons Insulin

Ilustrasi jalan kaki di pagi hari
Ilustrasi jalan kaki di pagi hari. (Photo by Kate Joie on Unsplash)... Selengkapnya

Berjalan kaki memberikan banyak manfaat, terutama bagi individu yang mengalami resistensi insulin atau berisiko terkena diabetes tipe 2. Dengan menerapkan pola 6-6-6, tubuh dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti glukosa dapat diolah lebih efisien dan digunakan sebagai sumber energi.

Peningkatan sensitivitas insulin ini membantu mengurangi kadar gula darah serta mencegah penumpukan lemak berlebih. Selain itu, tubuh menjadi lebih efektif dalam mengelola energi, yang berkontribusi pada pengendalian berat badan yang lebih baik dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

6. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)
Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)... Selengkapnya

Jalan kaki dapat membantu merangsang otot-otot dalam sistem pencernaan, sehingga memperlancar pergerakan makanan di dalam tubuh. Dengan menerapkan pola 6-6-6, yang mencakup berjalan kaki selama 60 menit secara rutin, Anda dapat mengurangi masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, dan ketidaknyamanan lainnya.

Selain itu, pencernaan yang lancar juga berkontribusi pada peningkatan metabolisme, memungkinkan tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat tidak berolahraga. Seperti yang disebutkan dalam berbagai penelitian, "Jalan kaki dapat merangsang otot-otot saluran pencernaan, membantu makanan bergerak lebih efisien melalui sistem pencernaan." Oleh karena itu, menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan harian dapat memberikan manfaat ganda bagi kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh Anda.

7. Memperbaiki Kualitas Tidur

Ilustrasi Jalan Kaki
Ilustrasi jalan kaki. (dok. Unsplash.com/@areksan)... Selengkapnya

Pola 6-6-6 tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas tidur dengan membantu mengatur siklus tidur dan merangsang produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur pola tidur.

Menurut Varun Rattan, "Jalan kaki, terutama di sore hari, membantu menenangkan pikiran dan mempersiapkan tubuh untuk tidur yang lebih dalam dan nyenyak." Tidur yang berkualitas sangat penting bagi metabolisme lemak dan penurunan berat badan, karena saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan sel dan pembakaran lemak. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity, yang menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme tubuh.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya