Liputan6.com, London - Setelah sempat 'hilang', daging sapi dan domba Inggris akan kembali menghiasi daftar menu di Amerika Serikat (AS) pada Januari 2016 mendatang. Pasalnya, Negeri Paman Sam telah mencapai kesepakatan impor dengan Britania Raya.
Seperti dimuat Daily Telegraph, Rabu (27/7/2016) setelah dua dekade terakhir, AS akan kembali mengimpor daging merah asal Inggris yang kini sudah dianggap layak untuk dikonsumsi.
Sebelumnya, daging merah asal Inggris sempat dilarang menyusul skandal 'penyakit sapi gila' atau BSE.
Keputusan impor ini menjadi kesepakatan perdagangan pertama yang dicapai kedua negara pasca-Brexit. Kementerian Lingkungan, Makanan, dan Wilayah Pedesaan Inggris mengestimasi impor sapi ke AS mampu meningkatkan perekonomian senilai 35 juta euro per tahun.
Masuknya kembali daging merah ke AS terjadi setelah Inggris menunjukkan dokumen setebal 1.000 halaman pada April lalu. Isinya, terkait rincian peningkatan standar di peternakan Inggris selama bertahun-tahun pasca-BSE.
Periode diskusi kedua negara berlangsung selama 60 hari, di mana AS akan kembali mengonfirmasi apakah daging sapi asal Inggris memenuhi aturan standar keamanan pangan dan kesehatan hewan. Jika tak ada aral melintang, rakyat AS dapat kembali menikmati daging merah asal negeri pimpin Ratu Elizabeth itu pada awal 2017.
Berbicara dalam pembukaan pertemuan National Sheep Association (NSA) di Malvern, Worcestershire, Menteri Pertanian Inggris George Eustice mengonfirmasi bahwa AS telah merilis proposal untuk melonggarkan pembatasan impor daging sapi dan domba.
"Keputusan AS untuk untuk terus dengan proposal melonggarkan pembatasan ekspor domba Inggris adalah berita bagus bagi petani kita yang selangkah lagi dapat mengakses pasar Amerika yang menghasilkan keuntungan 35 juta euro per tahun," ujar Menteri Pertanian Inggris, George Eustice.
"Industri makanan dan minuman kita yang mendunia adalah bagian penting dari keberhasilan ekonomi negara kita dan di samping menjalin kesepakatan yang baik dengan tetangga kami di Eropa, kami juga ingin mengamankan lebih banyak peluang ekspor di AS serta dengan teman-teman dekat kami yang tergabung di persemakmuran maupun negara-negara lain di dunia," imbuhnya.
Sementara itu, sambutan baik terhadap ekspor daging merah ini juga diberikan oleh ketua NSA, Phil Stocker.
"Sangat menggembirakan bahwa AS bersedia membuka pintunya. Penjualan domba di AS terpuruk selama bertahun-tahun sebagai akibat dari jatuhnya produksi dalam negeri dan kami ingin melihat domba Inggris diekspor dan dipromosikan demi meningkatkan konsumsi," tegas Stocker.
Sementara itu, Ketua Dewan Persatuan Petani Nasional Inggris, Charles Sercombe mengatakan AS adalah pasar yang sangat potensial.
"AS adalah pasar yang berpotensi besar dan makmur yang memiliki hubungan kuat dengan Inggis sebagaimana kami berbagi sejarah dan bahasa," tutur Sercombe.
Setelah 20 Tahun, Daging Merah Asal Inggris Kembali Beredar di AS
Beberapa tahun menghilang, kini daging merah asal Inggris dapat dinikmati kembali oleh rakyat AS.
Diperbarui 27 Jul 2016, 08:46 WIBDiterbitkan 27 Jul 2016, 08:46 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Kapolri Resmi Berlakukan One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2025, Mulai KM 414-KM 70
CEO Bursa Kripto Bitpanda: Tarif Trump Bukan Perang Dagang tapi Perang Imbal Hasil
Catat Kinerja Positif, Humpuss Maritim Mau Tambah 10 Kapal di 2025
Cara Menghitung Tagihan Listrik Pascabayar, Simak di Sini!
Cara Bikin Kue Pukis yang Empuk dan Lezat, Mudah Dipraktikkan
Mengenal Rujak Shangai & Seafood Andri, Kuliner Unik di Jakarta Barat
X Ingin Jual Username yang Tak Aktif, Harga Mulai Rp 165 Juta
Manchester United Putuskan Jual Bintang Jebolan Akademi, Harganya Tak Sampai Rp1 Triliun
Mengupas Tuntas Wind Breaker, Dari Manga ke Anime dan Video Game
Cara Buat Buket Uang yang Kreatif dan Menarik, Jadi Ide Hadiah Spesial
Cara Menabung Dolar di Indonesia: Metode dan Strategi Terbaik
Cara Buat Asinan Buah Segar dan Nikmat, Cocok Disantap Bersama Keluarga