Liputan6.com, Bangkok: Demonstrasi antipemerintah Thailand hingga Jumat (2/4), terus berlanjut. Kelompok demonstran yang kerap disebut kaus merah tersebut mendatangi Kedutaan besar Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, dan disambut sejumlah staf kedutaan. Demo ini tidak berlangsung ricuh lantaran adanya perbincangan di dalam kantor antara demonstran dan staf kedutaan.
Dalam unjuk rasa ini, demonstran membawa surat khusus yang akan disampaikan kepada Menteri Luar Negri AS Hillary Rodham Clinton. Surat tersebut berisi komitmen demonstran untuk tidak melakukan tindakan anarkis ataupun kekerasan dalam melakukan protes terhadap pemerintahan yang sudah berlangsung sejak lebih dua pekan silam.
Sedangkan di Lumpini Park, aksi sebaliknya justru dilakukan. Massa berdemo mendukung pemerintahan Perdana Menteri Abhisit Vejajiva dengan menggunakan kaus pink. Demonstran mendesak agar unjuk rasa kelompok kaus merah segera dihentikan lantaran mengganggu ketenteraman warga serta menghambat jalannya berbagai industri di Negeri Gajah Putih.(ASW/ANS)
Dalam unjuk rasa ini, demonstran membawa surat khusus yang akan disampaikan kepada Menteri Luar Negri AS Hillary Rodham Clinton. Surat tersebut berisi komitmen demonstran untuk tidak melakukan tindakan anarkis ataupun kekerasan dalam melakukan protes terhadap pemerintahan yang sudah berlangsung sejak lebih dua pekan silam.
Sedangkan di Lumpini Park, aksi sebaliknya justru dilakukan. Massa berdemo mendukung pemerintahan Perdana Menteri Abhisit Vejajiva dengan menggunakan kaus pink. Demonstran mendesak agar unjuk rasa kelompok kaus merah segera dihentikan lantaran mengganggu ketenteraman warga serta menghambat jalannya berbagai industri di Negeri Gajah Putih.(ASW/ANS)