Liputan6.com, Jakarta - Sebentar lagi, bulan Ramadan akan segera tiba. Seluruh umat muslim di dunia akan melakukan ibadah puasa selama satu bulan lamanya.Â
Namun, berpuasa atau menahan diri dari makan dan minum ternyata bukan hanya dilakukan oleh manusia. Para dokter hewan dan ahli satwa liar mengungkapkan bahwa banyak hewan, pohon, dan makhluk hidup lainnya juga berpuasa secara alami. Namun, berbeda dengan manusia yang berpuasa secara sadar, hewan melakukannya secara instingtif untuk meremajakan sel-sel tubuh dan mengembalikan energi mereka.
Advertisement
Baca Juga
Dokter hewan Mohamed Nabawi, yang berspesialisasi dalam perawatan hewan peliharaan, menjelaskan bahwa tidak seperti manusia, hewan memiliki kemampuan untuk bertahan dari kelaparan akibat ketidakstabilan sumber makanan mereka.
Advertisement
"Hewan peliharaan bisa menjadi pengecualian karena mereka tidak perlu berburu atau mencari makanan sendiri," ujar Nabawi seperti dikutip dari Daily News Egypt, Kamis (27/2/2025).Â
Anjing, misalnya, cenderung lebih disiplin dalam pola makan. Jika terbiasa makan satu kali sehari, mereka akan menolak makanan tambahan. Sementara itu, anjing yang terbiasa makan dua kali sehari akan menunjukkan kecemasan jika tidak mendapatkan porsi kedua mereka.
Sebaliknya, kucing memiliki kebiasaan makan yang lebih fleksibel dan sering kali tetap makan meskipun sudah kenyang.
Hewan yang Berpuasa Secara Alami
Beberapa hewan secara alami mampu bertahan tanpa makanan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu contoh paling jelas adalah unta, yang bisa bertahan tanpa makan dan minum hingga tujuh hari.
Selain itu, banyak reptil dan mamalia yang menjalani 'puasa' selama berbulan-bulan saat hibernasi. Beberapa jenis katak mampu bertahan hidup di bawah air beku berkat cadangan glukosa yang melindungi mereka dari suhu ekstrem.
Hewan lain seperti tikus, ular, dan tupai juga melewati musim dingin di sarang bawah tanah mereka tanpa makan atau minum. Sebelum hibernasi, mereka akan menyimpan cadangan lemak dengan makan dalam jumlah besar.
Sementara itu, beberapa spesies ular dan buaya menghindari berburu selama musim panas karena suhu yang terlalu panas. Mereka lebih memilih beristirahat di tempat teduh hingga cuaca kembali dingin.
Menariknya, beberapa hewan tidak berpuasa karena perubahan cuaca, melainkan karena alasan biologis tertentu. Singa dan anjing laut, misalnya, akan berhenti makan selama musim kawin.
Advertisement
Pengamatan di Habitat Asli
Dokter hewan Mohamed Taher dari Kebun Binatang Kairo menuturkan bahwa 'puasa hewan paling baik diamati di habitat aslinya.
"Lingkungan gurun yang kaya akan satwa liar bisa menjadi tempat pengamatan terbaik. Karena suhu yang sangat tinggi saat musim panas, banyak hewan gurun beradaptasi dengan kondisi ini, salah satunya dengan berpuasa," jelasnya.
Meski hewan di kebun binatang tidak berpuasa secara alami, para penjaga sering kali menginduksi puasa sebagai bagian dari perawatan kesehatan.
"Misalnya, singa dan spesies harimau yang dikenal sebagai ‘baber’ diberi makan daging sapi dan daging keledai selama enam hari dalam seminggu. Namun, pada hari ketujuh, singa hanya diberi susu dan air, sementara baber mendapatkan susu dan ikan," tambah Taher.
