Liputan6.com, Gaza - Komite Perlindungan Jurnalis mengecam pembunuhan Hossam Shabat dan Mohammed Mansour oleh Israel dalam dua serangan terpisah pada hari Senin (22/3).
Kelompok jurnalis internasional itu juga mendesak agar komunitas internasional melakukan lebih banyak hal untuk melindungi wartawan.
Advertisement
Baca Juga
Pasukan Israel membunuh koresponden Palestine Today Mohammed Mansour, bersama istri dan putranya, dalam sebuah serangan di rumah mereka di Khan Younis.
Advertisement
Dalam serangan terpisah, reporter Al Jazeera Mubasher berusia 23 tahun Hossam Shabat tewas dalam serangan udara terhadap mobilnya di Beit Lahia. Rekaman yang diverifikasi oleh The Guardian, menunjukkan orang-orang berkumpul di sekitar mobil yang hancur dan berasap dan menarik jasad keluar dari reruntuhan.
The Committee to Protect Journalists (CPJ) atau Komite Perlindungan Jurnalis menyoroti bahwa pembunuhan jurnalis secara sengaja adalah ilegal dan menyerukan penyelidikan.
"Pembunuhan yang disengaja dan terarah terhadap seorang jurnalis, warga sipil, adalah kejahatan perang," kata kepala eksekutif CPJ Jodie Ginsberg, seperti dikutip dari New Arab, Rabu (26/3/2025), seraya menambahkan bahwa kelompok kebebasan pers sedang menyelidiki kasus-kasus lain pembunuhan jurnalis oleh Israel.
"Itu sama saja dengan kejahatan perang. Jurnalis dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran," ujar Jodie Ginsberg.
Militer Israel menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membunuh kedua jurnalis itu, dan menyebut mereka sebagai "teroris".
CPJ sebelumnya mengecam "pencemaran nama baik jurnalis Palestina yang terbunuh dengan label 'teroris' yang tidak berdasar" oleh Israel.
Militer tampaknya telah mengisyaratkan niatnya untuk membunuh Shabat dan jurnalis Palestina lainnya pada Oktober 2024, ketika menuduhnya dan lima jurnalis Al Jazeera lainnya di Gaza sebagai anggota Hamas dan Jihad Islam.
Shabat dan jaringan media yang berbasis di Doha membantah klaim tersebut.
Menurut CPJ, Israel telah membunuh lebih dari 170 jurnalis di Gaza sejak Oktober 2023. Angka yang lebih tinggi diberikan oleh Palestinian Journalists Syndicate (Persatuan Jurnalis Palestina), yang mengatakan bahwa 208 jurnalis dan pekerja media - termasuk Shabat dan Mansour - telah terbunuh.
Â