Vaksin Pneumonia: Manfaat, Jenis dan Kelompok yang Perlu Mendapatkannya

Pneumonia menjadi sorotan setelah artis Taiwan Barbie Hsu meninggal yang terkait dengan penyakit tersebut. Lalu, di dalam negeri angka pneumonia disaebut-sebut alami peningkatan.

oleh Benedikta Desideria Diperbarui 14 Feb 2025, 07:05 WIB
Diterbitkan 14 Feb 2025, 06:41 WIB
Ilustrasi vaksin/freepik.com/rawpixel.com
Vaksin pneumonia, cara kerja dan kelompok yang perlu mendapatkannya (Sumber: Freepik/rawpixel.com).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Pneumonia menjadi sorotan usai artis Taiwan, Barbie Hsu meninggal dunia yang dikaitkan dengan penyakit itu. Lalu, ramai juga di media mengenai peningkatan kasus pneumonia akhir-akhir ini di Indonesia.

Pneumonia adalah peradangan yang terjadi di paru akibat infeksi bakteri maupun virus. Pada beberapa kelompok peradangan paru dapat berisiko fatal.

Menjalankan gaya hidup sehat, meningkatkan imunitas tubuh serta merta mendapatkan vaksin pneumonia merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah keparahan akibat pneumonia.

Mendapatkan vaksin pneumonia adalah salah satu upaya menurunkan risiko seseorang terkena radang paru (pneumonia) akibat infeksi Streptococcus pneumoniae atau bakteri pneumokokus. Ketika seseorang mendapatkan vaksin tersebut maka bisa menurunkan risiko terjadinya komplikasi pneumonia.

"Pemberian vaksin ini tidak berarti membuat seseorang terbebas dari risiko mengalami pneumonia. Namun, dapat meringankan gejala serta mencegah risiko terjadinya komplikasi," kata dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi Rania Imaniar.

Cara Kerja Vaksin Pneumonia

Rania mengungkapkan bahwa vaksin diberikan untuk merangsang daya tahan tubuh agar menciptakan antibodi yang kemudian dapat mengenali kuman, sehingga tidak terinfeksi.

Prinsip ini juga berlaku untuk pemberian vaksin pneumonia, yakni melindungi orang yang telah mendapatkan vaksin dari infeksi pneumonia maupun penyakit lain akibat infeksi bakteri pneumokokus, termasuk bronkopneumonia dan meningitis, bahkan sepsis.

 

Promosi 1
Kelompok yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia

Kelompok yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia

Dokter Rania Imaniar dari RSPI Bintaro Jaya menerangkan tentang manfaat vaksinasi pneumonia beserta jenisnya.
Dokter Rania Imaniar dari RSPI Bintaro Jaya menerangkan tentang manfaat vaksinasi pneumonia beserta jenisnya.... Selengkapnya

Rania mengungkapkan vaksin pneumonia diberikan pada beberapa kelompok maupun kondisi berikut ini:

  1. Anak yang berusia kurang dari 5 tahun
  2. Lansia
  3. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk mereka yang sedang menjalani kemoterapi, penyandang diabetes, maupun pengidap HIV
  4. Memiliki kelainan bawaan, terutama penyakit jantung bawaan
  5. Menderita penyakit kronis, seperti asma, diabetes, dan gagal ginjal kronis
  6. Mengalami kelainan darah, seperti thalasemia dan anemia sel sabit·
  7. Memiliki riwayat operasi, seperti operasi implan koklea, transplantasi organ, atau pengangkatan limpa·
  8. Memiliki kebiasaan merokok

Bagi yang mau berangkat haji dan umroh, juga bisa mendapatkan vaksin pneumonia.

"Meskipun bukan merupakan salah satu vaksinasi wajib untuk beribadah haji danumroh, vaksinasi pneumonia dapat membantu melindungi kesehatan para jamaah," kata Rania yang sehari-hari praktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya ini..

Jenis Vaksin Pneumonia

Rania mengungkapkan terdapat 2 jenis vaksin pneumonia yang tengah beredar. Keduanya sama-sama efektif untuk mencegah infeksi akibat bakteri pneumokokus. 

Berikut dua jenis vaksin pneumonia yang beredar:

1. Pneumococcal conjugate vaccine (PCV)

Vaksin ini mencegah radang paru-paru yang disebabkan oleh 13-15 jenis bakteripneumokokus. Vaksin pneumonia jenis ini diberikan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang berisiko terinfeksi.

2. Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV23)

Vaksin ini akan memberikan perlindungan terhadap 23 jenis bakteri penyebab pneumonia.

Umumnya jenis vaksin pneumonia ini diberikan pada perokok aktif, lansia, orang dewasa,maupun anak yang berusia lebih dari 2 tahun.

 

Jadwal Pemberian Vaksin Pneumonia

Ada perbedaan jadwal pemberian vaksin pneumonia berdasarkan kelompok usianya.

Anak

Anak yang berusia kurang dari 1 tahun akan mendapatkan 3 dosis vaksin pneumonia, dengan jadwal vaksinasi pertama saat anak berusia 2 bulan, kemudian dosis ke-2 saat anak berusia 4 bulan, dandosis terakhir pada saat anak berusia 6 bulan.

Vaksin untuk dosis pengulangan diberikan pada saatanak menginjak usia 12–15 bulan.

Orang Dewasa

Orang dewasa akan mendapatkan vaksin pneumonia dalam 2 tahap. Vaksin pneumonia yangpertama diberikan adalah vaksin jenis PCV, sedangkan vaksin pneumonia jenis PPV diberikan denganj  eda waktu 1 tahun setelah pemberian vaksin PCV.

Efek Samping

Seperti vaksin-vaksin lain, ada efek samping yang mungkin terjadi usai penyuntikan. Bisa saja mengalami demam ringan, nyeri atau sakit, bengkak, dan kemerahan di area penyuntikan vaksin yang akan membaik dalam 2-3 hari setelah vaksin diberikan.

Lalu, ada juga yang menggigil, tidak nafsu makan, nyeri otot atau pegal-pegal, sakit kepala. Kemudian bisa juga mengalami anafilaksis atau reaksi alergi berat

Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya