Pengakuan Dokter: Kondisi Paus Fransiskus Nyaris Tak Tertolong

Dokter mengaku mengalami dilema merespons kondisi Paus Fransiskus.

oleh Khairisa Ferida Diperbarui 26 Mar 2025, 07:01 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 07:01 WIB
Paus Fransiskus saat meninggalkan rumah sakit di Roma pada Minggu (23/3/2025).
Paus Fransiskus saat meninggalkan rumah sakit di Roma pada Minggu (23/3/2025). (Dok. Stefano Costantino/AP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Roma - Paus Fransiskus (88) mengalami momen kritis saat dirawat di rumah sakit akibat pneumonia. Kondisinya sempat begitu mengkhawatirkan hingga dokter harus membuat keputusan sulit: menyerah atau terus berjuang menyelamatkannya.

Selama lebih dari lima pekan, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, untuk menangani pneumonia ganda. Dia baru bisa pulang pada Minggu (23/3/2025), setelah melalui perjuangan berat—termasuk empat kali krisis pernapasan. Yang terparah terjadi pada 28 Februari, saat dia tak sengaja menghirup muntahannya sendiri.

"Kami sadar betul kondisinya kian memburuk dan nyawanya benar-benar di ujung tanduk," ungkap Sergio Alfieri, kepala tim medis Paus Fransiskus, dalam wawancara dengan Corriere della Sera yang dirilis pada Selasa (25/3).

"Saat itu, pilihannya berat: berhenti merawat dan melepaskannya pergi atau memaksimalkan semua obat dan terapi meski risikonya tinggi—bisa merusak organ lain. Akhirnya, kami memilih untuk terus berjuang."

Keputusan itu tak lepas dari dorongan perawat pribadi Paus Fransiskus, Massimiliano Strappetti, yang bersikeras: "Coba semua cara, jangan menyerah."

Bapa Suci sendiri menghadapi momen itu dengan kesadaran penuh.

"Dia ingin tahu sejujurnya tentang kondisinya," kata Alfieri seperti dikutip dari The Guardian.

"Kami melihat seorang yang menderita, tapi juga sangat tabah."

Bahkan, beberapa staf di sekitarnya sampai menitikkan air mata.

"Mereka mencintainya seperti seorang ayah," tambahnya.

Namun, cobaan belum berakhir. Paus Fransiskus kembali mengalami gagal napas akut saat makan, termasuk satu kali yang sangat kritis saat sedang makan. Saat itu, dia kembali tak sengaja menghirup muntahannya sendiri, membuat paru-parunya semakin tertekan.

"Dalam kondisi seperti ini, jika tidak segera ditangani, bisa berakibat kematian mendadak," jelas Alfieri. "Saat itu sangat mencemaskan. Kami benar-benar mengira dia tidak akan selamat."

Setelahnya, perlahan kondisi Paus Fransiskus membaik. Pada 10 Maret, dokter akhirnya menyatakan dia sudah melewati fase kritis.

Promosi 1

Kunjungan Raja Charles III Ditunda

Dalam foto yang dirilis oleh Vatican Press Hall, Paus Fransiskus tengah memimpin misa di dalam kapel poliklinik Agostino Gemelli di Roma, Minggu (16/3/2025).
Dalam foto yang dirilis oleh Vatican Press Hall, Paus Fransiskus tengah memimpin misa di dalam kapel poliklinik Agostino Gemelli di Roma, Minggu (16/3/2025). (Dok. Vatican Press Hall via AP)... Selengkapnya

Saat kondisinya semakin membaik, Bapa Suci mulai aktif berkeliling ruang perawatan menggunakan kursi rodanya. Bahkan suatu sore, dia memesan piza untuk semua yang merawatnya.

Kini, Paus Fransiskus telah kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan. Meski begitu, dia masih harus menjalani pemulihan intensif selama minimal dua bulan.

"Tubuhnya butuh waktu untuk pulih total," tegas Alfieri.

Sementara itu, kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Vatikan terpaksa ditunda setelah tim medis menyarankan Paus membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Rencananya, Raja Charles III dan Ratu Camilla akan bertemu Paus Fransiskus di Vatikan dalam dua pekan ke depan. Namun, kunjungan pasangan Kerajaan Inggris itu ke Italia akan tetap berlangsung dengan beberapa penyesuaian dalam agenda resmi.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya