Stres dan Kondisi Mental Pengaruhi Keparahan Eksim, Kok Bisa?

Stres dan kondisi mental berperan besar dalam keparahan eksim dan frekuensi kekambuhannya, mari kita telusuri lebih dalam.

oleh Dyah Puspita Wisnuwardani Diperbarui 27 Mar 2025, 23:33 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2025, 23:10 WIB
Ilustrasi mengurangi stres/freepik.com/cookie_studio
Manfaat me-time untuk tubuh. (Sumber: Freepik/cookie_studio).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Stres dan kondisi mental ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keparahan eksim dan seberapa sering kondisi ini kambuh. Eksim adalah masalah kulit yang dapat menyebabkan rasa gatal, kemerahan, dan peradangan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kesehatan mental juga berperan penting dalam pengelolaan eksim. Ketika seseorang mengalami stres, gangguan suasana hati, atau kecemasan, reaksi inflamasi dalam tubuh dapat meningkat, yang pada gilirannya memperburuk gejala eksim.

Respons alami "lawan atau lari" (fight or flight) dipicu oleh lonjakan hormone, termasuk kortisol atau hormon stres. Banjir kortisol ini akan mencapai dan memengaruhi kulit, serta hampir setiap organ dalam tubuh.

Stres juga menyebabkan tubuh melepas histamin, zat kimia dalam sistem kekebalan tubuh yang umumnya berkaitan dengan reaksi alergi. Rasa gatal yang ditimbulkan oleh histamin ini dapat memicu eksim.

Selain itu, peningkatan produksi immunoglobulin E (IgE) sebagai respons atas stres bisa memperparah rasa gatal, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Kulit berfungsi sebagai garis pertahanan antara tubuh bagian dalam dan bakteri serta kuman di dunia luar. Penghalang epidermis ini memiliki mikrobioma kompleks dengan minyak dan kelembapan yang menjaga kulit tetap sehat.

Stres dapat mengacaukan mikrobioma dan keseimbangannya yang rapuh. Ingat kortisol yang mengalir deras melalui sistem yang dipenuhi stres? Hormon itu mengubah produksi minyak kulit dengan cara yang dapat membuat kulit Anda marah dan teriritasi.

Dalam penelitian terbaru, ditemukan bahwa semakin tinggi tingkat stres seseorang, semakin buruk kondisi eksim yang mereka alami. Ini menciptakan siklus negatif di mana gejala eksim yang parah dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, yang selanjutnya memperburuk eksim itu sendiri. 

"Stres memicu serangkaian reaksi yang dapat menjalar ke kulit kita," kata dermatolog Dr. Gowri Kabbur.

"Jadi, ketika kita stres secara internal, stres tersebut dapat muncul di kulit kita secara eksternal sebagai eksim. Itu adalah tanda nyata dari respons stres tubuh Anda."

Promosi 1

Stres dan Reaksi Inflamasi dalam Tubuh

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh mereka merespons dengan melepaskan berbagai hormon, termasuk adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini berfungsi dalam situasi darurat, tetapi jika diproduksi secara berlebihan, dapat menyebabkan reaksi inflamasi yang merugikan. Reaksi ini dapat memperburuk eksim, menyebabkan gatal yang lebih parah, kemerahan, dan peradangan.

Selain itu, gangguan suasana hati dan kecemasan juga dapat memicu reaksi alergi yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, seseorang yang memiliki riwayat alergi mungkin lebih rentan terhadap eksim ketika mereka berada dalam keadaan stres. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda stres dan mencari cara untuk mengelolanya.

Beberapa cara untuk mengurangi stres termasuk meditasi, yoga, dan latihan pernapasan. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya membantu menenangkan pikiran, tetapi juga dapat menurunkan respons inflamasi dalam tubuh. Dengan mengurangi stres, penderita eksim dapat merasakan perbaikan dalam gejala mereka.

Hubungan antara Eksim dan Kesehatan Mental

Ada hubungan yang pasti antara eksim dan kondisi kesehatan mental dan emosional. Faktanya, National Eczema Association melaporkan bahwa lebih dari 30% penderita eksim juga telah didiagnosis dengan kecemasan atau depresi.

“Anda sedang berhadapan dengan kondisi kulit kronis yang dapat terlihat jelas, sangat gatal, dan dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan Anda,” kata dermatolog Dr. Gowri Kabbur, dilansir Cleveland Clinic

“Hal ini dapat memengaruhi tidur, suasana hati … bahkan dapat menyebabkan Anda menghindari acara sosial karena malu atau tidak nyaman.”

Dan begitu eksim muncul, kegelisahan yang ditimbulkannya dapat memperparah kecemasan atau depresi. “Hal ini dapat menjadi lingkaran setan,” lanjutnya. “Itulah mengapa sangat penting untuk mengambil langkah-langkah untuk memutus lingkaran setan tersebut.”

Pentingnya Manajemen Stres dalam Pengobatan Eksim

Manajemen stres menjadi bagian integral dalam pengobatan eksim. Teknik-teknik seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan sangat dianjurkan untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman juga dapat memberikan dampak positif bagi penderita eksim.

Selain itu, penting untuk melakukan konsultasi dengan profesional kesehatan mental jika diperlukan. Terapis atau konselor dapat membantu individu mengatasi masalah emosional yang mungkin muncul akibat eksim. Dengan dukungan yang tepat, penderita eksim dapat belajar cara mengelola stres dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Stres dan kondisi mental memiliki pengaruh yang besar terhadap keparahan eksim dan frekuensinya. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental bagi penderita eksim.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya