Cerita Pengelolaan Sampah di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, Setahun Bisa Bagi-bagi 600 Kg Beras

Sejumlah rest area biasanya kebanjiran sampah dari para pemudik yang diturunkan dari kendaraan masing-masing. Bagaimana Rest Area Heritage KM260B Banjaratma mengatasinya?

oleh Dinny Mutiah Diperbarui 24 Mar 2025, 07:02 WIB
Diterbitkan 24 Mar 2025, 07:02 WIB
Cerita Pengelolaan Sampah di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, Setahun Bisa Bagi-bagi 600 Kg Beras
Rest Area Heritage KM260B Banjaratma. (dok. Instagram @restareakm260b/https://www.instagram.com/p/C5phnYlpEr3/?hl=en/Dinny Mutiah)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Bagi umat muslim, kebersihan adalah sebagian dari iman. Sayangnya, masih banyak yang cuek dengan pengelolaannya, termasuk di musim mudik lebaran. Banyak yang asal membuangnya di tempat kendaraan mereka berhenti, seperti rest area, hanya untuk kebersihan kendaraannya sendiri.

"Kembali lagi, kebiasaan orang Indonesia masih begitu (buang sampah sembarangan di rest area). Saya pernah ambil sendiri sampah botol plastik yang dibuang begitu saja sama pemilik mobil Alphard, dibuang lewat jendela," kenang Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, Dina Yunanda, yang mengelola Rest Area Heritage KM260B Banjaratma, ketika dihubungi Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 22 Maret 2025.

Berdasarkan pengalamannya menerima pemudik yang singgah selama Lebaran, ia pun menyiapkan strategi yang lebih baik untuk menjaga kebersihan di sekitar rest area yang menempati kawasan bekas pabrik gula itu. Sejak dua tahun lalu, pihaknya mulai menerapkan pemilahan sampah kawasan dengan lebih terarah.

Salah satunya dengan menyediakan tempat sampah terpilah. Sampah plastik bekas botol air mineral menjadi incaran utamanya. Pada tahun pertama sebagai bagian uji coba, manajemen mengidentifikasi penghasilan dari menjual sampah botol plastik ke pengepul. Setelah dihitung-hitung, ternyata hasilnya lumayan.

"Pada tahun pertama, per dua minggu itu, pendapatan dari jual sampah botol plastik sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta," katanya.

Pada tahun kedua, pihaknya berinisiatif untuk melibatkan petugas kebersihan dan sekuriti dalam pengelolaan sampah. "Kami sampaikan ke sekuriti, cleaning service, bahwa hasilnya (penjualan) akan dipakai bersama, sehingga mereka semakin care. Kalau pengunjung tidak simpan (sampah dengan benar), sebelum diangkut ke TPS dipilah dulu karena itu kan uang mereka," Dina menerangkan.

Promosi 1

Manfaat dari Pilah Sampah di Rest Area

Cerita Pengelolaan Sampah di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, Setahun Bisa Bagi-bagi 600 Kg Beras
Rest Area Heritage KM260B Banjaratma. (dok. Instagram @restareakm260b/https://www.instagram.com/p/C5phnYlpEr3/?hl=en/Dinny Mutiah)... Selengkapnya

Dina menjelaskan uang hasil penjualan sengaja dipegang bendahara kantor agar memudahkan, namun transparansi dikedepankan sehingga siapapun bisa memantau hasil dari pemilahan sampah yang dikerjakan bersama-sama. Pada Ramadan tahun ini, pihaknya berhasil mengumpulkan rupiah untuk dikonversi ke beras.

"Uang hasil penjualan sampah botol selama setahun ini bisa untuk membeli 600 kg beras dan sudah dibagikan ke 60 sekuriti, cleaning service, marbot. Jadi, per orang dapat 10 kg beras," urainya.

Keuntungan lain yang diperoleh perusahaan adalah menghemat biaya operasional pengelolaan sampah. Selama ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk mengangkut sampah yang terkumpul di kawasan. Sebelum itu, mereka berupaya memilahnya agar jumlah timbulan sampah yang diangkut tidak sampai membludak.

"Hitungannya (biaya angkut) kan per sekali angkut truk ya," ungkapnya.

Pemilahan dilakukan juga untuk jenis sampah organik. Dengan 188 UMKM yang mayoritas menjual kuliner di tempatnya, manajemen selalu meminta para penjual untuk memisahkan sampah organik, khususnya nasi, agar bisa dijadikan pakan untuk bebek, angsa, dan entog yang ada di kawasan rest area. Begitu pula dengan sampah ranting dan daun yang nantinya diolah menjadi kompos. 

Sediakan Lebih Banyak Tempat Sampah

Cerita Pengelolaan Sampah di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, Setahun Bisa Bagi-bagi 600 Kg Beras
Pembagian beras dari hasil mengumpulkan sampah plastik di Rest Area Heritage KM260b Banjaratma. (dok. Instagram @restareakm260b/https://www.instagram.com/p/DHdY3VPJ-Kk/?hl=en/Dinny Mutiah)... Selengkapnya

Menyambut musim mudik Lebaran 2025, pihaknya juga menambah petugas kebersihan agar kebersihan rest area tetap terjaga walau pengunjung sedang padat-padatnya. Mereka akan bertugas men-sweeping sampah, termasuk meningkatkan pemilahan agar sampah yang dibuang ke TPS tidak melonjak drastis.

"Lebaran tahun lalu, paling rendah pemudik itu di angka 16 ribu satu hari. Puncaknya, 22 ribu kendaraan satu hari... Mungkin tahun ini di atas 22 ribu (kendaraan satu hari)," ia menjabarkan.

Selain menambah petugas, jumlah tempat sampah juga diperbanyak. Harapannya, dengan tempat sampah yang mudah ditemukan, pemudik dengan kesadaran sendiri membuang sampahnya pada tempat yang telah disediakan.

"Nanti juga akan ada imbauan kepada pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya, dan imbauan apapun, harus yang sopan sekali karena khawatir menyinggung orang. Orang pikir kita cerewet sekali sehingga malas datang," imbuhnya.

Penyiapan itu, kata Dina, sebagai bagian dari dukungan pihaknya pada kampanye mudik minim sampah yang digaungkan Kementerian Lingkungan Hidup. Sejak 2018, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang saat itu masih bernama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menginisiasi "Mudik Minim Sampah" demi menangani dan mengurangi jumlah timbulan sampah akibat pergerakan masyarakat selama libur Idulfitri.

Wujudkan Mudik Minim Sampah

Tenda Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Merak Masih Sepi. (Minggu, 23/03/2025). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).
Tenda Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Merak Masih Sepi. (Minggu, 23/03/2025). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).... Selengkapnya

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun (PSLB3) KLH, Ade Palguna Ruteka, menerangkan pelaksanaan kampanye tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2025 tentang Pengendalian Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

"Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan Badan Litbang Kompas, data jumlah pergerakan masyarakat pada masa libur Idulfitri 1446 H diprediksi mencapai 146,48 juta, yang berpotensi menimbulkan sampah sekitar 73,24 juta kilogram (kg) dari berbagai aktivitas di ruang publik," ungkapnya melalui pesan pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 21 Maret 2025.

Menurut Ade, jenis sampah yang umum ditemukan di periode libur Lebaran adalah sampah organik berupa sisa makanan, sampah dapur, dan sampah anorganik, yaitu plastik, kertas, dan kaleng/aluminium. Ia memprediksi jumlah potensi timbulan sampah meningkat dibandingkan tahun 2024 yang menghadilkan 58 juta kg sampah.

"Hal ini disebabkan periode libur Lebaran yang lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu selama 11 hari dan keluarnya kebijakan tentang Flexible Working Arrangements (FWA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memungkinkan ASN mudik lebih awal," katanya.

Infografis Daftar Rest Area Unik di Sepanjang Jalur Mudik Pulau Jawa
Infografis Daftar Rest Area Unik di Sepanjang Jalur Mudik Pulau Jawa. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya