Polri Desak Pemerintah Audit Jembatan di Pulau Jawa

Permintaan itu muncul menyusul ambruknya Jembatan Babat di Tuban, Jawa Timur.

oleh Liputan6.com diperbarui 19 Apr 2018, 07:16 WIB
Diterbitkan 19 Apr 2018, 07:16 WIB
Kadiv Humas Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)

Liputan6.com, Jakarta - Polri meminta pemerintah mengaudit seluruh jembatan di Pulau Jawa. Permintaan itu muncul menyusul ambruknya Jembatan Babat di Tuban, Jawa Timur.

"Ini kesempatan baik untuk melakukan audit jembatan yang ada. Seluruh jembatan di pulau Jawa ini memang seharusnya diaudit secara menyeluruh," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18 April 2018).

Terlebih, ia menyoroti banyaknya jembatan di Jalur Pantura yang menjadi akses warga. Setyo menegaskan, audit itu sangat penting.

Sebab, kata dia, banyak jembatan berusia tua. Audit diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan peristiwa robohnya jembatan kembali terjadi.

"Karena ada jembatan yang lama, dan beban yang melewati jembatan itu semakin hari semakin padat," Setyo menambahkan.

Ia juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) segera mengambil langkah perbaikan Jembatan Babat yang rusak. Alternatif lainnya adalah membuat jembatan alternatif sementara.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Desak Perbaikan

Hanz Jimenez Salim/Liputan6.com
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto

Langkah itu penting, mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Tak lama kemudian akan ada gelombang arus mudik saat perayaan Idul Fitri.

"Masih ada waktu semoga bisa diantisipasi dengan cepat oleh rekan-rekan dari PUPR," pungkas Setyo.

Reporter : Ronald 

Sumber  : Merdeka.com 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya