Liputan6.com, Jakarta PT Sri Rejeki Isman Tbk, yang lebih dikenal dengan nama Sritex, perusahaan tekstil besar yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah, secara resmi akan ditutup pada 1 Maret 2025.
Setidaknya sekitar 8.400 karyawan harus menerima kenyataan pahit kehilangan pekerjaan akibat kebangkrutan Sritex.
Advertisement
Baca Juga
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer angkat bicara soal ini. Dia mengklaim akan memastikan pihaknya akan berada di garis terdepan dalam membela hak buruh Sritex.
Advertisement
"Negara melalui Kemnaker akan berjuang bersama buruh. Oleh karena itu kami terus berkoordinasi dengan manajemen PT Sritex Tbk," kata dia lewat keterangannya, Jumat (28/2/2025).
Pria yang akrab disapa Noel ini menerangkan, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, perusahaan yang telah diputus pailit oleh hakim Pengadilan Niaga akan beralih kendalinya kepada kurator, yang memiliki kewenangan untuk mengelola perusahaan tersebut.
"Kita negara hukum, maka kita harus tunduk pada hukum," kilahnya.
Noel menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan manajemen telah berupaya maksimal untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, Kurator yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga memilih opsi PHK. Karenanya, pemerintah memastikan bahwa hak-hak buruh tetap dijamin.
Dia menegaskan, Kemnaker akan memastikan buruh memperoleh pesangon dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kemnaker di garis terdepan membela hak buruh, dan pemerintah menjamin buruh akan memperoleh hak-haknya," kata Noel.
Pernah Yakin Tak Akan Ditutup
Sebelumnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan memastikan bahwa PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang lebih dikenal dengan nama Sritex, masih beroperasi dengan normal.
Perusahaan tekstil ini terus menjalankan proses produksi dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan.
"Kemarin kita ketemu manajemen, tetap berjalan (produksi)," ujar Immanuel Ebenezer Gerungan dikutip dari Antara, Jumat (31/1/2025).
Sementara terkait rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Noel menjelaskan bahwa perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) masih memegang komitmen awal untuk tidak melakukan PHK terhadap pekerjanya.
"Soal itu (PHK) tidak, tapi kemarin mereka berusaha ya, berusaha maksimal untuk tetap tidak adanya terjadi PHK. Dari manajemen mereka tetap pada komitmen awal mereka," tutur dia.
Ebenezer menjelaskan bahwa saat ini, kepastian kelanjutan usaha PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) berada dalam ranah kurator pailit.
Wamenaker berharap bahwa proses going concern yang tengah berjalan dapat menghasilkan solusi yang tepat. Terkait jumlah karyawan yang dirumahkan, pihak Kemnaker mengungkapkan bahwa mereka belum mendapatkan informasi terkini.
Advertisement
Pemkab Sukoharjo Sediakan 8.000 Lowongan Kerja
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo tidak tinggal diam menghadapi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), mereka bergerak cepat untuk mencari solusi bagi mantan pekerja Sritex yang kehilangan sumber pendapatan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menyiapkan 8.000 lowongan kerja bagi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sritex. Lowongan ini tersebar di berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, memberikan harapan baru bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.
"Istilahnya kami mencarikan solusi, lowongan pekerjaan, kami fasilitasi," ujar Kepala Disperinaker Sukoharjo, Sumarno, dikutip dari Antara.
Langkah ini merupakan hasil komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan yang bersedia menyerap tenaga kerja dari Sritex. Menariknya, mantan karyawan Sritex tidak perlu mengikuti tes masuk untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan tersebut.
"Sudah kami komunikasikan, justru dari pegawai Sritex kalau masuk ke perusahaan-perusahaan itu masuk tanpa tes," tambahnya.
Â
Â
Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com
