Liputan6.com, Jakarta Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, telah menugaskan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengoptimalkan pengelolaan sampah di tiap unit pengolahan sampah (UPS) yang berada di tiap kecamatan.
Hal ini lantaran TPA Cipayung sebagai lokasi pengolahan sampah mengalami overload atau kelebihan kapasitas.
Baca Juga
"Saya minta tolong pak wakil buat konsen terkait dengan permasalahan sampah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan UPS salah satunya Duren Seribu," ujar Supian saat meninjau UPS Duren Seribu, Depok, Selasa (25/3/2025).
Advertisement
Dia mengakui, UPS di Kota Depok belum secara optimal dapat menyelesaikan permasalahan sampah. Seperti UPS Duren Seribu, pengelolaan sampah di UPS tersebut hanya mampu mengelola sampah sebanyak tiga ton dalam sebulan dan dinilai terlalu lama.
"Kita akan evaluasi metode yang ada agar bisa menangani lebih banyak sampah," tegas Supian.
Sementara, Camat Bojongsari, Rijal Farhan mengaku akan mendukung langkah Wali Kota Depok menangani permasalahan sampah. Terlebih, penanganan sampah menjadi skala prioritas Pemerintah Kota Depok.
"Penanganan persampahan menjadi skala prioritas yang dilaksanakan oleh Pak Wali dan Wakil Wali Kota Depok," ujar Rijal.
Optimalkan UPS
Diketahui, Kecamatan Bojongsari memiliki tujuh UPS yang tersebar di tiap Kelurahan. UPS tersebut berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
"Kami siap menjadi garda terdepan menjalankan program yang sedang dirumuskan dan akan segera digulirkan," terang Rijal.
Dia menilai, apabila tujuh UPS yang berada di Bojongsari dapat dioptimalkan, diyakini dapat membantu menyelesaikan permasalah sampah. Bojongsari sedang mengoptimalkan budi daya maggot sebagai solusi inovatif menangani sampah organik.
"Budi daya maggot diyakini mampu mengolah sampah organik dengan lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Rijal.
Adapun budi daya maggot telah dilakukan di wilayah Duren Seribu dan Pondok Petir dengan membangun rumah budi daya maggot. Nantinya rumah tersebut akan memproduksi maggot secara massal guna membantu menyelesaikan sampah organik.
"Ini menjadi langkah konkret yang kami ambil untuk mengelola sampah organik secara lebih efisien," pungkasnya.
Advertisement
