Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menemukan belasan ribu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 19 kabupaten/kota se-Jawa Timur, reaktif Covid-19 berdasar hasil rapid test.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Choirul Anam mengatakan, dari total hampir 500 ribu petugas KPPS, angka yang dinyatakan reaktif relatif kecil yakni sekitar 3 persen. Masing-masing kabupaten/kota peresentasenya berbeda.
Baca Juga
"Paling kecil ini ya ada. Misalkan Kabupaten Kediri ini 0,4 persen, kemudian Kabupaten Tuban juga 0,05 persen atau hanya 10 orang yang reaktif dari 20.000. Kemudian Sumenep ini juga sangat kecil, Kota Blitar juga kecil. Jadi yang tertinggi ada di Kota Pasuruan 10,1 persen dan juga ada di Jember agak tinggi sembilan persen. Jadi sama persis dengan yang ada di gambar tadi terkait zonasi penularan Covid-19," ujarnya, Selasa (8/12/2020).
Advertisement
Ia mengatakan, saat ini petugas tengah menjalani proses sesuai dari ketentuan tim kesehatan dan akan dilakukan pemeriksaan ulang.
"Kita memberikan mitigasi yaitu melakukan rapid kembali. Rapid ulang dua hingga tiga hari kalau kemudian masih dinyatakan reaktif, maka kemudian kita melakukan swab test yang bersangkutan untuk memastikan posisi," ucap Choirul.Â
Untuk menggantikan posisi KPPS yang saat ini dinyatakan reaktif Covid-19, Anam mengatakan, KPU daerah telah melakukan koordinasi dengan yayasan atau lembaga pendidikan setempat untuk bisa menggantikan.
"Jadi bisa langsung dilakukan pelantikan langsung digantikan untuk menjadi petugas KPPS," jelasnya.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Transfer KPPS
Tak hanya itu, opsi kedua adalah dengan melakukan transfer KPPS. Misalnya, ada TPS yang berdekatan seluruh KPPS dalam kondisi sehat, maka akan ditransfer ke TPS yang kekurangan KPPS.
"Tapi ini sampai hari ini kita masih belum melakukan itu karena memang masih belum terlalu banyak atau belum kita temukan dalam satu TPS, sampai ada tiga atau lebih KPPS yang reaktif. Jadi rata-ratanya masih satu satu bahkan sebagian besar juga tidak ada," ujarnya.
Advertisement