Liputan6.com, Kairo - Sebuah kapal selam wisata yang membawa 45 turis untuk menjelajahi terumbu karang di Laut Merah tenggelam di lepas kota resor Hurghada, Mesir, pada Kamis (27/3/2025). Gubernur setempat menyatakan insiden ini menewaskan enam warga Rusia, sementara puluhan lainnya luka-luka namun berhasil diselamatkan.
Dalam pernyataan resmi, Gubernur Laut Merah Mayjen Amr Hanafi menjelaskan kapal selam itu mengangkut 45 turis dan lima awak Mesir saat tenggelam.
Baca Juga
Dari 39 turis yang selamat, 29 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Hanafi menegaskan tidak ada lagi penumpang yang hilang dari kapal. Seluruh korban tewas merupakan warga Rusia. Demikian seperti dikutip dari AP.
Advertisement
Hurghada merupakan destinasi utama penyelam dan pecinta snorkeling yang tertarik dengan hamparan terumbu karang Laut Merah.
Berdasarkan situs perusahaan operator yang diidentifikasi konsulat Rusia, kapal selam bernama "Sindbad" itu menawarkan tur bawah air selama 40 menit pada kedalaman 20-25 meter. Kapal dilengkapi jendela panoramik di bagian bawah untuk menikmati pemandangan biota laut.
Perusahaan operator tidak merespons permintaan komentar.
Selain Rusia, Hanafi mengungkapkan ada pula warga India, Norwegia, dan Swedia dalam kapal selama nahas tersebut.
Melansir The Guardian, sejumlah kecelakaan fatal telah terjadi di kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir, mempertanyakan standar keselamatan.
Pada November lalu, kapal selam penyelam terbalik di lepas pantai Marsa Alam, sebelah selatan Hurghada, menewaskan empat orang dan tujuh lainnya dinyatakan hilang. Kemudian pada Juni 2024, dua puluh empat turis Prancis berhasil dievakuasi dengan selamat tepat sebelum kapal mereka tenggelam dalam insiden serupa.
Sementara pada 2023, tiga turis asal Inggris tewas setelah kebakaran melalap kapal pesiar yang mereka tumpangi.
Destinasi Utama Wisatawan Mancanegara
Pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Mesir, dengan kontribusi wisatawan Rusia yang terus meningkat. Menurut laporan PBB, Mesir menduduki peringkat pertama di Afrika untuk pendapatan pariwisata pada 2024 dengan nilai USD 14,1 miliar – melampaui dua kali lipat pendapatan dari Terusan Suez.
Namun, banyak perusahaan perjalanan telah membatasi atau menghentikan operasi di Laut Merah dalam dekade terakhir akibat ketidakstabilan kawasan ini. Sejumlah maskapai bahkan menghentikan penerbangan paket wisata ke Mesir pasca-ledakan pesawat Metrojet tahun 2015.
Situs resmi Sindbad sendiri menyebut mereka mengoperasikan dua kapal selam wisata untuk tur singkat. Klaim mereka, kapal ini memungkinkan turis "menikmati keindahan dunia bawah laut Laut Merah tanpa perlu basah".
Adapun Hurghada – resor pantai 460 km di tenggara Kairo – sendiri adalah destinasi utama wisatawan mancanegara. Media pemerintah mencatat bandara setempat melayani lebih dari 9 juta penumpang tahun lalu.
Laporan cuaca Kamis (27/6) menunjukkan langit cerah, meski dengan angin di atas rata-rata. Namun visibilitas bawah air tetap optimal.
Â
Â
Advertisement
