Liputan6.com, Jakarta Episode terakhir Dragon Ball Daima dijadwalkan tayang pada 28 Februari 2025 malam waktu Jepang di Fuji TV, menandai berakhirnya bab terbaru anime dari waralaba legendaris ini.
Momen ini semakin bermakna lantaran penayangannya yang melewati tengah malam, sehingga bertepatan dengan peringatan satu tahun wafatnya Akira Toriyama pada 1 Maret 2024.
Advertisement
Hal ini tidak luput dari perhatian para penggemar yang membanjiri media sosial dengan beragam emosi—mulai dari kesedihan karena serial ini berakhir, juga ungkapan terima kasih atas warisan Toriyama.
Advertisement
Hingga pada akhirnya, para penggemar melihat episode final ini sebagai penghormatan tak langsung bagi sang kreator yang telah membentuk generasi pecinta anime dan manga.
Penayangan Dragon Ball Daima
Tayang perdana pada Oktober 2024, Dragon Ball Daima menjadi tayangan pertama dalam waralaba Dragon Ball yang berformat anime larut malam.
Serial ini menghadirkan petualangan baru di mana Goku dan rekan-rekannya, yang secara misterius berubah menjadi versi lebih kecil dari diri mereka, menjelajahi dunia yang belum dikenal untuk mengungkap dalang di balik konspirasi yang mengubah mereka.
Keunikan Daima terletak pada keterlibatan mendalam Toriyama dalam proses kreatifnya—ia secara langsung mengembangkan cerita, mendesain karakter, serta merancang detail latar, termasuk kendaraan dan makhluk yang muncul dalam serial ini.
Mengingat Toriyama berpulang pada Maret 2024, Dragon Ball Daima kemungkinan menjadi anime terakhir Dragon Ball yang secara langsung mendapat sentuhan kreatif darinya, menjadikan akhir serial ini semakin bermakna.
Â
Advertisement
Menghadirkan Resolusi Klimaks
Episode ke-20, yang menjadi penutup serial ini, diperkirakan menghadirkan resolusi klimaks, meski tetap memiliki durasi standar 23 menit, termasuk pembukaan dan penutup.
Beberapa penggemar sempat berharap adanya episode final yang diperpanjang, tetapi antusiasme tetap tinggi untuk melihat bagaimana kisah ini akan ditutup.
Diskusi daring juga mencermati bagaimana karakter ikonik seperti Piccolo digunakan dalam Daima, memicu perdebatan seputar pilihan naratif dalam serial ini.
Â
Tetap Tak Tertandingi
Di luar Dragon Ball Daima, warisan Akira Toriyama tetap tak tertandingi. Sejak Dragon Ball pertama kali muncul di Weekly Shonen Jump pada 1984, manga ini berkembang menjadi salah satu seri paling berpengaruh sepanjang masa.
Meskipun manga utamanya telah lama berakhir, dunia Dragon Ball terus meluas melalui anime, film, dan permainan, menarik perhatian generasi baru penggemar.
Akira Toriyama memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali waralaba ini, termasuk dengan peluncuran Dragon Ball Super pada 2015 dan keberhasilan film Dragon Ball Super: Super Hero pada 2022, yang membuktikan daya tarik abadi dari karyanya.
Berakhirnya Dragon Ball Daima bukan sekadar penutupan sebuah serial, tetapi juga momen refleksi atas pengaruh luar biasa Toriyama. Karyanya tidak hanya membentuk jagat Dragon Ball, tetapi juga memberikan dampak besar pada dunia anime dan manga secara keseluruhan.
Meski lembaran ini telah ditutup, warisan dan kisah yang ia tinggalkan akan terus menginspirasi para penggemar dan pencipta di masa mendatang.
Advertisement
