Liputan6.com, Jakarta - Inovasi teknologi printing terus berkembang, mulai dari teknologi analog hingga digital. Hal ini menjadikan teknologi printing menjadi salah satu teknologi yang tidak bisa dipisahkan dari sektor penunjang untuk ICT.
Meski tren cetak di beberapa sektor menurun, terutama media cetak, tapi untuk industri kreatif teknologi printing justru masih berkembang. Misalnya untuk labeling dan packaging produk yang semakin kreatif.
Sebenarnya bagaimana prospek bisnis printing saat ini, apakah masih menguntungkan? Kami berkesempatan mewawancarai Direktur Astragraphia, Arifin Pranoto, saat berkunjung ke kantor redaksi Liputan6.com.
Menurut pengamatan Arifin, dunia cetak mencetak saat ini masih tumbuh. Pasalnya akhir-akhir ini banyak orang yang membutuhkan komunikasi dan juga promosi. Arifin menilai dunia digital justru menopang pertumbuhan yang terjadi di dunia cetak mencetak.
Dunia digital sendiri sifatnya adalah instan, kreatif dan inovatif. Arifin mengatakan hal inilah yang mendukung adanya atau dimungkinkannya dunia cetak mencetak tidak lagi mempunyai keharusan untuk mempunyai limit tertentu.
"Kalau dulu ada batasan mencetak harus dalam jumlah tertentu, tapi di era digital ini yang diterapkan di teknologi Fuji Xerox yang dipasarkan oleh Astragraphia, kita justru mendukung ke arah aplikasi percetakan yang berapapun jumlahnya," jelas Arifin.
Dengan kata lain, jika dulu ada batas minimum untuk mencetak, misalnya 3.000 eksemplar, sekarang kita bisa mencetak meski jumlahnya hanya 1 lembar saja.
"Bahkan sekarang bisa di-customize, dipersonalisasi ke masing-masing orang, sehingga industri kreatif sangat didukung dengan adanya teknologi digital yang diterapkan dalam dunia cetak mencetak," tambah Arifin.
Menanggapi segmen 3D Printing yang saat ini sedang naik daun, Arifin menyatakan bahwa saat ini pihaknya belum fokus untuk terjun ke 3D Printing. Solusi Fuji Xerox yang dipasarkan oleh Astragraphia di Indoneisa saat ini lebih fokus ke industri percetakan digital di ranah office (perkantoran).
Selengkapnya, simak wawancara kami dengan Arifin lewat video di bawah ini. Video-video lainnya dari kanal Tekno Liputan6.com bisa dilihat di sini.
(dew)
Nasib Bisnis Printing di Era Digital Kini
Sebenarnya bagaimana prospek bisnis printing saat ini, apakah masih menguntungkan?
Diperbarui 30 Sep 2015, 17:11 WIBDiterbitkan 30 Sep 2015, 17:11 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Cara Mudah Mengolah Kulit Manggis agar Ampuh Turunkan Kolesterol
Masjid di Sydney Diancam Penembakan Massal, PM Australia: Rasisme dan Islamofobia Tidak akan Ditoleransi
Banjir Jakarta, 1 Korban Hanyut saat Proses Evakuasi di Kebon Baru
Tijjani Reijnders Menganggap AC Milan Sebagai Rumah Keduanya
Saksikan Sinetron Cinta di Ujung Sajadah Episode Selasa 4 Maret Pukul 20.05 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya
Caption Bikin Baper, Brisia Jodie Unggah Potret Manis dan Romantis dengan Jonathan Alden
Studi Baru Ungkap 4 Perubahan Gaya Hidup yang Dapat Memperpanjang Umurmu
Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi Kebanjiran, Laga Persija vs PSIS Ditunda
VIDEO: Mendikdasmen: Libur Lebaran untuk Siswa Mulai 21 Maret - 8 April 2025
Salat Tarawih di Times Square New York, Warganet Syok karena Bacaannya Surat Yasin
Potret Perayaan 3 Bulan Baby Hagia Anak Jessica Iskandar, Hangat Bareng Keluarga
Manchester United Incar Pemain Sporting Lagi, Kali Ini Pemain yang Gagal di Barcelona