Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai peredaran minuman beralkohol mesti diperketat. Lantaran, minuman beralkohol merupakan barang dengan cukai atau barang yang diatur peredarannya.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan penjualan minuman alkohol mesti seketat mungkin dari jangkauan anak dan remaja.
"Dengan membolehkan kembali miras (minuman keras) dijual di mini market, jelas Mendag melanggar UU Cukai dimaksud. Sebab kini minimarket modern menjamur di semua pelosok, nyaris tanpa kendali. Oleh karena itu miras harus dijual sangat ketat," kata dia dalam keterangan pers, Jakarta, Sabtu (19/9/2015).
YLKI juga menekankan pengetatan terhadap rokok. Pasalnya, rokok juga barang yang dikenakan cukai.
"Miras dan rokok setali tiga uang, merupakan barang yang menjadi media untuk konsumsi narkoba. Jadi kalau miras dijual bebas, berarti Mendag pro konsumsi narkoba makin marak," jelasnya.
Maka dari itu, Tulus mengatakan YLKI menentang adanya relaksasi untuk penjualan alkohol. Itu untuk melindungi generasi muda dari peredaran alkohol.
"Dengan ini, YLKI mendesak pada Kemendag untuk tetap melarang penjualan miras di mini market modern, dan menolak relaksasi regulasi penjualan miras," tandas dia. (Amd/Ndw)
YLKI Minta Minuman Alkohol Tetap Diperketat Peredarannya
Penjualan minuman alkohol mesti seketat mungkin agar jauh dari jangkauan anak dan remaja.
Diperbarui 19 Sep 2015, 15:01 WIBDiterbitkan 19 Sep 2015, 15:01 WIB
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
5 Respons Kapolri, Pangdam, hingga DPR RI Terkait Insiden Penyerangan Mapolres Tarakan oleh Anggota TNI
Prabowo Pimpin Upacara Parade Senja Retret Kepala Daerah di Akmil
Hasto: Rompi Oranye dan Borgol Adalah Lambang Perjuangan
Mengenal Semen Mortar: Keunggulan dan Kegunaannya dalam Konstruksi Modern
CEO Aprilia Racing Mengumumkan Jorge Martin Tidak Akan Berlaga di MotoGP Argentina 2025
Simak Harga 1 Lot Saham BBCA Hari Ini 27 Februari 2025
Arti Green Flag: Memahami Tanda Positif dalam Hubungan
China Memantau Ketat Proses Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia: Antara Lega dan Cemas
Persebaya vs Persib Digelar Awal Ramadan, Bojan Hodak: Pemain Sudah Siap
Potret Cut Syifa Totalitas dalam Sinetron Cinta di Ujung Sajadah, Aktingnya Dinantikan
7 Pernyataan Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Minyak Mentah, Oplos BBM Pertalite Jadi Pertamax
Menko Airlangga Ajak Emak-emak Naik Kelas, Selain Beli Perhiasan Emas juga Pakai Layanan Bank Emas