Bukan Salah Pilih Pelatih, Ini Penyebab Manchester United Terpuruk Menurut Legenda Liverpool

Manchester United dinilai juga memiliki masalah dalam memilih sosok pemimpin dalam tim sehingga mengganggu kesimbangan tim.

oleh Thomas diperbarui 29 Des 2024, 19:00 WIB
Diterbitkan 29 Des 2024, 19:00 WIB
Manchester United
Gelandang Manchester United asal Portugal Bruno Fernandes Striker Manchester United asal Belanda Joshua Zirkzee dan striker Manchester United asal Denmark Rasmus Hojlund merayakan kemenangan setelah pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Manchester City dan Manchester United di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 15 Desember 2024.Paul ELLIS / AFP

Liputan6.com, Jakarta- Manchester United terus terpuruk meski sudah melakukan pergantian manajer dari Erik ten Hag ke tangan Ruben Amorim. The Red Devils masih saja terdampar di papan tengah klasemen Liga Inggris.

MU terpuruk di urutan 14 klasemen sementara Liga Inggris setelah kalah 2-0 dari Wolverhampton Wanderers pada Boxing Day. Hasil negatif di Molineux Stadium menjadi kekalahan ketiga beruntun MU di bawah asuhan Amorim di berbagai ajang yang diikuti.

Di arena Premier League, MU selalu kalah di dua laga terakhir dan bahkan tidak bisa bikin gol sama sekali. Mereka dilumat tamunya Bornemouth 0-3 sebelum dipecundangi Wolverhampton.

Melihat MU tak bisa bangkit meski sudah ganti pelatih, eks kapten Liverpool Grame Souness menyoroti kelemahan lain di Setan Merah yang justru sangat darurat untuk diperbaiki. Di mata Souness, keterpurukan MU tak hanya soal pelatih.

Souness justru menyentil sosok kapten MU Bruno Fernandes. Pria Portugal itu dinilai Souness tak layak menjadi kapten di MU karena sikapnya yang buruk dan tidak bisa membimbing pemain muda. Justru Fernandes dianggap menjadi beban untuk MU oleh Souness.

Fernandes disorot karena sudah mendapat tiga kartu merah di Liga Inggris. Yang terbaru dia diusir wasit saat MU kalah dari Wolverhampton. Kalah jumlah pemain, MU akhirnya kebobolan dua gol di menit akhir sehingga kalah dua kali beruntun di ajang Liga Inggris.

Sentilan Souness untuk Kapten Manchester United

Balik Keadaan, Kemenangan Sensasional Manchester United di Markas City
Gol Bruno Fernandes dari titik putih berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-88. Dua menit kemudian, Amad Diallo mencetak gol kemenangan yang sensasional di akhir pertandingan untuk Manchester United, juara Liga Inggris 20 kali itu. (Paul ELLIS/AFP)

"Dari kejenakaannya saat pertandingan tidak berjalan baik hingga terus-menerus mengangkat tangan ke udara, mengangkat bahu ke arah rekan setimnya - dan dia mengenakan ban kapten. Anda ingin kapten Anda, pemimpin Anda, menjadi contoh bagi semua orang di ruang ganti, itulah sebabnya Anda memilihnya sebagai kapten karena dia memimpin dengan memberi contoh," tulis Souness dalam kolomnya untuk Daily Mail.

"Contoh apa yang dia berikan untuk Kobbie Mainoo, Amad Diallo, dan Alejandro Garnacho, pemain muda yang semuanya sedang berkembang dalam permainan? Saya pikir dia telah menjadi beban bagi Manchester United. Dia memiliki bakat yang tidak diragukan dan dia akan berpikir bahwa dia seharusnya bermain untuk tim terbaik di luar sana, tetapi dia tidak melakukannya dan dia menunjukkan sikap negatif yang akan merugikan orang-orang di sekitarnya - seperti saat dikeluarkan dari lapangan melawan Wolves."

Bruno Fernandes Tak Layak Kapteni Manchester United

Souness tak hanya menyoroti tingkah Bruno Fernandes akhir-akhir ini tapi di laga besar lainnya. Seperti saat MU kalah 0-7 dari rival abadi Liverpool di Anfield.

"Saya tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana dia bereaksi setelah tertinggal tiga gol di Liverpool ketika Manchester United kalah 7-0 di Anfield. Ia hanya menyerah, berjalan sambil menunjuk-nunjuk rekan setimnya, mengangkat bahu. Bagi orang-orang tua yang membaca ini, saya akan mengutip lagu Billy Ocean: 'Ketika keadaan menjadi sulit, yang tangguh akan terus maju.' Namun, Fernandes tidak," ucap Souness.

"Tindakannya di Anfield menunjukkan kepada saya di mana ketangguhan mentalnya berada, tidak ada apa-apanya. Dan itulah maksud saya, hanya memiliki kemampuan saja tidak cukup untuk menjadi pemain top, ia perlu menunjukkan ketangguhan mental, disiplin, dan kerja keras saat Anda menghadapinya dan itulah yang terjadi di MU saat ini."

Berbicara soal kapten MU, salah satu pemain muda Amad Diallo sempat bersuara bila ada sosok lain yang lebih pantas jadi pemimpin di Old Trafford yakni bek Lisandro Martinez. "Kepemimpinan? Licha (Lisandro Martinez)," jawab Diallo.

Klasemen Liga Inggris

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya