Hari Tasyrik Usai Idul Adha 2021, Makna dan Keutamaannya

Hari Tasyrik dirayakan setiap tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijjah sesuai kalender Hijriah. Ini menjadi rangkaian hari penting dalam Islam tepat sehari usai Hari Raya Idul Adha.

oleh Anri Syaiful diperbarui 15 Jun 2023, 14:16 WIB
Diterbitkan 22 Jul 2021, 01:05 WIB
Ilustrasi Masjid, Idul Adha, dan Hari Tasyrik
Ilustrasi Masjid, Idul Adha, dan Hari Tasyrik. (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Tasyrik menjadi suatu pengingat sesuai ajaran agama Islam. Ada larangan menunaikan ibadah puasa di hari Tasyrik.

Hari Tasyrik jatuh pada bulan Zulhijah dalam penanggalan Kamariah atau kalender Hijriah bagi umat Islam. Tepatnya setiap tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Pada hari Tasyrik memang diharamkan berpuasa. Selain itu, kaum muslim disunahkan untuk menyembelih hewan kurban di tiga hari tersebut.

Adapun berdasarkan kalender Masehi, hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21, 22, dan 23 Juli 2021. Hari Tasyrik dirayakan sehari usai Idul Adha.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik)." (Hadis Riwayat Abu Daud)

Seiring dengan hari Tasyrik, jemaah haji sedang menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Mereka melempar jumrah di Mina, bagian rangkaian ritual haji.

Boleh dibilang, banyak keutamaan hari Tasyrik. Terutama, agar setiap muslimin maupun muslimat selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Simak makna dan keutamaan hari Tasyrik seusai Idul Adha, seperti dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (22/7/2021), di halaman berikut:

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Video Pilihan


Menyantap Hidangan dan Senantiasa Bersyukur

Mengenal Olahan Sate Rica Bawang Saat Idul Adha di Gorontalo
Jika anda berkunjug ke Provinsi Gorontalo saat Hari Raya Idul Adha seperti ini, tak lengkap rasanya jika anda tidak mencicipi kuliner yang satu ini. Olahan daging sederhana ini dinamakan dengan sate rica bawang. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Seperti halnya Idul Fitri dan Idul Adha, kaum muslim dilarang berpuasa pada hari Tasyrik. Baik itu puasa qadha maupun sunah.

Sebab di hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan senantiasa mensyukuri karunia makanan dan minuman dari Allah SWT. Artinya, kaum muslim dianjurkan menikmati hidangan pada hari Tasyrik.

 


Penyembelihan Hewan Kurban

Distribusi Daging Qurban Atasi Warga Terdampak PPKM
Petugas memberi makan pada hewan qurban di Juanda Depok, Jawa Barat, Selasa (20/7/2021). Pembagian daging kurban secara door to door sangat membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. (Liputan6.com/HO/Bon)

Adapun bagi kaum muslim yang tak menunaikan ibadah haji dan mampu secara materi, dianjurkan untuk berkurban hewan sesuai ketentuan. Rincinya, domba, kambing, unta, dan sapi.

Sementara, waktu tepat menyembelih hewan kurban dimulai seusai salat Idul Adha atau pada 10 Zulhijjah hingga matahari terbenam di tanggal 13 Zulhijjah atau pada akhir hari Tasyrik.

Tentu saja, ibadah sunah tersebut dikhususkan bagi kaum muslim yang mempunyai harta berlebih. Terutama untuk berbagi kenikmatan kepada mereka warga kurang mampu.

Itu bertujuan supaya mereka semua bisa menikmati hidangan istimewa melalui hewan yang disembelih.

Namun, dianjurkan menyembelih hewan berkualitas baik, sehat, dan gemuk. Dengan kata lain, hewan yang tidak sakit, tak pernah digunakan membajak sawah, dan bukan hewan cacat serta sejumlah kekurangan lainnya.

 


Memperbanyak Doa dan Zikir

Ilustrasi Berdoa dan Berzikir
Ilustrasi Berdoa dan Berzikir. (Dok freepik.com)

Bukan hanya doa. Satu di antara prinsip tasawuf dalam teknik penyembuhan diri, yakni berzikir. Ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya.

Terutama, nikmat makan dan minum. Untuk itu, kaum muslim dianjurkan terus memperbanyak zikir dan memanjatkan doa di hari penuh berkah tersebut.

Arti berzikir adalah mengucapkan kalimat-kalimat baik ataupun kalimah tayyibah. Serta, senantiasa mengucapkan asma Allah atau nama-nama Allah yang lain.

Tentunya, diringi pula dengan berdoa untuk hal-hal baik. Misalnya, mendoakan sanak saudara dan keluarga supaya senantiasa mendapatkan kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya