Tujuan Organisasi PBB: Menjaga Perdamaian dan Keamanan Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki tujuan utama menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Pelajari sejarah, asas, dan peran penting PBB.

oleh Ayu Rifka Sitoresmi Diperbarui 26 Feb 2025, 13:20 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 13:20 WIB
tujuan organisasi pbb
tujuan organisasi pbb ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi internasional terbesar yang menaungi hampir seluruh negara di dunia. Dibentuk pada tahun 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II, PBB memiliki peran vital dalam menjaga perdamaian dan keamanan global. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang sejarah, tujuan, asas, struktur, dan peran penting PBB dalam tatanan dunia internasional.

Sejarah Singkat Pembentukan PBB

Cikal bakal PBB dapat ditelusuri dari kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam mencegah pecahnya Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, muncul kesadaran akan perlunya organisasi internasional yang lebih efektif untuk menjaga perdamaian dunia. Berikut adalah rangkaian peristiwa penting menuju terbentuknya PBB:

  1. 1 Januari 1942 - Istilah "United Nations" pertama kali digunakan dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditandatangani oleh 26 negara sekutu.
  2. 14 Agustus 1941 - Pertemuan antara Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan PM Inggris Winston Churchill menghasilkan Piagam Atlantik yang menjadi cikal bakal PBB.
  3. 25 April - 26 Juni 1945 - Konferensi San Francisco dihadiri 50 negara untuk menyusun Piagam PBB.
  4. 24 Oktober 1945 - PBB resmi berdiri setelah Piagam PBB diratifikasi oleh 5 anggota tetap Dewan Keamanan dan mayoritas negara penandatangan lainnya.
  5. 10 Januari 1946 - Sidang Umum PBB pertama digelar di London dengan dihadiri 51 negara anggota.

Pembentukan PBB merupakan upaya bersama negara-negara di dunia untuk menciptakan wadah kerjasama internasional yang lebih kuat dalam menjaga perdamaian pasca Perang Dunia II. Organisasi ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan Liga Bangsa-Bangsa dan mencegah terulangnya konflik berskala global.

Tujuan Utama Organisasi PBB

Sebagai organisasi internasional terbesar, PBB memiliki beberapa tujuan utama yang tertuang dalam Piagam PBB, yaitu:

  1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
  2. Mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan prinsip persamaan hak dan penentuan nasib sendiri
  3. Mencapai kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan kemanusiaan
  4. Menjadi pusat penyelarasan tindakan-tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama
  5. Memajukan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental

Tujuan utama PBB adalah menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Hal ini diwujudkan melalui berbagai upaya seperti pencegahan konflik, mediasi sengketa antar negara, pengiriman pasukan penjaga perdamaian, hingga pemberian sanksi terhadap negara yang mengancam perdamaian. PBB juga berperan dalam memajukan kerjasama internasional di berbagai bidang untuk mengatasi tantangan global bersama.

Asas-Asas Dasar PBB

Dalam menjalankan fungsinya, PBB berpegang pada beberapa asas dasar yang tertuang dalam Piagam PBB, antara lain:

  1. Persamaan kedaulatan semua negara anggota
  2. Penyelesaian sengketa secara damai
  3. Larangan penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional
  4. Non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain
  5. Kerjasama internasional untuk menyelesaikan masalah bersama
  6. Pemenuhan kewajiban sesuai Piagam PBB dengan itikad baik
  7. Penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental

Asas-asas ini menjadi landasan bagi PBB dalam menjalankan perannya sebagai organisasi internasional. Prinsip persamaan kedaulatan misalnya, memastikan bahwa setiap negara anggota memiliki kedudukan yang setara terlepas dari ukuran atau kekuatan ekonomi/militernya. Sementara asas penyelesaian sengketa secara damai mendorong diplomasi dan negosiasi sebagai jalan utama mengatasi konflik antar negara.

Struktur Organisasi PBB

Untuk menjalankan fungsinya, PBB memiliki 6 organ utama yaitu:

  1. Majelis Umum - Forum utama pembahasan isu-isu global yang dihadiri seluruh negara anggota
  2. Dewan Keamanan - Bertanggung jawab atas pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional
  3. Dewan Ekonomi dan Sosial - Menangani isu-isu ekonomi, sosial dan lingkungan global
  4. Sekretariat - Dipimpin Sekretaris Jenderal, menjalankan administrasi PBB
  5. Mahkamah Internasional - Lembaga peradilan utama PBB yang berkedudukan di Den Haag
  6. Dewan Perwalian - Mengawasi wilayah perwalian (sudah tidak aktif sejak 1994)

Selain itu, PBB juga memiliki berbagai badan khusus seperti WHO, UNESCO, UNICEF, dan lainnya yang menangani isu-isu spesifik. Struktur ini memungkinkan PBB untuk menjalankan mandatnya secara komprehensif di berbagai bidang.

Peran dan Kontribusi PBB dalam Tatanan Dunia

Sejak berdiri pada tahun 1945, PBB telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga perdamaian dan memajukan kerjasama internasional. Beberapa peran penting PBB antara lain:

  1. Pencegahan dan penyelesaian konflik melalui mediasi dan misi penjaga perdamaian
  2. Penegakan hukum internasional melalui Mahkamah Internasional
  3. Bantuan kemanusiaan bagi korban perang dan bencana alam
  4. Pemajuan hak asasi manusia dan demokrasi
  5. Pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan global
  6. Perlindungan lingkungan dan penanganan perubahan iklim
  7. Pemberantasan penyakit menular dan peningkatan kesehatan global
  8. Pengembangan hukum internasional

Meski menghadapi berbagai tantangan, PBB tetap menjadi forum utama kerjasama multilateral dalam mengatasi isu-isu global. Keberadaan PBB membantu menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil dan damai dibandingkan era sebelumnya.

Keanggotaan PBB

Saat ini PBB beranggotakan 193 negara yang mewakili hampir seluruh negara berdaulat di dunia. Keanggotaan PBB terbuka bagi semua "negara cinta damai" yang menerima kewajiban dalam Piagam PBB. Prosedur penerimaan anggota baru adalah sebagai berikut:

  1. Negara mengajukan permohonan keanggotaan kepada Sekretaris Jenderal PBB
  2. Dewan Keamanan membahas dan memberikan rekomendasi
  3. Majelis Umum memutuskan penerimaan dengan mayoritas 2/3 suara

Selain negara anggota penuh, PBB juga memiliki status pengamat untuk entitas seperti Vatikan dan Palestina. Keanggotaan yang luas ini menjadikan PBB sebagai forum global yang paling representatif.

Manfaat Keanggotaan PBB bagi Negara Anggota

Menjadi anggota PBB memberikan berbagai manfaat bagi suatu negara, antara lain:

  1. Pengakuan kedaulatan dan status internasional
  2. Kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan global
  3. Akses terhadap bantuan pembangunan dan kemanusiaan PBB
  4. Perlindungan hukum internasional
  5. Forum untuk menyuarakan kepentingan nasional
  6. Kesempatan berkontribusi dalam misi perdamaian
  7. Akses terhadap data dan riset PBB
  8. Peningkatan hubungan diplomatik dengan negara lain

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, keanggotaan PBB membuka peluang untuk berperan lebih besar dalam isu-isu global serta mendapatkan dukungan pembangunan. Sementara bagi negara maju, PBB menjadi wadah untuk memperluas pengaruh internasional.

Tantangan dan Kritik terhadap PBB

Meski memiliki peran penting, PBB juga menghadapi berbagai tantangan dan kritik, antara lain:

  1. Ketidakefektifan dalam mencegah beberapa konflik bersenjata
  2. Dominasi negara-negara besar dalam pengambilan keputusan
  3. Birokrasi yang rumit dan tidak efisien
  4. Keterbatasan anggaran dan sumber daya
  5. Ketidakmampuan menegakkan resolusi terhadap negara-negara kuat
  6. Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan dana
  7. Ketidakseimbangan representasi geografis dalam struktur PBB

Berbagai upaya reformasi telah dilakukan untuk mengatasi tantangan ini, namun masih banyak yang perlu diperbaiki agar PBB dapat menjalankan mandatnya secara lebih efektif di masa depan.

Peran Indonesia di PBB

Indonesia telah menjadi anggota PBB sejak 28 September 1950. Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam PBB. Beberapa kontribusi Indonesia antara lain:

  1. Aktif dalam misi penjaga perdamaian PBB di berbagai negara
  2. Menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sebanyak 4 kali
  3. Memprakarsai pembentukan Pasukan Siaga PBB
  4. Aktif dalam forum-forum PBB terkait isu pembangunan dan lingkungan
  5. Menjadi tuan rumah berbagai konferensi internasional PBB

Melalui PBB, Indonesia dapat menyuarakan kepentingan nasional serta berkontribusi dalam mengatasi tantangan global. Keanggotaan di PBB juga membuka akses bagi Indonesia terhadap bantuan teknis dan pendanaan untuk pembangunan.

Kesimpulan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki peran vital dalam menjaga perdamaian dan memajukan kerjasama internasional. Meski menghadapi berbagai tantangan, PBB tetap menjadi organisasi global terpenting yang mewadahi hampir seluruh negara di dunia.

Tujuan utama PBB untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional masih sangat relevan di tengah berbagai konflik dan krisis global yang terjadi. Ke depan, diperlukan upaya bersama dari seluruh negara anggota untuk memperkuat peran PBB dalam mengatasi tantangan abad ke-21.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya