Pelancong Positif COVID-19, 2 Negara Bagian Australia Berlakukan Status Waspada

Dua negara bagian Australia berada dalam status waspada COVID-19.

oleh Natasha Khairunisa Amani diperbarui 10 Jun 2021, 17:33 WIB
Diterbitkan 10 Jun 2021, 17:33 WIB
Sydney di Tengah Kemunculan Klaster Baru Kasus Covid-19
Pejalan kaki melintasi jalan yang biasanya padat dengan lalu lintas di kawasan pusat bisnis di Sydney, Rabu (30/12/2020). Pihak berwenang berupaya menekan klaster kasus virus corona Covid-19 yang terus bertambah di kota terpadat di Australia tersebut. (Saeed KHAN / AFP)

Liputan6.com, Sydney - Dua negara bagian Australia berada dalam status waspada Virus Corona setelah seorang perempuan yang terinfeksi COVID-19 dan suaminya melakukan perjalanan dari Victoria - yang saat ini memberlakukan lockdown.

Pihak berwenang di New South Wales dan Queensland bergegas melacak kontak dekat kedua warga tersebut dan menemukan sumber virus.

Pasangan tersebut kemungkinan akan menghadapi tuntutan pidana karena melanggar pembatasan COVID-19.

Perempuan berusia 44 tahun itu dites positif COVID-19 di Queensland, kata otoritas setempat pada Rabu malam (9/6), dan suaminya juga dinyatakan positif.

Menteri Kesehatan negara bagian Queensland, Yvette D'Ath mengatakan kepada wartawan di Brisbane pada Kamis (10/6) bahwa tes pasangan itu menunjukkan bahwa mereka kemungkinan berada di akhir periode infeksi mereka.

"Ini berarti risikonya lebih rendah dari yang kami perkirakan kemarin, yang merupakan berita yang sangat positif," kata D'Ath, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu, tidak ada kasus tambahan COVID-19 lainnya yang dilaporkan dari negara bagian tersebut.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Queensland Keluarkan Peringatan COVID-19 untuk Beberapa Wilayah

Pesan Warga Sydney di Tengah Pandemi Virus Corona
Foto yang diabadikan pada 4 April 2020 ini menunjukkan pesan yang meminta warga untuk tetap di rumah selama pandemi virus corona Covid-19 di Fairlight, Sydney, Australia. (Xinhua/Bai Xuefei)

Australia sebagian besar telah menahan semua wabah COVID-19 sebelumnya melalui lockdown cepat, pengendalian perbatasan regional dan pelacakan kontak cepat, dengan lebih dari 30.200 kasus dan 910 kematian yan tercatat sejak awal pandemi.

Pihak berwenang Queensland mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah pasangan itu, yang mengemudi dari Melbourne, memiliki izin perjalanan untuk memasuki negara bagian itu, meskipun negara bagian asal mereka di Victoria sedang memberlakukan lockdown.

Queensland pun telah mengeluarkan peringatan untuk beberapa bagian dari Sunshine Coast, tempat wisata populer, dan dua wilayah regional.

Pihak berwenang New South Wales mengatakan pasangan itu sebagian besar bepergian melalui kota-kota regional selama lima hari pekan lalu.

"Pesan secara luas kami kepada komunitas regional adalah waspada yang tinggi, ini adalah bahaya nyata dan sekarang, memiliki orang-orang yang positif, bepergian melalui negara bagian dan berhenti di beberapa tempat menempatkan negara bagian kami dalam risiko," kata Menteri Kesehatan negara bagian New South,  Brad Hazzard.


Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya