Liputan6.com, Jakarta - Calon Paskibraka Nasional 2019Ā dari Riau, Tri Setya Negara Putri mengaku memiliki minat besar untuk masuk AkademiĀ Kepolisian (Akpol). Menurutnya, berhasil menjadi pasukan pengibar bendera pusaka tingkat nasional bisa menjadi dasar untuk masuk Akpol.
āMenurut saya, jiwa saya ini di Akpol. Saya terus berusaha untuk belajar mencari ilmu tentang Akpol dan semoga aja berhasil, dimulai dari inilah dasarnya Paskibraka,āĀ kataĀ perempuan yangĀ biasa dipanggil TiaĀ kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.
Tia menjelaskan, sebelum memasuki SMA, dia tidak begitu menekuni Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang ada di Paskibra. Namun, hal itu berubah ketika dia sadar bahwa dia harus bisa memanfaatkan badannya yang terbilang tinggi untuk beraktivitas.
Advertisement
Karena tidak memiliki minat besar dalam permainan olahraga, Tia akhirnya memutuskan untuk tekun ikut kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolahnya, SMA Negeri 1 Rengat. Ketekunannya ini pun akhirnya berbuah manis.
Baca juga:Ā 3 Calon Paskibraka Nasional 2019 Kaget Tak Bisa Lihat Bintang Malam Hari
Sebab, Tia berhasil menyabet peringkat 1 di seleksiĀ Paskibraka Provinsi di Riau dan akhirnya lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional 2019.
āKebetulan nama saya disebutkan terakhir kali, jadi saya agak down gak lulus provinsi atau nasional. Pas disebutkan nangis sih Kak, terharu,ā kata Tia.
āTerus udah dikasih tahu orangtua gak percaya, nangis juga di rumah. Ternyata anaknya yang manja di rumah ini bisa membuktikan itu,āTia melanjutkan.
Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional
Lolos Jadi Paskibraka Nasional 2019 Ingin Berfoto Berdua dengan Jokowi
Selain itu, Tia yang juga hobi menulis ini juga bercita-cita bisa berfoto berdua dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai melaksanakan Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara, Jakarta. Dia pun berharap bisa masuk ke dalam Pasukan 8.
āPasukan 8 pasti (maunya), Kak. Mau banget foto sama Pak Jokowi, kalau bisa berdua aja,ā katanya.
Dia bersyukur dirinya bisa sampai ke Jakarta berkat prestasi Paskibra yang ditekuninya. Tia sendiri memang jarang pergi berlibur karena harus menunggu ayahnya libur dari tugas dinas.
āSaya kurang jalan-jalan sih, ayah saya kerja, jadi saya nunggu liburan dinas ayah saya, jadi saya jarang gitu. Itulah kebanggaan besar bisa ke Jakarta, gratis pula,āĀ ujar Tia.
āSebelum saya pergi saya minta doa restu pada ayah dan ibu saya, abang saya, kakak saya, jadi tolong benar-benar doakanlah. Doakan dari jauh, semoga saya bisa berhasil menghadapi semua ini. Kan ini untuk kebanggaan kita juga,ā Tia menekankan.
Advertisement
Pelatih Paskibraka 2019 Sangat Mendidik
Tidak ketinggalan, Tia juga bersyukur bisa belajar langsung dari para pembina dan pelatih nasional yang ada di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur. Menurutnya, ilmu yang didapatkannya dari mereka akan sangat berguna baginya di kemudian hari.
āDi sini sih yang melatihnya kan memang yang bener-bener ahlinya, jadi saya merasa berbeda banget. Kalau di provinsi galak, di sini lebih galak. Tapi tegasnya mendidik sih, itu saya apresiasi banget,ā dia mengakhiri.
