Vaksinasi Dosis Lengkap Capai 40 Persen, Jubir Nadia: Sebarannya Tidak Merata

Capaian vaksinasi COVID-19 dosis lengkap di Indonesia telah berhasil memenuhi target Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Rabu, 22 Desember 2021.

oleh Ade Nasihudin Al Ansori diperbarui 22 Des 2021, 19:03 WIB
Diterbitkan 22 Des 2021, 17:00 WIB
Cara Tenaga Kesehatan Tarik Minat Anak untuk Vaksinasi COVID-19
Tenaga kesehatan bertopeng superhero menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang anak saat melayani vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Capaian vaksinasi COVID-19 dosis lengkap di Indonesia telah berhasil memenuhi target Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Rabu, 22 Desember 2021. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Sebelumnya, WHO menargetkan setiap negara sekurang-kurangnya mencapai 40 persen dari total populasi yang akan mendapatkan vaksinasi dosis lengkap pada akhir 2021.

“Sampai hari ini, total masyarakat yang sudah kita suntikkan dosis lengkap (fully vaccinated) mencapai 108.412.315 orang atau 40,12 persen. Artinya kita lebih cepat dari target yang ditetapkan WHO,” kata Budi dalam keterangan pers dikutip Rabu (22/12/2021).

Menanggapi pencapaian ini, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa capaian vaksinasi ini sebarannya tidak merata di semua provinsi.

“Tentu tidak merata ya di semua provinsi ini kan secara nasional, artinya yang dihitung jumlah orang yang mendapatkan dosis lengkap total ya, jadi bukan berdasarkan kabupaten/kota atau provinsi,” kata Nadia kepada Health Liputan6.com melalui pesan singkat, Rabu (22/12/2021).

Terkait rincian dari 40 persen capaian vaksinasi lengkap di Indonesia, termasuk persentase di Pulau Jawa, Nadia belum memberikan keterangan lebih lanjut.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Berikut Ini

Berkat Usaha Bersama

Di sisi lain, Budi menekankan bahwa capaian vaksinasi tersebut tidak terlepas dari bantuan dan dukungan seluruh komponen bangsa di antaranya TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, pihak swasta serta masyarakat.

“Sejak pemerintah memulai vaksinasi pada Januari lalu, Kementerian Kesehatan terus mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih, karena berkat usaha bersama, cakupan vaksinasi nasional berjalan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya.

Sejak dimulai pada pertengahan Januari lalu, Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi untuk 208,2 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 154.593.449 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama atau 75 persen dari target dan 108.412.315 masyarakat indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau 52 persen dari target.

Perluasan Vaksinasi

Dalam upaya mempercepat perlindungan masyarakat Indonesia dari COVID-19, upaya vaksinasi juga diperluas menyasar anak usia 6-11 secara bertahap. Pada tahap pertama vaksinasi anak berlangsung di 115 kabupaten/kota dari 19 provinsi.

Karena cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen, pemerintah secara resmi memulai vaksinasi anak usia 6-11 pada 14 Desember lalu dengan jumlah sasaran sekitar 26,5 juta anak.

“Pantauan kami di sistem sudah 500 ribu lebih anak yang sudah divaksinasi dari sasaran 26,5 juta. Saya kira sampai sekarang ini, vaksinasi berjalan lancar dan aman,” kata Budi.

Ia menjamin bahwa vaksin terbaik adalah vaksin yang saat ini tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengakses lokasi dan pelayanan vaksinasi COVID-19. Semakin banyak orang yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 maka semakin banyak orang yang terlindungi.

“Kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penularan COVID-19. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai solusi jitu mengakhiri pandemi COVID-19,” tutup Budi.

 

Infografis Syarat Lansia, Komorbid hingga Ibu Menyusui Disuntik Vaksin COVID-19

Infografis Syarat Lansia, Komorbid hingga Ibu Menyusui Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Syarat Lansia, Komorbid hingga Ibu Menyusui Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya