Menu Khas Lebaran yang Cocok untuk Penderita Diabetes, Tetap Sehat di Hari Raya

Tips memilih menu Lebaran sehat dan aman untuk penderita diabetes, dengan tetap menikmati kelezatan hari raya tanpa khawatir gula darah melonjak.

oleh Woro Anjar Verianty Diperbarui 29 Mar 2025, 20:00 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 20:00 WIB
15 Makanan yang Enak Menemani Momen Lebaran di Rumah, Sudah Tahu Mau Masak yang Mana?
Ilustrasi menyantap menu Lebaran. (c) Odua Images... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Lebaran adalah momen spesial bagi umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa. Perayaan ini selalu identik dengan hidangan mewah dan beragam kuliner khas yang menggiurkan. Namun, bagi penderita diabetes, menikmati hidangan Lebaran bisa menjadi tantangan tersendiri. Kekhawatiran akan lonjakan kadar gula darah seringkali membuat penderita diabetes merasa terbatas dalam menikmati hidangan lezat saat Lebaran.

Perlu diketahui bahwa penderita diabetes tetap bisa merayakan Lebaran dengan menu tradisional, namun dengan modifikasi yang tepat. Gula darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, mulai dari penyakit jantung, stroke, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk tetap memperhatikan asupan makanan, terutama di hari-hari spesial seperti Lebaran.

Kabar baiknya, terdapat banyak alternatif menu Lebaran yang ramah bagi penderita diabetes. Dengan mengganti beberapa bahan dan metode pengolahan, penderita diabetes tetap bisa menikmati cita rasa Lebaran tanpa harus khawatir kadar gula darah melonjak. 

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum, berbagai menu khas Lebaran yang dimodifikasi agar lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, lengkap dengan resep dan tips pengolahannya, pada Sabtu (29/3).

Ketupat dari Beras Merah: Alternatif Sehat untuk Penderita Diabetes

Ketupat merupakan hidangan wajib saat Lebaran yang memiliki makna filosofis mendalam. Dalam bahasa Jawa, ketupat berasal dari kata "ngaku lepat" yang berarti "mengakui kesalahan", sangat sesuai dengan momen bermaaf-maafan pada hari Lebaran. Bagi penderita diabetes, ketupat yang biasanya terbuat dari beras putih bisa diganti dengan beras merah yang lebih rendah indeks glikemiknya.

Beras merah memiliki indeks glikemik sekitar 50-55, jauh lebih rendah dibandingkan beras putih yang berkisar antara 56-68. Indeks glikemik yang lebih rendah berarti pelepasan glukosa ke dalam darah terjadi secara lebih lambat dan stabil, sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis. Selain itu, beras merah juga kaya akan serat, sekitar 1,8 gram per 100 gram, sedangkan beras putih hanya mengandung 0,4 gram serat per porsi yang sama.

Kandungan serat yang tinggi pada beras merah memberikan manfaat ganda bagi penderita diabetes. Selain membantu memperlambat penyerapan glukosa, serat juga membuat perut terasa lebih kenyang dalam waktu lebih lama. Ini membantu mengontrol porsi makan, yang merupakan salah satu kunci penting dalam pengelolaan diabetes. Sebagai bonus tambahan, beras merah juga mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit seperti jantung dan diabetes.

 

Bahan:

  • 10 buah anyaman ketupat siap pakai
  • 250 gram beras merah (bisa juga dicampur dengan beras putih dengan perbandingan 70:30)
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya

Cara Membuat:

  1. Cuci beras merah hingga bersih, kemudian rendam selama minimal 2 jam (idealnya 3-4 jam) untuk melunakkan teksturnya
  2. Tiriskan beras yang sudah direndam
  3. Isi kulit ketupat dengan beras merah sekitar 1/2 sampai 2/3 dari volume ketupat (perhatikan bahwa beras merah akan mengembang lebih banyak)
  4. Rebus air dalam panci besar dan tambahkan sedikit garam
  5. Masukkan ketupat yang sudah diisi dan pastikan terendam seluruhnya
  6. Rebus dengan api sedang selama 4-5 jam atau gunakan panci presto sekitar 1-2 jam
  7. Angkat ketupat dan dinginkan sebelum disajikan

Ketupat beras merah ini memiliki tekstur yang sedikit berbeda dari ketupat biasa, namun tetap lezat dan jauh lebih sehat untuk penderita diabetes. Sajikan dengan lauk rendah lemak untuk hidangan Lebaran yang tetap festif namun aman bagi kadar gula darah.

Rendang Ikan: Pilihan Protein Sehat dengan Indeks Glikemik Rendah

tips rendang
Tips daging rendang empuk.... Selengkapnya

Rendang memang menjadi salah satu hidangan favorit saat Lebaran. Namun bagi penderita diabetes, rendang daging sapi yang berlemak dan dimasak dalam waktu lama dengan santan kental bisa menjadi ancaman serius bagi kadar gula darah. Sebagai alternatif yang lebih sehat, rendang ikan bisa menjadi solusi yang tidak kalah lezat.

Ikan mengandung protein berkualitas tinggi dengan kandungan lemak jenuh yang jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi. Selain itu, ikan juga kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah—aspek yang sangat penting bagi penderita diabetes yang berisiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular.

Memilih ikan untuk rendang juga memberikan keuntungan dari segi waktu memasak yang lebih singkat. Proses memasak yang lebih cepat membantu mempertahankan nutrisi dalam bahan makanan, serta mengurangi pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs)—senyawa yang terbentuk ketika protein atau lemak bergabung dengan gula selama proses memasak dalam waktu lama dan suhu tinggi. AGEs telah dikaitkan dengan komplikasi diabetes dan peradangan kronis.

Untuk mendapatkan tekstur yang tetap kokoh dan tidak mudah hancur, pilihlah jenis ikan dengan daging yang padat seperti ikan tuna, tongkol, atau tenggiri. Penggunaan santan pada rendang ikan juga bisa dikurangi atau diganti sebagian dengan kaldu ikan yang kaya rasa namun rendah lemak.

Bahan:

  • 750 gram ikan tuna atau tongkol segar, potong dalam ukuran sedang
  • 200 ml santan cair dari 1/2 butir kelapa
  • 100 ml kaldu ikan tanpa garam
  • 8 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah besar (buang biji untuk mengurangi kepedasan)
  • 2 buah cabai keriting (sesuaikan dengan selera)
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 2 cm kunyit
  • 4 butir kemiri sangrai
  • 1 sdt ketumbar sangrai
  • 1/2 sdt jintan sangrai
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm kayu manis
  • 2 butir bunga lawang
  • Garam secukupnya (disarankan maksimal 1 sdt)
  • 1/2 sdt pemanis stevia (opsional)
  • 2 sdm minyak zaitun untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, kemiri, ketumbar, dan jintan
  2. Panaskan minyak zaitun, tumis bumbu halus hingga harum dan matang
  3. Masukkan lengkuas, daun jeruk, daun salam, serai, kayu manis, dan bunga lawang
  4. Tuangkan kaldu ikan, aduk rata dan masak hingga bumbu meresap dan mengeluarkan minyak
  5. Masukkan potongan ikan, aduk perlahan agar ikan tidak hancur
  6. Tuangkan santan cair, aduk perlahan dan masak dengan api kecil
  7. Tambahkan garam dan pemanis secukupnya
  8. Masak hingga kuah mengental dan bumbu meresap ke dalam ikan (sekitar 30-45 menit)
  9. Sajikan dengan ketupat beras merah

Rendang ikan ini menawarkan cita rasa yang kaya dan kompleks namun dengan kandungan lemak jenuh dan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan rendang daging sapi tradisional. Protein ikan yang berkualitas tinggi juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Semur Tahu dan Tempe: Lauk Nabati Kaya Protein dan Rendah Indeks Glikemik

Semur merupakan hidangan khas yang sering hadir di meja Lebaran. Cita rasa manis dan gurih dari semur membuatnya sangat digemari. Namun bagi penderita diabetes, kandungan gula dan lemak dalam semur tradisional bisa menjadi masalah. Semur tahu dan tempe adalah alternatif yang lebih sehat karena menggunakan protein nabati yang lebih rendah lemak dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah.

Tahu dan tempe merupakan sumber protein yang sangat baik bagi penderita diabetes. Kedelai, bahan dasar tahu dan tempe, mengandung isoflavon yang telah terbukti membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, protein nabati ini juga kaya akan serat yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kandungan lemak pada tahu dan tempe juga jauh lebih rendah dibandingkan daging, sehingga sangat baik untuk kesehatan jantung. Hal ini sangat penting bagi penderita diabetes yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Dibandingkan dengan semur daging yang mengandung sekitar 245 kalori per porsi, semur tahu dan tempe hanya mengandung sekitar 116 kalori per porsi.

Untuk mengurangi kandungan gula pada semur, penggunaan kecap manis bisa dikurangi dan dikombinasikan dengan kecap asin rendah sodium. Pemanis alternatif seperti stevia juga bisa digunakan untuk mendapatkan rasa manis tanpa menaikkan kadar gula darah.

Bahan:

  • 200 gram tempe, potong dadu
  • 200 gram tahu putih keras, potong dadu
  • 1 buah tomat merah besar, potong dadu
  • 5 siung bawang merah, haluskan
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 3 butir kemiri sangrai, haluskan
  • 1 cm jahe, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1/4 sdt pala bubuk
  • 1/4 sdt jintan bubuk
  • 2 butir kapulaga
  • 2 buah cengkeh
  • 1 buah bunga lawang
  • 4 sdm kecap manis rendah gula (atau 2 sdm kecap manis regular + 2 sdm kecap asin rendah sodium)
  • 1/2 sdt pemanis stevia (jika menggunakan kecap asin)
  • 800 ml air
  • 2 sdm minyak zaitun untuk menumis
  • Garam secukupnya (disarankan maksimal 1/2 sdt)

Cara Membuat:

  1. Kukus tempe dan tahu selama 10 menit untuk mengurangi kandungan air dan menghasilkan tekstur yang lebih padat
  2. Panaskan minyak zaitun, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
  3. Masukkan kemiri, jahe, lengkuas, daun salam, serai, pala, jintan, kapulaga, cengkeh, dan bunga lawang
  4. Tumis hingga bumbu matang dan wangi
  5. Masukkan tahu dan tempe yang sudah dikukus, aduk perlahan hingga tercampur dengan bumbu
  6. Tuangkan kecap manis dan kecap asin, aduk rata
  7. Tambahkan air, masak dengan api sedang hingga mendidih
  8. Masukkan tomat dan pemanis stevia (jika digunakan)
  9. Kecilkan api, masak hingga kuah menyusut dan bumbu meresap (sekitar 30-45 menit)
  10. Tambahkan garam secukupnya, aduk rata
  11. Sajikan dengan ketupat beras merah

Semur tahu dan tempe ini memberikan cita rasa yang kaya dan memuaskan tanpa menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kombinasi protein nabati yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah menjadikannya pilihan ideal bagi penderita diabetes saat Lebaran.

Minuman Segar Ramah Diabetes: Es Blewah Tanpa Gula Tambahan

Es Mangkok Blewah Jeruk Nipis
Es Mangkok Blewah Jeruk Nipis... Selengkapnya

Hidangan Lebaran tidak lengkap tanpa minuman segar untuk menyeimbangkan rasa. Es blewah merupakan salah satu minuman yang populer saat Lebaran dan sangat cocok untuk penderita diabetes karena blewah memiliki kandungan gula alami yang relatif rendah. Dalam 100 gram blewah, hanya terkandung sekitar 34 kalori, jauh lebih rendah dibandingkan buah-buahan manis lainnya.

Buah blewah juga memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, sekitar 65, yang berarti pelepasan glukosa ke dalam darah terjadi secara lebih lambat dibandingkan buah dengan indeks glikemik tinggi. Selain itu, blewah mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kebiasaan menambahkan sirup dalam es blewah tradisional tentu tidak cocok bagi penderita diabetes. Dua sendok makan sirup mengandung sekitar 19,5 gram gula, yang sangat berbahaya bagi kadar gula darah. Sebagai alternatif, perasan jeruk segar bisa menjadi pilihan yang lebih sehat. Dua sendok makan perasan jeruk manis hanya mengandung sekitar 2,5 gram gula alami.

Jeruk juga kaya akan vitamin C dan antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres oksidatif—kondisi yang sering dialami oleh penderita diabetes. Kombinasi blewah dan jeruk dalam minuman ini menjadikannya pilihan yang menyegarkan sekaligus menyehatkan bagi penderita diabetes.

Bahan:

  • 1/2 buah blewah matang, buang biji dan kulit
  • 3 buah jeruk manis, peras ambil airnya
  • 1 lembar daun pandan, simpul
  • 1/2 sdt bubuk kayu manis (opsional)
  • 1/4 sdt ekstrak vanila (opsional)
  • Es batu secukupnya
  • Air mineral secukupnya
  • 1/2 sdt pemanis stevia (opsional, jika ingin lebih manis)

Cara Membuat:

  1. Potong daging blewah menjadi dadu-dadu kecil atau dikeruk memanjang
  2. Peras jeruk dan saring untuk menghilangkan bijinya
  3. Campur potongan blewah dengan air perasan jeruk dalam mangkuk besar
  4. Tambahkan daun pandan, bubuk kayu manis, dan ekstrak vanila jika digunakan
  5. Tambahkan air mineral secukupnya (sekitar 500 ml)
  6. Jika ingin lebih manis, tambahkan pemanis stevia
  7. Aduk rata dan biarkan dalam lemari es selama minimal 30 menit agar rasa menyatu
  8. Sajikan dalam gelas dengan es batu

Es blewah ini menawarkan kesegaran alami tanpa perlu menambahkan gula atau sirup. Rasa manis alami dari blewah dan keasaman dari jeruk menciptakan kombinasi yang menyegarkan, sempurna untuk menemani hidangan Lebaran yang cenderung gurih dan berlemak.

 

Tips Menikmati Hidangan Lebaran bagi Penderita Diabetes

Menikmati hidangan Lebaran sambil menjaga kadar gula darah tetap terkontrol membutuhkan strategi khusus. Berikut beberapa tips penting bagi penderita diabetes saat menyantap hidangan Lebaran:

  1. Perhatikan porsi makan: Makan dalam porsi kecil namun lebih sering dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hindari makan dalam porsi besar sekaligus, meskipun hidangannya sehat. Gunakan piring berukuran lebih kecil untuk membantu mengontrol porsi.
  2. Prioritaskan protein dan serat: Mulailah makan dengan mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat terlebih dahulu, baru kemudian karbohidrat. Protein dan serat membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah.
  3. Batasi lauk pendamping ketupat: Hindari mengonsumsi lebih dari satu jenis lauk bersamaan dengan ketupat. Misalnya, jika sudah mengambil opor ayam, hindari tambahan rendang atau semur dalam waktu yang sama. Selain itu, pilih lauk yang tidak digoreng atau menggunakan tepung.
  4. Rutin periksa kadar gula darah: Bagi penderita diabetes, penting untuk memantau kadar gula darah secara rutin, terutama selama periode Lebaran ketika pola makan cenderung berubah. Pantauan ini membantu menyesuaikan asupan makanan atau obat-obatan jika diperlukan.
  5. Tetap aktif secara fisik: Jangan lupa untuk tetap melakukan aktivitas fisik selama libur Lebaran. Jalan kaki santai keliling kompleks atau senam ringan di pagi hari dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.
  6. Maksimalkan asupan air putih: Konsumsi air putih yang cukup sangat penting bagi penderita diabetes untuk mencegah dehidrasi. Pastikan mengonsumsi setidaknya 2 liter air putih per hari. Dehidrasi dapat menghambat tubuh dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah dan merangsang hormon vasopressin yang dapat menyebabkan peningkatan gula darah.
  7. Bijak dalam mencicipi hidangan manis: Tak perlu menghindari semua hidangan manis saat Lebaran. Penderita diabetes tetap bisa mencicipi kue kering atau makanan manis lainnya, namun perlu membatasi jumlahnya dan memperhatikan jarak waktunya dengan konsumsi makanan utama.
  8. Konsumsi obat diabetes secara teratur: Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi obat diabetes sesuai dengan dosis dan jadwal yang direkomendasikan oleh dokter, meskipun sedang berlibur atau menghadiri acara Lebaran.

Dengan menerapkan tips-tips di atas dan memilih menu Lebaran yang lebih sehat, penderita diabetes tetap bisa menikmati kebersamaan dan hidangan lezat di hari Lebaran tanpa harus khawatir kadar gula darah melonjak. Lebaran bisa tetap meriah dan bermakna, sekaligus menjadi momen untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat dan seimbang.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya