Liputan6.com, Jakarta - Sholat menghadap kiblat dalam hal ini arah Ka'bah adalah syarat sah dalam ibadah sholat bagi umat Islam. Namun, muncul pertanyaan, bagaimana jika seseorang sholat di dalam Ka'bah? Ke arah mana ia harus menghadap?
Dalam sebuah video yang dikutip dari kanal YouTube @sangpenyuluhagama, pertanyaan ini dibahas berdasarkan hadis serta pandangan para ulama. Salah satu rujukannya adalah kisah Rasulullah yang pernah melaksanakan sholat di dalam Ka'bah.
Advertisement
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bilal RA, disebutkan bahwa Rasulullah pernah masuk ke dalam Ka'bah dan sholat di antara dua tiang tanpa menghadap pintu Ka'bah. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Advertisement
Dari hadis tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa seseorang yang sholat di dalam Ka'bah boleh menghadap ke mana saja. Sebab, ia sudah berada di dalam kiblat itu sendiri.
Namun, tidak ditemukan riwayat sahih yang menyebutkan bahwa para sahabat Rasulullah sholat di dalam Ka'bah. Bahkan, ketika Sayidah Aisyah RA meminta izin untuk sholat di dalamnya, Rasulullah justru menyarankan agar sholat di Hijir Ismail.
Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka'bah yang terbuka. Ini menunjukkan bahwa sholat di tempat itu sudah dianggap sama dengan sholat di dalam Ka'bah.
Baca Juga
Â
Simak Video Pilihan Ini:
Begini Pendapat Ulama
Sementara mengutip penjelasan dari Nu.or.id, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menyatakan bahwa dalam syariat, sholat harus menghadap ke arah kiblat.
Beliau menulis dalam kitabnya, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, bahwa para ahli fiqih telah menetapkan kebolehan sholat di dalam Ka'bah.
Mazhab Syafi'i memiliki pendapat mengenai arah kiblat bagi orang yang sholat di dalam Ka'bah. Mereka berpendapat bahwa orang yang berada di dalam Ka'bah boleh menghadap dinding atau pintunya.
Imam An-Nawawi dalam kitab Minhajut Thalibin menjelaskan bahwa seseorang yang sholat di dalam Ka'bah, baik menghadap dinding maupun pintu, tetap sah.
Bahkan, sholat di atas atap Ka'bah pun diperbolehkan selama tetap menghadap bagian dari bangunan Ka'bah itu sendiri.
Bagi Mazhab Syafi'i, arah mana pun yang dihadapi oleh seseorang di dalam Ka'bah tetap dianggap sah. Sebab, ia tetap menghadap bagian dari Ka'bah.
Advertisement
Di Dalam Ka'bah Hakikatnya Menghadap Kiblat
Syekh As-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj menegaskan bahwa orang yang sholat di dalam Ka'bah pada hakikatnya tetap menghadap kiblat.
Meskipun demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai jenis sholat yang boleh dilakukan di dalam Ka'bah.
Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat yang sah dilakukan di dalam Ka'bah hanya sholat sunnah.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa sholat fardhu pun tetap sah jika dilakukan di dalam Ka'bah, baik secara berjamaah maupun sendiri.
Mengenai hal ini, perbedaan pendapat masih terbuka dan dapat dipelajari lebih lanjut dalam kitab-kitab fiqih.
Yang pasti, sholat di dalam Ka'bah tetap sah selama menghadap ke salah satu bagian dari bangunan tersebut.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul
