Kadang Sama Kadang Beda, Ini 3 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan

Indonesia punya sejarah panjang perihal perbedaan awal Ramadhan dan Syawal. Hal ini karena masing-masing ormas keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memilih metode dan standar bulan baru yang berbeda

oleh Rudal Afgani Dirgantara Diperbarui 01 Mar 2025, 02:00 WIB
Diterbitkan 01 Mar 2025, 02:00 WIB
Melihat Proses Pemantauan Hilal Awal Ramadan
Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Provinsi DKI memantau hilal awal Ramadan 1441 Hijriah di atap Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta, Cawang, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Kanwil Agama Provinsi DKI memutuskan awal Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada hari Jumat (24/4). (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)... Selengkapnya

Liputan6.com, Purbalingga - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal bulan Ramadan 2025 jatuh pada 1 Maret 2025. Ini berarti awal puasa Ramadhan berlangsung bersamaan karena Muhammadiyah juga menetapkan tanggal yang sama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1446 Hijriyah. Sementara pemerintah baru memutuskan setelah menggelar sidang isbat pada Jumat (28/2/2025).

Indonesia punya sejarah panjang perihal perbedaan awal Ramadhan dan Syawal. Hal ini karena masing-masing ormas keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memilih metode dan standar bulan baru yang berbeda.

Khasanah keilmuan Islam memiliki sejumlah metode penentuan awal Ramadhan. Metode yang digunakan yaitu metode pengamatan hilal, metode hisab, dan metode imkanur rukyah.

Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, namun semua metode tersebut bertujuan untuk menentukan awal puasa Ramadan dengan akurat dan tepat. Berikut penjelasan tentang metode-metode penentuan awal puasa Ramadan:

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

3 Metode Penentuan Awal Ramadhan

1. Metode Pengamatan Hilal

Metode pengamatan hilal adalah metode yang paling umum digunakan untuk menentukan awal puasa Ramadan. Hilal adalah fase pertama bulan, di mana bulan terlihat seperti sabit tipis di langit barat setelah matahari terbenam.

Dalam metode ini, para ahli astronomi dan ulama akan melakukan pengamatan hilal di langit barat pada hari ke-29 bulan Sya'ban. Jika hilal terlihat, maka awal puasa Ramadan ditentukan pada hari berikutnya. Jika hilal tidak terlihat, maka puasa Ramadan dimulai pada hari ke-30 bulan Sya'ban.

2. Metode Hisab

Metode hisab adalah metode yang menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal puasa Ramadan. Dalam metode ini, para ahli astronomi akan melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan dan matahari.

Jika hasil perhitungan menunjukkan bahwa bulan telah memasuki fase hilal, maka awal puasa Ramadan ditentukan pada hari berikutnya. Metode hisab ini lebih akurat daripada metode pengamatan hilal, karena dapat memprediksi posisi bulan dengan lebih tepat.

 

3. Metode Imkanur Rukyah

Metode imkanur rukyah adalah metode yang menggunakan kombinasi antara pengamatan hilal dan perhitungan astronomi. Dalam metode ini, para ahli astronomi akan melakukan pengamatan hilal di langit barat, dan jika hilal terlihat, maka awal puasa Ramadan ditentukan pada hari berikutnya.

Namun, jika hilal tidak terlihat, maka para ahli astronomi akan melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan dan matahari. Jika hasil perhitungan menunjukkan bahwa bulan telah memasuki fase hilal, maka awal puasa Ramadan ditentukan pada hari berikutnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya