Liputan6.com, Jakarta Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar merupakan salah satu surah pendek namun memiliki makna yang sangat mendalam dalam Al-Qur'an. Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar atau yang secara resmi dikenal sebagai Surah Al-Qadr adalah surah ke-97 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 5 ayat dan tergolong dalam surah Makkiyah, yang berarti diturunkan di kota Makkah sebelum umat Islam hijrah ke Madinah. Nama Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar diambil dari ayat pertama yang berbunyi "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar", yang mengisahkan peristiwa agung turunnya Al-Qur'an pada malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan.
Keistimewaan Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada keindahan bacaannya, tetapi juga pada makna yang terkandung di dalamnya tentang keutamaan malam Lailatul Qadar. Dalam Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar, Allah SWT menjelaskan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan, artinya beribadah pada malam tersebut nilainya melebihi ibadah selama 83 tahun 4 bulan. Hal ini menjadikan malam Lailatul Qadar sebagai malam yang sangat ditunggu dan diharapkan oleh setiap muslim, terutama di bulan Ramadhan, karena ingin meraih keutamaan yang luar biasa tersebut.
Baca Juga
Memahami makna dan tafsir Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar sangatlah penting bagi setiap muslim, sebab surah ini memberikan pengetahuan tentang peristiwa turunnya Al-Qur'an dan keistimewaan malam Lailatul Qadar. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Advertisement
Berikut ini telah Liputan6.com rangkum arti, tafsir, asbabun nuzul, serta keutamaan Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar, pada Sabtu (29/3).
Arti dan Tafsir Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar
Surah Al-Qadr terdiri dari 5 ayat dengan makna mendalam. Berikut adalah ayat-ayat tersebut beserta arti dan penjelasan singkatnya:
Ayat 1:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan (malam Lailatul Qadar)."
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Para ulama berbeda pendapat apakah Al-Qur'an diturunkan secara utuh dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit dunia, atau permulaan turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW dengan lima ayat pertama Surah Al-'Alaq.
Ayat 2:
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr
Artinya: "Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"
Pertanyaan retoris ini menekankan keagungan malam Lailatulqadar, mengisyaratkan bahwa manusia tidak akan mampu memahami sepenuhnya hakikat malam tersebut tanpa penjelasan dari Allah SWT.
Ayat 3:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
Ayat ini menjelaskan bahwa beribadah pada malam Lailatul Qadar nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan). Ini merupakan anugerah khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW, mengingat umur mereka yang relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.
Ayat 4:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Tanazzalul-malāikatu war-rụḥu fīhā biiżni rabbihim, ming kulli amr
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
Ayat ini menjelaskan keistimewaan malam Lailatul Qadar yaitu turunnya para malaikat dan Jibril ke bumi. Mereka turun untuk membawa kebaikan, keberkahan, rahmat, dan mengatur berbagai urusan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk tahun depan.
Ayat 5:
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr
Artinya: "Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
Ayat terakhir ini menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan dari awal hingga terbitnya fajar. Pada malam ini, syaitan tidak dapat berbuat jahat, sehingga seluruh malam dipenuhi ketenangan dan kedamaian.
Advertisement
Asbabun Nuzul Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar
Para ulama berbeda pendapat mengenai asbabun nuzul (latar belakang turunnya) Surah Al-Qadr. Menurut tafsir Abdurrazzaq Al Mahdi dalam kitab Al Jami' Li Ahkamil Qur'an, tidak ada riwayat sahih yang bisa dijadikan dalil tentang asbabun nuzul Surah Al-Qadr. Meskipun demikian, terdapat beberapa riwayat yang sering dikutip meskipun dianggap lemah dari segi kualitas periwayatannya.
Salah satu riwayat yang sering dikutip adalah dari Mujahid dalam tafsir Ath-Thabari. Riwayat ini menyebutkan bahwa ada seorang lelaki dari Bani Israil yang melaksanakan qiyamul lail hingga pagi, kemudian berjihad di siang hari hingga sore selama seribu bulan. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat merasa kagum, sehingga Allah SWT menurunkan Surah Al-Qadr untuk menjelaskan bahwa beribadah pada malam Lailatulqadar lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Riwayat lain menyebutkan bahwa Surah Al-Qadr diturunkan ketika Rasulullah SAW bermimpi melihat Bani Umayyah berada di atas mimbar dan melakukan perbuatan yang tidak baik. Rasulullah SAW merasa sedih dengan mimpi tersebut, sehingga Allah SWT menurunkan Surah Al-Qadr untuk menghibur beliau. Namun, riwayat ini juga dianggap lemah oleh para ulama.
Terlepas dari berbagai riwayat tersebut, pesan utama Surah Al-Qadr tetap jelas: menjelaskan keistimewaan malam Lailatul Qadar sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an dan malam yang nilainya melebihi seribu bulan.
Keutamaan dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar mengungkapkan beberapa keutamaan dan keistimewaan malam Lailatulqadar:
1. Malam Diturunkannya Al-Qur'an
Ayat pertama Surah Al-Qadr menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam Lailatul qadar. Ini menunjukkan keistimewaan malam tersebut, sebab Al-Qur'an adalah kitab suci terakhir dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
2. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Beribadah pada malam Lailatul qadar nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan). Ini merupakan anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW, memberikan kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda dalam waktu singkat.
3. Turunnya Para Malaikat dan Ruh
Pada malam Lailatul qadar, para malaikat dan Jibril turun ke bumi untuk mengatur berbagai urusan yang telah ditetapkan untuk satu tahun ke depan. Mereka juga memberikan salam dan keberkahan kepada orang-orang yang beribadah pada malam tersebut.
4. Malam yang Penuh Kesejahteraan
Malam Lailatul qadar adalah malam yang penuh kesejahteraan dan kedamaian dari awal hingga terbit fajar. Pada malam ini, syaitan tidak dapat berbuat jahat, sehingga seluruh malam dipenuhi ketenangan.
5. Malam Pengampunan Dosa
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan: "Barangsiapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
6. Malam Doa yang Mustajab
Doa-doa yang dipanjatkan pada malam Lailatul qadar memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus untuk dibaca pada malam tersebut: "Allahumma innaka 'afuwwun kariimun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku).
Advertisement
Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?
Surah Inna Anzalnahu Fi Lailatul Qadar tidak menyebutkan secara spesifik kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Menurut hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil (malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29).
Meskipun malam ke-27 sering disebut sebagai malam yang paling mungkin untuk terjadinya Lailatulqadar, para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatulqadar tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun, tetapi bisa berubah-ubah sesuai kehendak Allah SWT.
Tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadits antara lain: cuaca cerah yang tidak terlalu panas atau dingin, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan pada pagi harinya, dan adanya ketenangan serta kedamaian yang luar biasa.
Disarankan untuk memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, untuk memaksimalkan kesempatan meraih keutamaan malam Lailatul qadar.
