Apa Arti Lailatul Qadar? Ketahui Amalan dan Pahalanya yang Luar Biasa

Malam Lailatul Qadar, malam lebih baik dari seribu bulan, memiliki arti penting dan amalan khusus di bulan Ramadan; ketahui apa artinya dan bagaimana meraih pahalanya!

oleh Laudia Tysara Diperbarui 29 Mar 2025, 11:00 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 11:00 WIB
Umat Muslim Palestina Berburu Malam Lailatul Qadar
Umat Muslim Palestina berdoa selama malam Lailatul Qadar di depan Masjid Kubah Batu, di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (27/4/2022). Lailatul Qadar ditandai pada hari ke 27 bulan suci Ramadhan dan diperingati sebagai malam Nabi Muhammad menerima wahyu pertama Al-Qur'an.  (AP Photo/Mahmoud Illean)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Malam Lailatul Qadar, atau yang dikenal sebagai Malam Kemuliaan, menjadi momen sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini terjadi di bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan. Pertanyaan "Apa arti Lailatul Qadar?" seringkali muncul, karena malam ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab, 'lail' yang berarti malam, dan 'qadar' yang memiliki beberapa arti penting, yaitu penetapan takdir, kemuliaan, dan kesempitan (dalam arti positif, dipenuhi keberkahan). Malam ini menjadi saksi bisu turunnya Al-Quran, pedoman hidup umat manusia. Keutamaan malam ini begitu besar, bahkan lebih baik daripada seribu bulan.

Keutamaan Lailatul Qadar begitu agung, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Qadr ayat 3: “‘Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.’” Artinya, amalan kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama seribu bulan.

Ini merupakan anugerah luar biasa dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang beriman dan beribadah dengan ikhlas. Namun, waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan Allah SWT, mengajak kita untuk senantiasa beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam-malam ganjil.

Memahami arti Lailatul Qadar sangat penting bagi umat Muslim. Tidak hanya sekadar mengetahui tanggalnya, namun lebih kepada memahami makna dan esensi dari malam tersebut. Ibadah apa saja yang dianjurkan? Bagaimana cara meraih pahalanya? Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Sabtu (29/3/2025).

Apa Arti Lailatul Qadar?

FOTO: Berburu Malam Lailatul Qadar Sambil Itikaf di Masjid
Warga berdiam diri atau beritikaf pada malam ke-27 bulan puasa Ramadhan 1443 H di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022). Itikaf dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan membaca Alquran, dzikir, dan selawat untuk mencari rida Allah SWT. (merdeka.com/Imam Buhori)... Selengkapnya

Melansir dari berbagai sumber seperti buku “Membumikan Al-Quran” karya Quraish Shihab dan situs Baznas, kata “qadar” dalam Lailatul Qadar memiliki beberapa arti penting.

Pertama, “qadar” berarti penetapan atau pengaturan. Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam ketika Allah SWT menetapkan takdir dan rencana bagi kehidupan manusia. Hal ini dikaitkan dengan turunnya Al-Quran, pedoman hidup bagi umat manusia. (QS Ad-Dukhan ayat 3).

Kedua, “qadar” berarti kemuliaan. Malam ini memiliki kemuliaan yang tak tertandingi karena menjadi malam turunnya Al-Quran dan titik tolak berbagai kemuliaan lainnya. (QS Al-An’am ayat 91).

Ketiga, “qadar” berarti sempit (dalam arti positif), dipenuhi dengan aktivitas malaikat yang turun ke bumi, sehingga terasa ‘sempit’ karena begitu banyaknya keberkahan dan kehadiran malaikat. (QS Ar-Rad ayat 26).

Lebih lanjut, dari penjelasan Quraish Shihab, penetapan takdir pada Lailatul Qadar tidak hanya terbatas pada takdir tahunan, melainkan juga mencakup perjalanan hidup manusia secara keseluruhan, baik individu maupun kolektif. Turunnya Al-Quran pada malam tersebut menjadi bukti nyata dari penetapan takdir ilahi.

Malam Lailatul Qadar juga diyakini sebagai malam yang penuh dengan keberkahan dan ampunan, di mana Allah SWT akan memberikan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-Nya yang beriman dan beribadah dengan ikhlas.

Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, ibadah yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama seribu bulan. Ini merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pahala Beribadah pada Malam Lailatul Qadar

Melansir dari berbagai sumber seperti Baznas dan umsida.ac.id, pahala beribadah di malam Lailatul Qadar sangat besar. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Qadr ayat 3: “‘Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.’”

Itu artinya, segala amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya setara dengan ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun).

Besarnya pahala ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Tidak hanya sekedar kuantitas ibadah, namun juga kualitas ibadah yang diutamakan. Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan niat yang tulus karena Allah SWT akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Keutamaan Lailatul Qadar tidak hanya terbatas pada pahala yang berlipat ganda, namun juga kesempatan untuk mendapatkan ampunan dosa. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang, Ia akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun dengan tulus. Malam Lailatul Qadar menjadi momentum yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu.

Selain ampunan dosa, ibadah di malam Lailatul Qadar juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah, hati akan menjadi lebih tenang, tentram, dan penuh dengan kasih sayang-Nya.

Oleh karena itu, manfaatkanlah malam Lailatul Qadar dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Berburu Lailatul Qadar di Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi
Pemandangan saat umat muslim berdoa di halaman Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu (1/6/2019). Umat muslim memanjatkan doa-doa jelang berakhirnya Ramadan untuk mendapatkan Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari seribu bulan. (KARIM SAHIB/AFP)... Selengkapnya
  1. Shalat Malam (Qiyamul Lail): Shalat malam, seperti shalat Tahajud, Tarawih, atau Witir, merupakan amalan utama di malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Shalat malam tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengucapkan syukur atas nikmat-Nya, dan memohon ampunan atas segala dosa.

    Waktu pelaksanaan shalat malam tidak ditentukan secara pasti, namun dianjurkan untuk memperbanyak shalat di sepertiga malam terakhir. Dengan shalat malam, kita dapat merasakan ketenangan dan kedamaian batin, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

  2. Membaca Al-Quran: Membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayat Al-Quran merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan pada malam tersebut, sehingga membaca Al-Quran menjadi penghormatan dan pengagungan terhadap kitab suci tersebut. Tidak ada batasan jumlah ayat yang harus dibaca, yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam membacanya.

    Membaca Al-Quran tidak hanya sekadar membaca huruf dan kata, namun juga memahami makna dan kandungan ayat-ayatnya. Dengan memahami maknanya, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga untuk kehidupan kita sehari-hari.

  3. Berdoa dan Berdzikir: Memperbanyak doa dan dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Doa merupakan bentuk komunikasi kita dengan Allah SWT, sedangkan dzikir merupakan bentuk pengagungan dan pujian kepada-Nya. Doa dan dzikir dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja, namun di malam Lailatul Qadar, doa dan dzikir akan mendapatkan keutamaan yang lebih besar.

    Bacalah doa-doa yang sesuai dengan kebutuhan dan hajat kita. Jangan lupa untuk memohon ampunan atas segala dosa dan memohon perlindungan dari Allah SWT. Dengan berdoa dan berdzikir, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

  4. Bersedekah: Bersedekah di malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa. Pahala sedekah yang dilakukan pada malam ini akan dilipatgandakan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau bentuk lainnya. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam bersedekah.

    Bersedekah tidak hanya membantu orang lain, namun juga membersihkan diri dari sifat-sifat buruk seperti kikir dan tamak. Dengan bersedekah, kita dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

  5. I'tikaf: I'tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. I'tikaf biasanya dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan, dengan harapan dapat meraih Lailatul Qadar. Selama i'tikaf, kita dapat memperbanyak shalat, doa, dzikir, dan membaca Al-Quran.

    I'tikaf tidak hanya sekadar berdiam diri di masjid, namun juga merupakan bentuk pengasingan diri dari kesibukan duniawi untuk lebih fokus beribadah kepada Allah SWT. Dengan i'tikaf, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  6. Memperbanyak Istigfar: Memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT) merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak istighfar, kita mengakui kesalahan dan dosa-dosa kita, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Istigfar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun di malam Lailatul Qadar, istighfar akan mendapatkan keutamaan yang lebih besar.

    Istigfar tidak hanya sekadar mengucapkan kata-kata, namun juga disertai dengan penyesalan yang tulus atas kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istighfar, hati akan menjadi lebih bersih dan tenang.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya