Liputan6.com, Jakarta - Malam Lailatul Qadar, atau yang dikenal sebagai Malam Kemuliaan, menjadi momen sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini terjadi di bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan. Pertanyaan "Apa arti Lailatul Qadar?" seringkali muncul, karena malam ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.
Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab, 'lail' yang berarti malam, dan 'qadar' yang memiliki beberapa arti penting, yaitu penetapan takdir, kemuliaan, dan kesempitan (dalam arti positif, dipenuhi keberkahan). Malam ini menjadi saksi bisu turunnya Al-Quran, pedoman hidup umat manusia. Keutamaan malam ini begitu besar, bahkan lebih baik daripada seribu bulan.
Advertisement
Baca Juga
Keutamaan Lailatul Qadar begitu agung, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Qadr ayat 3: “‘Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.’” Artinya, amalan kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama seribu bulan.
Ini merupakan anugerah luar biasa dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang beriman dan beribadah dengan ikhlas. Namun, waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan Allah SWT, mengajak kita untuk senantiasa beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam-malam ganjil.
Memahami arti Lailatul Qadar sangat penting bagi umat Muslim. Tidak hanya sekadar mengetahui tanggalnya, namun lebih kepada memahami makna dan esensi dari malam tersebut. Ibadah apa saja yang dianjurkan? Bagaimana cara meraih pahalanya? Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Sabtu (29/3/2025).
Apa Arti Lailatul Qadar?
Melansir dari berbagai sumber seperti buku “Membumikan Al-Quran” karya Quraish Shihab dan situs Baznas, kata “qadar” dalam Lailatul Qadar memiliki beberapa arti penting.
Pertama, “qadar” berarti penetapan atau pengaturan. Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam ketika Allah SWT menetapkan takdir dan rencana bagi kehidupan manusia. Hal ini dikaitkan dengan turunnya Al-Quran, pedoman hidup bagi umat manusia. (QS Ad-Dukhan ayat 3).
Kedua, “qadar” berarti kemuliaan. Malam ini memiliki kemuliaan yang tak tertandingi karena menjadi malam turunnya Al-Quran dan titik tolak berbagai kemuliaan lainnya. (QS Al-An’am ayat 91).
Ketiga, “qadar” berarti sempit (dalam arti positif), dipenuhi dengan aktivitas malaikat yang turun ke bumi, sehingga terasa ‘sempit’ karena begitu banyaknya keberkahan dan kehadiran malaikat. (QS Ar-Rad ayat 26).
Lebih lanjut, dari penjelasan Quraish Shihab, penetapan takdir pada Lailatul Qadar tidak hanya terbatas pada takdir tahunan, melainkan juga mencakup perjalanan hidup manusia secara keseluruhan, baik individu maupun kolektif. Turunnya Al-Quran pada malam tersebut menjadi bukti nyata dari penetapan takdir ilahi.
Malam Lailatul Qadar juga diyakini sebagai malam yang penuh dengan keberkahan dan ampunan, di mana Allah SWT akan memberikan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-Nya yang beriman dan beribadah dengan ikhlas.
Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, ibadah yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama seribu bulan. Ini merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Advertisement
Pahala Beribadah pada Malam Lailatul Qadar
Melansir dari berbagai sumber seperti Baznas dan umsida.ac.id, pahala beribadah di malam Lailatul Qadar sangat besar. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Qadr ayat 3: “‘Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.’”
Itu artinya, segala amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya setara dengan ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun).
Besarnya pahala ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Tidak hanya sekedar kuantitas ibadah, namun juga kualitas ibadah yang diutamakan. Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan niat yang tulus karena Allah SWT akan mendapatkan pahala yang lebih besar.
Keutamaan Lailatul Qadar tidak hanya terbatas pada pahala yang berlipat ganda, namun juga kesempatan untuk mendapatkan ampunan dosa. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang, Ia akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun dengan tulus. Malam Lailatul Qadar menjadi momentum yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu.
Selain ampunan dosa, ibadah di malam Lailatul Qadar juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah, hati akan menjadi lebih tenang, tentram, dan penuh dengan kasih sayang-Nya.
Oleh karena itu, manfaatkanlah malam Lailatul Qadar dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Amalan pada Malam Lailatul Qadar
-
Shalat Malam (Qiyamul Lail): Shalat malam, seperti shalat Tahajud, Tarawih, atau Witir, merupakan amalan utama di malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Shalat malam tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengucapkan syukur atas nikmat-Nya, dan memohon ampunan atas segala dosa.
Waktu pelaksanaan shalat malam tidak ditentukan secara pasti, namun dianjurkan untuk memperbanyak shalat di sepertiga malam terakhir. Dengan shalat malam, kita dapat merasakan ketenangan dan kedamaian batin, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
-
Membaca Al-Quran: Membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayat Al-Quran merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan pada malam tersebut, sehingga membaca Al-Quran menjadi penghormatan dan pengagungan terhadap kitab suci tersebut. Tidak ada batasan jumlah ayat yang harus dibaca, yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam membacanya.
Membaca Al-Quran tidak hanya sekadar membaca huruf dan kata, namun juga memahami makna dan kandungan ayat-ayatnya. Dengan memahami maknanya, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga untuk kehidupan kita sehari-hari.
-
Berdoa dan Berdzikir: Memperbanyak doa dan dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Doa merupakan bentuk komunikasi kita dengan Allah SWT, sedangkan dzikir merupakan bentuk pengagungan dan pujian kepada-Nya. Doa dan dzikir dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja, namun di malam Lailatul Qadar, doa dan dzikir akan mendapatkan keutamaan yang lebih besar.
Bacalah doa-doa yang sesuai dengan kebutuhan dan hajat kita. Jangan lupa untuk memohon ampunan atas segala dosa dan memohon perlindungan dari Allah SWT. Dengan berdoa dan berdzikir, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
-
Bersedekah: Bersedekah di malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa. Pahala sedekah yang dilakukan pada malam ini akan dilipatgandakan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau bentuk lainnya. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam bersedekah.
Bersedekah tidak hanya membantu orang lain, namun juga membersihkan diri dari sifat-sifat buruk seperti kikir dan tamak. Dengan bersedekah, kita dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
-
I'tikaf: I'tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. I'tikaf biasanya dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan, dengan harapan dapat meraih Lailatul Qadar. Selama i'tikaf, kita dapat memperbanyak shalat, doa, dzikir, dan membaca Al-Quran.
I'tikaf tidak hanya sekadar berdiam diri di masjid, namun juga merupakan bentuk pengasingan diri dari kesibukan duniawi untuk lebih fokus beribadah kepada Allah SWT. Dengan i'tikaf, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
-
Memperbanyak Istigfar: Memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT) merupakan amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak istighfar, kita mengakui kesalahan dan dosa-dosa kita, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Istigfar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun di malam Lailatul Qadar, istighfar akan mendapatkan keutamaan yang lebih besar.
Istigfar tidak hanya sekadar mengucapkan kata-kata, namun juga disertai dengan penyesalan yang tulus atas kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istighfar, hati akan menjadi lebih bersih dan tenang.
Advertisement
