Liputan6.com, Batam - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti terus melakukan tindakan tegas bagi pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.
"Kita wajib bangga, Indonesia kini nomor 1 pemberantasan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing di dunia. Ini satu prestasi yang luar biasa. Dunia akan belajar pada kita," kata Susi di kantor Satker PSDKP Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/10/2015).
Prestasi ini memang belum semuanya sempurna. Susi mengaku masih merasa kecolongan saat Kapal MV Haifa berbendera Panama di Ambon hanya didenda Rp 200 juta, tidak sampai dimusnahkan.
"Harusnya sudah dimusnahkan, jangan cuma didenda saja," papar Susi.
Susi langsung menjalin kerja sama dengan organisasi keamanan dunia, seperti interpol untuk memburu Kapal MV Haifa. Hasilnya, 190 negara di dunia saat ini bersama mengejar kapal ilegal tersebut.
"Sebetulnya penegakan hukum di laut itu adalah tanggung jawab dan kerja sama kita semua. Ini wibawa kita semua. Saya akan tegakkan apa pun itu aturannya. Tujuanya kita dapat hasilnya, tapi lautnya tetap sehat," tutup Susi. (Dms/Sun)*
Menteri Susi: Indonesia Juara 1 Pemberantasan Illegal Fishing
Menteri Susi mengatakan, dunia akan belajar pada Indonesia untuk pemberantasan illegal fishing.
diperbarui 20 Okt 2015, 16:23 WIBDiterbitkan 20 Okt 2015, 16:23 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Sekretaris Angkatan Laut Amerika Serikat Ray Mabus di Jakarta, Senin (23/3/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Video Terkini
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Program MBG di Kudus, Ombudsman Jateng Soroti Transparansi Anggaran
Jadwal Sholat DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Selasa 21 Januari 2025
Bareskrim Polri Tetapkan 11 Orang Tersangka Kasus Judi Online, Uang Puluhan Miliar Disita
Donald Trump Bakal Tarik AS Keluar Lagi dari Perjanjian Iklim Paris, Bersiap Darurat Nasional Energi
Isi Lengkap Pidato Perdana Donald Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat
3 Efek Letusan Gunung Tambora terhadap Dunia
Beda dari Tahun 2017, Pidato Pelantikan Kedua Donald Trump sebagai Presiden AS Lebih Optimistis
Pelantikan Donald Trump 20 Januari 2025: Begini Prediksi Pengamat soal Kebijakan Luar Negeri AS
Inilah Sebab-Sebab Mati Su’ul Khatimah yang Diungkap Habib Jindan, Naudzubillah!
Donald Trump Janji Rebut Kembali Terusan Panama, Kritik Pengaruh China
Resmi Jadi Presiden ke-47 AS, Donald Trump Janji Jadi Pembawa Perdamaian
Donald Trump Kritik Joe Biden di Pidato Perdana Presiden AS, Sebut Tak Mampu Atasi Krisis Sederhana