Deretan Fakta Wanita Bunuh Diri dari Lantai 4 Emporium Mal Pluit

Berdasarkan pemeriksaan orangtuanya, CV bunuh diri lantaran merasa frustasi dan malu lantaran belum mendapat pekerjaan.

oleh Maria Flora diperbarui 04 Mei 2019, 20:31 WIB
Diterbitkan 04 Mei 2019, 20:31 WIB
Bunuh Diri
Ilustrasi Bunuh Diri (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Frustasi belum dapat pekerjaan diduga menjadi penyebab wanita muda berinisial CV nekat bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 Emporium Mal Pluit, Jakarta Utara.

Aksi bunuh diri tersebut terjadi pada Jumat, 3 April kemarin, sekitar pukul 17.54 WIB. Bersama ibunya, CV saat itu tengah makan di sebuah restoran.

Saat makan, CV meminta izin ke toilet namun setelah 30 menit belum kembali.

"Nggak tahunya lompat dari lantai 4," ujar Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim kepada Liputan6.com, Sabtu (4/5/2019).

Berikut fakta-fakta wanita yang loncat dari Emporium Mal yang dirangkum dari Liputan6.com:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tengah Makan Bersama Sang Ibu

Bunuh Diri
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Dari keterangan yang diperoleh dari ibu korban, saat itu dia dan putrinya CV tengah makan bersama di sebuah restoran di Mal Emporium Pluit.

Tak lama CV pamit kepada keluarganya untuk ke toilet. Setengah jam tak kembali, keluarga mendengar kabar seorang wanita lompat dari mal tersebut.

"Nggak tahunya lompat dari lantai 4," ujar Mustakim.

Diduga Frustasi

Bunuh Diri
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Berdasarkan pemeriksaan orangtuanya, CV bunuh diri lantaran merasa frustasi dan malu lantaran belum mendapat pekerjaan. Padahal dia anak pertama.

"Jadi merasa gagal," lanjut Mustakim.

Sementara itu, polisi sudah memeriksa empat saksi. Tiga orang merupakan pengunjung mal yang melihat CV lompat dari lantai 4 ke lantai dasar dan ayah kandungnya.

"Sudah ada empat (saksi) diperiksa, yang melihat langsung di bawah, di atas, sama bapaknya," tandas Mustakim.

Anak Pertama, Lulusan Australia 

20151216-Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi Bunuh Diri (Istimewa)

Dari hasil pemeriksaan terhadap pihak keluarga, korban diduga frustasi belum mendapatkan kerja sejak lulus kuliah. Padahal dia anak pertama.

"Diduga frustasi, dia sudah disekolahkan di Australia tapi belum dapat pekerjaan di sana, di Jakarta juga tidak ada kerjaan," ujar Mustakim kepada Liputan6.com di Jakarta.

"Kesannya mengecewakan orangtua. Bapaknya pernah dengar itu dari anaknya," tambah Mustakim. 

 

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya