PVMBG: Waspadai Guguran Awan Panas Gunung Karangetang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningatkan masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman guguran awan panas di Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 10 Jun 2023, 08:06 WIB
Diterbitkan 10 Jun 2023, 08:06 WIB
Gunung Karangetang
Sempat dinyatakan normal, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulut, kembali bergejolak, Senin (15/4/2019). (Liputan6.com/ Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Jakarta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM meningatkan masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman guguran awan panas di Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

"Waspadai potensi guguran awan panas karena kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava," kata Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto dalam evaluasi aktivitas Gunung Karangetang periode 26 Mei hingga 1 Juni 2023 yang dibagikan Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang, seperti dilansir Antara, Jumat 9 Juni 2023.

Dia menjelaskan guguran awan panas Gunung Karangetang terjadi karena penumpukan material lava yang gugur/longsor.

Menurut dia, erupsi efusif Gunung Karangetang masih bakal terjadi, lava keluar dari bagian barat daya kawah utama mengarah ke Kali Batang, Timbelang dan Beha Barat sejauh sekitar 1.200 meter.

Sementara, guguran lava yang ke arah selatan masuk ke Kali Batuawang dan Kali Kahetang dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter.

"Data seismik menunjukkan bahwa aktivitas gempa guguran masih terekam tinggi," ujar dia.

Dia menambahkan, kejadian erupsi efusif masih terus terjadi, data visual tampak aliran lava yang mengarah ke tenggara sejak 24 Mei 2023 sudah berkurang.

 


Luncuran Lava Gunung Karangetang

Sedangkan, aktivitas luncuran lava masih terkonsentrasi ke arah barat daya dan selatan dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.500 meter dari kawah utama.

Guguran awan panas pada periode ini tidak terjadi, namun perlu diwaspadai kemungkinan awan panas guguran terjadi ke arah selatan atau mengarah ke kali Kahetang dan Kali Batuawang.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya