Liputan6.com, Jakarta Hadir di acara parade senja, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tampak terekam kamera bersalaman dengan Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI-Perjuangan Puan Maharani. Momen tersebut terjadi di Lapangan Pancasila, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, 27 Februari 2025 malam.
Parade senja sendiri dilaksanakan sebagai penutup dari gelaran retret kepala daerah yang sudah berlangsung sejak 21 Februari lalu. Selain Jokowi dan Puan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga turut hadir pada kesempatan tersebut.
Setelah acara selesai, terlihat Presiden Prabowo Subianto memberi hormat kepada SBY yang berdiri di sebelah kanannya. Setelah itu, Prabowo lalu menyalami Puan dan dilanjut dengan memberi hormat kepada Jokowi.
Sementara Puan setelah bersalaman dengan Prabowo, turut bersalaman dengan Jokowi. Putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu nampak tersenyum sumringah saat menyapa Jokowi. Momen pertemuan dua tokoh itupun ramai disorot.
Turut hadir pula Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Acara parade senja dilakukan usai retret kepala daerah sejak 21 Februari sampai 28 Februari 2025. Berbagai acara disuguhkan, salah satunya defile TNI.
Setelah dibagikan, video merekam momen pertemuan Jokowi dengan Puan itupun langsung mendapat beragam komentar dari warganet.
"Senang melihat para pemimpin negara akur berdampingan membangun bangsa dan negara ini ibarat sapu lidi karena bersatu menjadi kuat," kata @eko***
"Mantap Bu Puan. Ikuti apa kata hati kecil Bu puan. Yg benar harus dipertahankan, yg salah diabaikan saja. Ketika tiba saatnya segala sesuatunya akan menjadi indah. Tetap semangat Bu," komen @yank***
"Mbak puan , harus sperti kakeknya ir Soekarno, menjaga kesatuan Republik Indonesia, jangan ada permusuhan di Indonesia," kata @winto***
"Organisasi politik saatnya bersatu konsen ke rakyat,"kata @kelin***
Hubungan Jokowi dan PDIP
Adapun hubungan Jokowi dengan PDIP diketahui sempat memanas pada tahun 2024 lalu. PDIP bahkan resmi melakukan pemecatan terhadap Joko Widodo sebagai kader partai. Pemecatan Jokowi tercantum dalam Surat Keputusan (SK) dengan Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024. Bukan tanpa alasan, PDIP melakukan pemecatan terhadap Jokowi, karena dianggap telah melakukan pelanggaran.
Retaknya hubungan Jokowi dan PDIP disebut bermula ketika ia merestui putra sulungnya, Gibran Rakabuming untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024. Padahal, PDIP sudah memutuskan untuk mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sejak saat itu, Jokowi sudah tidak terlihat lagi dalam acara-acara besar yang digelar oleh PDIP seperti peringatan ulang tahun atau rapat kerja nasional.
Â
Advertisement
