Liputan6.com, Jakarta - Masjid Istiqlal Jakarta menyiapkan sebanyak 4.000 porsi makanan berbuka puasa setiap hari selama Ramadhan 1446 Hijriah.
"Kita mengantisipasi karena banyaknya program baru Masjid Istiqlal, maka kita naikkan (porsi makanan berbuka puasa) 4.000 boks nasi di sini," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Baca Juga
Nasaruddin yang juga Menteri Agama itu juga menjelaskan penyiapan sebanyak 4.000 porsi makanan berbuka puasa ini bertujuan untuk melayani kebutuhan buka puasa para jamaah.
Advertisement
"Iftar (buka puasa) kalau hari-hari biasa di sini paling sedikit 3.000 orang, bayangkan jumlahnya tidak sedikit. Hari Jumat bisa sampai 6.000-10.000 orang tergantung ada event-event tertentu," kata dia, seperti dilansir dari Antara.
Nasaruddin menjelaskan menu makanan berbuka puasa tersebut terdiri atas nasi boks, takjil, kurma, serta air mineral.
"Kebanyakan kita peroleh juga dari sponsor-sponsor, masyarakat, dan instansi," ucap dia.
Nasaruddin juga menyebutkan Masjid Istiqlal siap untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak melakukan ibadah iktikaf di masjid selama 30 hari.
Meski demikian, jelas dia, kegiatan iktikaf yang bisa dilakukan selama 24 jam di Masjid Istiqlal baru bisa dilakukan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
"Setiap hari ada kegiatan tadarusan. Biasanya pada 10 Ramadan terakhir akan ada kegiatan 24 jam. Wisata Ramadhan di Indonesia itu luar biasa," tutur Nasaruddin Umar.
Â
Â
Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh pada 1 Maret 2025
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat menentukan awal Ramadhan 1446 Hijriah. Hasilnya memutuskan, puasa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.Â
"Maka diputuskan dalam sidang, 1 Ramadhan ditetapkan besok, insyaaallah tanggal 1 Maret 2025, bertepatan 1 Ramadhan 1446 Hijriah," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat akan dihadiri oleh berbagai pihak seperti perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung.
Sidang Isbat akan melalui tiga tahapan penting. Tahap pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Tahap kedua melibatkan verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
"Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik," jelas Abu Rokhmad dikutip dari Kemenag.go.id.
Advertisement
