Peluncuran Bank Emas jadi Katalis Positif bagi BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berpotensi mendorong pertumbuhan kinerja secara optimal setelah resmi menjalankan layanan bisnis emas dengan branding BSI Bank Emas.

oleh Septian Deny Diperbarui 28 Feb 2025, 15:32 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 15:32 WIB
Bank Emas.
Peluncuran Bank Emas. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berpotensi mendorong pertumbuhan kinerja secara optimal setelah resmi menjalankan layanan bisnis emas dengan branding BSI Bank Emas.... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berpotensi mendorong pertumbuhan kinerja secara optimal setelah resmi menjalankan layanan bisnis emas dengan branding BSI Bank Emas.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kehadiran layanan Bank Emas oleh BSI dan Pegadaian pada Rabu (26/2) di Jakarta. Dengan demikian, BSI resmi menjadi bank yang pertama menjalankan bisnis bulion bank (bank emas) di Indonesia.

Ekonom Moch. Doddy Ariefianto menjelaskan bahwa dengan cadangan emas Indonesia yang mencapai 2.600 ton, pendirian bulion bank dapat membuat pengembangan ekosistem emas semakin optimal. BSI dapat berperan besar dalam fungsi intermediasi ekosistem emas.

"Saat ini [transaksi emas] sudah luas, cuma kan yang bermain di wholesale tidak begitu banyak. Toko emas banyak di pasar-pasar, tetapi yang melakukan intermediasi emas secara wholesale, BSI dengan bank emas bisa optimal di sana," ujar Doddy dikutip Jumat (28/2/2025).

Doddy menilai bahwa sebagai negara ekonomi menengah, transaksi emas di Indonesia belum sebesar negara-negara seperti Jepang dan Amerika Serikat. Emas kerap disimpan sebagai instrumen lindung nilai, tetapi dengan adanya bank emas, BSI berpeluang menggerakkan emas-emas tersebut sehingga memberikan nilai tambah lebih.

"Emas bergairah ketika kondisi tertentu, misalnya risk averse [saat kondisi ekonomi tidak pasti], ketika adem ayem dia tidak terlalu produktif. Ini nanti bisa digenjot, bank emas bisa terlibat dalam hilirisasi, bisa memobilisasi dana-dana emas di masyarakat," imbuh Doddy.

Apa yang diproyeksikan Doddy terkait kinerja BSI dengan hadirnya bulion bank atau bisnis bulion sangat beralasan. Dalam peresmian layanan Bank Emas, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bisnis bulion akan mengakselerasi pertumbuhan perusahaan.

Oleh karena itu perseroan memperkenalkan tiga branding utama produk BSI Bank Emas. Pertama adalah BSI Gold. Kemudian BSI Emas Digital, dan yang ketiga adalah BSI ATM Emas. Bahkan ATM Emas milik BSI ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Kami berharap dengan hadirnya layanan ini, bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan dan menciptakan potensi pasar yang sangat besar, dengan estimasi nilai bisnis sekitar Rp280 triliun. Kami juga berharap dapat memberikan efek multiplier yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” kata Hery.

Hery menambahkan, produk BSI Bank Emas dirancang secara inklusif dan digital. Tujuannya adalah untuk memberikan akses kepada masyarakat, baik yang baru memulai investasi maupun yang sudah berpengalaman.

 

Promosi 1

Potensi Besar

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Aktivitas pekerja di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Secara terpisah, Direktur Hubungan Investor PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) Thendra Chrisnanda menjelaskan bahwa kehadiran bulion bank akan memainkan peran penting dalam optimalisasi cadangan emas, memperkuat sektor keuangan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, pihaknya telah bekerja sama dengan BSI untuk menghadirkan emas batangan eksklusif standar SNI, dan telah memperoleh rekomendasi Kesesuaian Syariah dari MUI.

"Dengan berdirinya bank bulion ini, Indonesia mengambil langkah besar untuk menjadi pemain utama di pasar bulion global," ujar Thendra.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia mampu memproduksi 132,5 ton emas pada 2023, berdasarkan data World Gold Council. Kapasitas itu menempatkan Indonesia sebagai produsen emas terbesar ke-7 di dunia. Sayangnya, Indonesia terbilang masih berada dalam rantai nilai bawah di bisnis emas, karena ekspor gold dore sekitar $5 miliar dan impor emas batangan sekitar $2 miliar per tahun.

Kondisi itu, menurut Thendra, menjadi potensi besar bagi bank emas atau bullion bank dalam mengembangkan potensi bisnisnya. Studi internal HRTA juga menunjukkan bahwa potensi nilai rantai bisnis emas dari hulu ke hilir, seperti dari pertambangan emas, pemurnian dan manufaktur emas, hinnga ekspor, grosir, dan ritel bisa mencapai Rp482,6 triliun per tahun. BSI yang menjalankan bisnis bulion bank bisa berperan besar dalam ekosistem itu.

"Jika Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini, Indonesia akan menjadi pemain utama di Asia, setara dengan Singapura dan Dubai," ujar Thendra.

 

Optimalkan Peluang

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Dirut BSI Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi tiga bank syariah BUMN yakni Bank BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri telah dilaksanakan sejak Maret 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Ke depannya, bank emas diprediksi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp245 triliun, investasi Rp47,4 triliun, dan peredaran uangRp156 triliun. Sementara itu Presiden Prabowo menegaskan bahwa peluncuran bank emas menjadi salah satu capaian positif dan terobosan menjelang hari ulang tahun ke-80 Republik Indonesia.

"Menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia yang punya cadangan emas ke-6 terbesar di dunia untuk pertama kali akan memiliki bank emas," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan layanan Bank Emas BSI dan Pegadaian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menilai bahwa kegiatan usaha bank emas berpotensi meningkatkan investasi emas, baik di kalangan masyarakat umum maupun institusi. Hal itu pun menjadi peluang besar bagi BSI yang memiliki jangkauan luas, dengan lebih dari 1.100 kantor cabang di seantero Tanah Air.

Bank emas dapat berfungsi sebagai instrumen diversifikasi aset yang lebih aman dan stabil, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar. Lalu, bagi institusi, bank emas dapat menyediakan instrumen hedging untuk lindung nilai dari inflasi dan fluktuasi nilai tukar mata uang.

"Dengan infrastruktur yang lebih terorganisir dan regulasi yang lebih jelas, kegiatan usaha bulion akan memberikan kepastian hukum dan kepercayaan bagi masyarakat untuk menjadikan emas sebagai bagian dari strategi investasi mereka," tutup Menko Airlangga.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya