Bacaan Niat Puasa Ramadan dan Pentingnya dalam Ibadah, Jangan Sampai Lupa!

Pelajari bacaan niat puasa Ramadan dan maknanya yang mendalam dalam menjalankan ibadah puasa. Bagaimana niatnya?

oleh Devira Prastiwi Diperbarui 28 Feb 2025, 16:30 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 16:30 WIB
Pasar takjil Ramadan menjual aneka jajanan di bulan puasa (Istimewa)
Pasar takjil Ramadan menjual aneka jajanan di bulan puasa (Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah yang sangat penting bagi umat Muslim. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadan ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, sebelum melaksanakan puasa, ada satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu niat. Dalam artikel ini, kita akan membahas bacaan niat puasa Ramadan dan pentingnya niat dalam ibadah ini.

Niat puasa harus diucapkan sebelum terbit fajar, dan jika seseorang membaca niat saat sahur, itu juga diperbolehkan selama dilakukan sebelum waktu fajar tiba.

Bacaan niat puasa Ramadan yang disyariatkan dalam bahasa Arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Selain itu, umat Muslim juga diperbolehkan melafalkan niat puasa dalam bahasa yang mereka pahami, seperti:

'Saya berniat berpuasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadan, karena Allah SWT'.

Niat adalah kunci utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Niat menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Lebih dari itu, niat yang ikhlas akan membawa berkah dalam ibadah. Seseorang yang berpuasa dengan niat yang benar akan meraih pahala yang berlipat ganda dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya.

Promosi 1

Pentingnya Niat dalam Ibadah Puasa

Berburu Aneka Menu Takjil di Kawasan Benhil
Aneka makanan dan minumam untuk berbuka puasa atau takjil dijajakan di kawasan Bendungan Hilir atau Benhil, Jakarta, Senin (6/5/2019). Kawasan Benhil menjadi tempat warga dan pekerja kantoran untuk berburu menu takjil setiap Ramadan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Keutamaan lain dari niat yang benar adalah sebagai bentuk kesiapan mental dan spiritual dalam menjalani ibadah puasa Ramadan.

Dengan niat yang tepat, seseorang dapat lebih fokus dalam menjalankan puasanya dengan penuh kesadaran, bukan sekadar menjalani rutinitas tanpa makna.

Niat adalah elemen penting dalam menjalankan ibadah puasa yang harus dilakukan sebelum fajar, terutama untuk puasa wajib seperti Ramadhan, qada, dan nazar.

Menurut laman resmi mui.or.id, dalam ajaran Mazhab Syafi'i, diwajibkan untuk memperbarui niat setiap malam selama bulan Ramadan agar ibadah tersebut sah, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa puasa seseorang tidak sah jika tidak berniat sebelum fajar.

Sebaliknya, Mazhab Maliki memberikan kemudahan dengan membolehkan niat dilakukan hanya sekali di awal bulan Ramadan.

Dalam pandangan ini, umat Islam cukup berniat pada malam pertama untuk berpuasa selama sebulan penuh, karena puasa Ramadhan dianggap sebagai satu rangkaian ibadah.

Namun, banyak ulama menganjurkan untuk mengikuti pendapat Mazhab Syafi'i dengan tetap memperbarui niat setiap malam untuk kehati-hatian.

Jika seseorang lupa berniat di malam hari, mengikuti pandangan Mazhab Maliki juga bisa menjadi alternatif agar ibadah puasanya tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.

Berbagai Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Pasar Takjil Benhil Masih Jadi Primadona Warga Berburu Penganan Berbuka Puasa
Pasar takjil Bendungan Hilir (Benhil) masih menjadi salah satu primadona bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mencari beraneka ragam hidangan berbuka puasa di bulan Ramadan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Agar ibadah puasa sah, umat Islam harus mengetahui dan mengucapkan bacaan niat dengan benar. Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang dianjurkan dalam Mazhab Syafi'i:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: 'Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.'

Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: 'Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala.'

Nawaitu shauma Ramadhna.

Artinya: 'Aku berniat puasa bulan Ramadhan.'

Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhna.

Artinya: 'Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.'

Nawaitu shauma ghadin min hdzihis sanati 'an fardhi Ramadhna.

Artinya: 'Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.'

Dalam menjalankan ibadah puasa, niat yang tulus bukan hanya sekadar melafalkan kata-kata, tetapi juga harus diiringi dengan kesadaran mendalam dalam hati bahwa puasa tersebut dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Dengan demikian, ibadah puasa akan memiliki makna dan tujuan yang lebih dalam.

Ibadah Harus Diawali Niat

Bulan Ramadan Momentum Anak-Anak Belajar Al-Quran
Anak-anak membaca kitab suci Al-Quran di Kampung Quran Alkholidin Cinere, Depok, Senin (13/5/2019). Momentum bulan Ramadhan 1440 H dimanfaatkan anak-anak usai pulang sekolah untuk membaca dan menghapal Quran secara bersama-sama untuk menambah amalan ibadah puasa. (merdeka.com/Arie Basuki)... Selengkapnya

Dalam ajaran Islam, setiap ibadah termasuk puasa harus diawali dengan niat sebagai bentuk kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Bacaan niat puasa dan buka puasa memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengakuan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, serta ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

Memahami dan mengamalkan bacaan niat puasa dan buka puasa dengan benar tidak hanya menjadi syarat sahnya ibadah, tetapi juga membawa keberkahan tersendiri.

Dengan melafalkan niat puasa saat sahur dan doa berbuka saat maghrib, kita menunjukkan keseriusan dalam menjalankan perintah Allah SWT dan mengharap ridha-Nya.

Infografis tradisi bersih-bersih sambut Ramadan
Infografis Sejumlah daerah memiliki tradisi 'bersih-bersih diri' dengan cara mandi menyambut Ramadan (dok. Liputan6.com/Tri Yasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya