Liputan6.com, Jakarta - Nama Tesla memang dikenal sebagai pabrikan mobil listrik. Namun, penjualan mobil listrik bukan sumber penghasilan utama Tesla. Pada 2020 lalu, saham Tesla terus meroket, sehingga memberikan keuntungan tersendiri bagi Tesla. Tapi hal ini juga bukan faktor utama mengapa Tesla bisa untung.
Dilansir dari Carscoops, keuntungan Tesla datang dari pabrikan rival mereka. Begini gambarannya, meningkatnya keprihatinan tentang emisi karbon di tengah masyarakat, membuat mereka lebih tertarik dengan mobil yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga
Di Amerika saja, ada 11 negara bagian yang mewajibkan produsen mobil untuk memenuhi memenuhi aturan emisi yang baru. Sehingga mendorong produsen mobil untuk menjual lebih banyak kendaraan ramah lingkungan.
Advertisement
Nah, jika mereka tidak bisa menciptakannya sendiri maka mereka bisa membeli kredit regulasi dari pabrikan mobil lain. Karena Tesla adalah spesialis mobil listrik dan tak menjual selain mobil listrik, hal itu menjadi poin plus bagi mereka.
Â
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Meraup Keuntungan
Kredit regulasi gas rumah kaca itu kemudian dijual kepada pabrikan mobil yang juga merupakan saingannya, dengan keuntungan 100 persen. Tesla sudah menghasilkan USD 3,3 miliar dari kredit tersebut selama tiga tahun terakhir.
Sepanjang tahun 2020, Tesla berhasil meraup USD 1,6 miliar, atau hampir setengahnya dari total pendapatan. Chief Financial Officer Tesla, Zackary Kirkhom mengakui bahw apenjualan semacam itu bukan hal yang berkelanjutan bisa dipakai Tesla untuk dasar bisnis mereka. Tapi tanpa penjualan kredit, Tesla justru akan membukukan kerugian untuk tahun 2020.
Sumber: Otosia.com
Advertisement