Liputan6.com, Gorontalo - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban yang terjepit dalam kecelakaan mobil Pertamina di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kejadian ini dilaporkan oleh seorang saksi berinisial MB kepada Petugas Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.
Menurut laporan saksi, kecelakaan terjadi akibat mobil Pertamina menabrak pohon yang diduga kuat rem blong. Akibat insiden tersebut, satu orang terjebak di dalam kendaraan dan membutuhkan evakuasi segera.
Advertisement
Sebanyak 14 personel dari Tim Rescue Kantor SAR Gorontalo dan Tim Rescue Pos SAR Kwandang dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan ekstrikasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur khusus mengingat mobil mengangkut bahan bakar jenis Pertalite, yang berisiko bocor dan memicu kebakaran.
Oleh karena itu, tim terlebih dahulu melakukan observasi dan sterilisasi di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi aman sebelum proses penyelamatan dimulai.
Evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua jam. Petugas harus memotong pintu dan pilar mobil secara hati-hati untuk menghindari percikan api.
"Dalam upaya ini, tim pemadam kebakaran memberikan siraman air secara berkala ke area yang dipotong guna mencegah potensi kebakaran," kata Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor SAR Gorontalo, Pos SAR Kwandang, Polsek Molingkapoto, Polantas Kabupaten Gorontalo Utara.
Selain itu ada Damkar Kabupaten Gorontalo Utara, TNI, Pammat Samapta Polda Gorontalo, Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Gorontalo, serta masyarakat setempat.
"Korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ia menandaskan.
Satu korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Rizki Zainal Basri (25) tewas terjepit. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara Irfan Haji Basir (36) dan Hein Radjak (30) mengalami luka-luka. Hingga kini pihak kepolisin masih melakukan oleh TKP untuk mencari penyebab mobil pertamina tersebut menabrak pohon. Dugaan sementara, mobil tersebut mengalami rem blong saat menuruni tanjakan.